Anggota DPR Soroti Kasus Yogi, Bantu Internet Warga Mentawai Malah Berujung Penahanan
지금 보고 있는 영상
Anggota DPR Soroti Kasus Yogi, Bantu Internet Warga Mentawai Malah Berujung Penahanan
조회수 10,424
영상 설명 · 눌러서 펼치기
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira menyayangkan tindakan penahanan terhadap Yogi Gilang Arya (39), warga Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, yang didakwa melanggar aturan perizinan karena membeli dan menjual internet Starlink secara komersial kepada warga setempat.
Andreas menilai, langkah Yogi mendirikan PT Network Mentawai Provider justru sangat membantu warga di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Layanan internet tersebut telah digunakan secara luas oleh masyarakat, sekolah, hingga instansi pemerintah setempat.
Andreas lantas membandingkan dengan pengalamannya saat mengunjungi para korban gempa di wilayah Flores beberapa waktu lalu.
Menurutnya, internet adalah faktor kunci dalam penanganan korban bencana.
"Pada saat saya mendatangi dan memberi bantuan bagi para korban gempa di Flores kemarin, banyak daerah terpencil yang belum tersalurkan bantuan karena terlambatnya pendataan akibat jaringan internet yang belum menjangkau semua wilayah terdampak, atau sinyal telekomunikasinya minim," kata Andreas kepada wartawan, Minggu (30/8/2026).
Andreas menyoroti alasan pemidanaan Yogi yang didasarkan pada ketidaklengkapan surat izin usaha.
Padahal, Yogi diketahui telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sedang dalam proses memenuhi prosedur perizinan yang ada.
Menurut dia, persoalan ini murni urusan administrasi dan bukan sebuah tindakan kejahatan yang merugikan atau membahayakan negara.
"Mengapa hukum begitu cepat dan tajam menghantam rakyat kecil yang berniat memajukan daerahnya, sedangkan negara tidak menghargai niat baiknya? Pahami dulu sebelum menghukum," ujar Andreas.
Ia menambahkan, jika pemuda kreatif dan peduli terhadap daerahnya seperti Yogi justru dipenjara, maka tidak akan ada lagi pihak yang berani membangun daerah-daerah terpencil di Indonesia.
Oleh karena itu, Andreas mendorong Kementerian Hukum dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk turut mengawal kasus ini, khususnya berkaitan dengan penerapan Undang-Undang Telekomunikasi terhadap Yogi. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul DPR Pertanyakan Tindakan Penahanan terhadap Yogi, Warga yang Sediakan Internet Starlink di Mentawai, https://www.tribunnews.com/regional/7875285/dpr-pertanyakan-tindakan-penahanan-terhadap-yogi-warga-yang-sediakan-internet-starlink-di-mentawai.
Program: Tribunnews Update
Editor Video: Ramadhan Aji Prakoso
Uploader: Radifan Setiawan
TRIBUN-VIDEO.COM - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira menyayangkan tindakan penahanan terhadap Yogi Gilang Arya (39), warga Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, yang didakwa melanggar aturan perizinan karena membeli dan menjual internet Starlink secara komersial kepada warga setempat.
Andreas menilai, langkah Yogi mendirikan PT Network Mentawai Provider justru sangat membantu warga di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Layanan internet tersebut telah digunakan secara luas oleh masyarakat, sekolah, hingga instansi pemerintah setempat.
Andreas lantas membandingkan dengan pengalamannya saat mengunjungi para korban gempa di wilayah Flores beberapa waktu lalu.
Menurutnya, internet adalah faktor kunci dalam penanganan korban bencana.
"Pada saat saya mendatangi dan memberi bantuan bagi para korban gempa di Flores kemarin, banyak daerah terpencil yang belum tersalurkan bantuan karena terlambatnya pendataan akibat jaringan internet yang belum menjangkau semua wilayah terdampak, atau sinyal telekomunikasinya minim," kata Andreas kepada wartawan, Minggu (30/8/2026).
Andreas menyoroti alasan pemidanaan Yogi yang didasarkan pada ketidaklengkapan surat izin usaha.
Padahal, Yogi diketahui telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sedang dalam proses memenuhi prosedur perizinan yang ada.
Menurut dia, persoalan ini murni urusan administrasi dan bukan sebuah tindakan kejahatan yang merugikan atau membahayakan negara.
"Mengapa hukum begitu cepat dan tajam menghantam rakyat kecil yang berniat memajukan daerahnya, sedangkan negara tidak menghargai niat baiknya? Pahami dulu sebelum menghukum," ujar Andreas.
Ia menambahkan, jika pemuda kreatif dan peduli terhadap daerahnya seperti Yogi justru dipenjara, maka tidak akan ada lagi pihak yang berani membangun daerah-daerah terpencil di Indonesia.
Oleh karena itu, Andreas mendorong Kementerian Hukum dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk turut mengawal kasus ini, khususnya berkaitan dengan penerapan Undang-Undang Telekomunikasi terhadap Yogi. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul DPR Pertanyakan Tindakan Penahanan terhadap Yogi, Warga yang Sediakan Internet Starlink di Mentawai, https://www.tribunnews.com/regional/7875285/dpr-pertanyakan-tindakan-penahanan-terhadap-yogi-warga-yang-sediakan-internet-starlink-di-mentawai.
Program: Tribunnews Update
Editor Video: Ramadhan Aji Prakoso
Uploader: Radifan Setiawan
Tribunnews 다른 영상
KAI Jelaskan soal Polisi Naik KRL saat Gerebek Kampung Bahari: Tak Ganggu Perjalanan Reguler
조회수 253
Endy Arfian Belajar Budaya di Indonesia Lewat Film Horor Hungry Ghost Festival | Si Paling Seleb
조회수 71
Putusan MA Disebut 'Telanjangi' Status Ijazah Gibran, Kubu Wapres Pamer Bukti Pendidikan
조회수 1,304
Gisellma Firmansyah Buka Suara soal Hubungan dengan Rony Parulian, Tak Bantah Kabar Pacaran
조회수 183
Dua Tahun Berlalu, Mario Dandy Belum Lunasi Restitusi Rp 25 Miliar untuk David Ozora
조회수 306
Ubah Limbah Tali Plastik Jadi Kerajinan Bernilai Jual, Ari Berdayakan 20 Petani di Rejang Lebong
조회수 82
Operasi Besar-besaran di Kampung Bahari! Polisi Serbu Peredaran Narkoba, Dikepung Kendaraan Taktis
조회수 825
🔴KACAMATA HUKUM: Ketika Demonstrasi Diwarnai Kekerasan dan Penangkapan