๐ดPekerja China Berpacu Buka Jalur Vital Perbatasan Nepal, 900 Korban Banjir Terjebak di Terowongan
์ง๊ธ ๋ณด๊ณ ์๋ ์์
๐ดPekerja China Berpacu Buka Jalur Vital Perbatasan Nepal, 900 Korban Banjir Terjebak di Terowongan
์กฐํ์ 10,685
์์ ์ค๋ช ยท ๋๋ฌ์ ํผ์น๊ธฐ
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Tim rekayasa dan penyelamatan, China Anneng, mengerahkan alat berat untuk membuka kembali Jalan Raya Nasional G216 pada Minggu (30/08/2026).
Pekerjaan pengerukan lumpur dan material batu besar difokuskan pada jalur perbatasan yang menghubungkan wilayah Tiongkok dan Nepal.
Para pekerja bahu membahu membangun kembali fondasi jalan yang rusak di tengah guyuran hujan serta ancaman longsor susulan.
Jalur darat ini merupakan rute transportasi vital bagi tim penanggulangan bencana dalam menyalurkan bantuan logistik medis.
Bencana alam mematikan ini dipicu oleh longsoran es dan batuan gletser di kawasan Himalaya pada Rabu (26/08/2026).
Otoritas Kabupaten Gyirong Tiongkok mengonfirmasi sebanyak 16 orang tewas dan 546 warga lainnya hingga kini masih hilang.
Sementara di seberang perbatasan Nepal korban meninggal dunia akibat banjir deras dilaporkan melonjak hingga 734 orang.
Otoritas Nepal mencatat sekitar 2.500 warga masih dinyatakan hilang sementara lebih dari 8.000 korban berhasil diselamatkan.
Penyelidik menduga material longsoran es sempat membendung aliran Sungai Lhende sebelum akhirnya jebol dan mengalir deras ke hilir.
Lebih dari 2.100 personel evakuasi terus diterjunkan di lokasi untuk mempercepat pencarian para korban yang tertimbun.
Sementara itu, Kisah haru sekaligus menegangkan datang dari para pekerja proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air di sepanjang Sungai Trishuli Nepal.
Ram Chandra dan sekelompok kecil rekannya berhasil selamat dari maut setelah berpegangan pada pijakan besi di atap terowongan.
"Air terus naik dan sangat sulit untuk menggerakkan kaki. Jika saya melepaskan pegangan dari besi itu, saya pasti sudah jatuhโ, ujar Ram Chandra.
Ia meraih selembar seng untuk dijadikan pijakan kaki, lalu menyerahkannya secara bergantian dengan pekerja lain.
Selama enam jam para pekerja bertahan merayap perlahan dalam kegelapan hingga pakaian mereka robek.
Pada saat mereka berhasil keluar, mereka menyaksikan kehancuran yang ditinggalkan banjir.
Pegunungan di atas telah melepaskan air bah dahsyat yang menerjang sejauh 100 km (62 mil) ke arah hilir.
Bencana alam terburuk yang melanda Nepal dalam beberapa tahun terakhir itu menewaskan ratusan orang dan mengubur seluruh permukiman.
Arus air bah bercampur lumpur, beton, dan puing-puing merangsek masuk ke dalam terowongan ratusan meter dari pintu keluar.
Di antara korban hilang, terdapat lebih dari 900 pekerja PLTA yang tertimbun di gugusan pegunungan Himalaya.
Sebanyak 279 pekerja berhasil dievakuasi keluar, namun ratusan lainnya masih terjebak.
Menteri Energi Nepal Biraj Bhakta Shrestha menegaskan bahwa operasi penyelamatan pekerja PLTA kini menjadi prioritas tertinggi.
Di proyek Trishuli 3A, tim penyelamat membuat lubang darurat guna memompa udara dan menurunkan makanan bagi korban terjebak.
Penyintas lainnya, Madan Singh Budha menceritakan momen mengerikan saat memanjat bukit tebing berbatu untuk lolos dari maut.
"Ketika saya melihat ke luar, yang tampak hanya air, jadi saya mulai berlari mendaki bukit," ujar Madan Singh Budha dikutip dari CNN pada Senin (31/8/2026).
Sebagian besar pekerja yang selamat kehilangan kerabat dekat dan terpaksa menggunakan pakaian pinjaman dari warga sekitar.
Seorang pemandu wisata lokal, Amar Bista mengaku tak tidur empat hari demi membantu evakuasi dan pencarian sanak keluarganya.
Kini para pekerja selamat diangkut menggunakan armada helikopter menuju Kathmandu sebelum dipulangkan ke kampung halaman.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Viory
https://www.viory.video/en/videos/a3025_31082026/road-to-recovery-engineering-rescue-team-battles-to-reopen-vital-route-to-gyirong-port
Program: Hot Topic
Editor Video: Difa Isnaeni Azizah
#viory
TRIBUN-VIDEO.COM - Tim rekayasa dan penyelamatan, China Anneng, mengerahkan alat berat untuk membuka kembali Jalan Raya Nasional G216 pada Minggu (30/08/2026).
Pekerjaan pengerukan lumpur dan material batu besar difokuskan pada jalur perbatasan yang menghubungkan wilayah Tiongkok dan Nepal.
Para pekerja bahu membahu membangun kembali fondasi jalan yang rusak di tengah guyuran hujan serta ancaman longsor susulan.
Jalur darat ini merupakan rute transportasi vital bagi tim penanggulangan bencana dalam menyalurkan bantuan logistik medis.
Bencana alam mematikan ini dipicu oleh longsoran es dan batuan gletser di kawasan Himalaya pada Rabu (26/08/2026).
Otoritas Kabupaten Gyirong Tiongkok mengonfirmasi sebanyak 16 orang tewas dan 546 warga lainnya hingga kini masih hilang.
Sementara di seberang perbatasan Nepal korban meninggal dunia akibat banjir deras dilaporkan melonjak hingga 734 orang.
Otoritas Nepal mencatat sekitar 2.500 warga masih dinyatakan hilang sementara lebih dari 8.000 korban berhasil diselamatkan.
Penyelidik menduga material longsoran es sempat membendung aliran Sungai Lhende sebelum akhirnya jebol dan mengalir deras ke hilir.
Lebih dari 2.100 personel evakuasi terus diterjunkan di lokasi untuk mempercepat pencarian para korban yang tertimbun.
Sementara itu, Kisah haru sekaligus menegangkan datang dari para pekerja proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air di sepanjang Sungai Trishuli Nepal.
Ram Chandra dan sekelompok kecil rekannya berhasil selamat dari maut setelah berpegangan pada pijakan besi di atap terowongan.
"Air terus naik dan sangat sulit untuk menggerakkan kaki. Jika saya melepaskan pegangan dari besi itu, saya pasti sudah jatuhโ, ujar Ram Chandra.
Ia meraih selembar seng untuk dijadikan pijakan kaki, lalu menyerahkannya secara bergantian dengan pekerja lain.
Selama enam jam para pekerja bertahan merayap perlahan dalam kegelapan hingga pakaian mereka robek.
Pada saat mereka berhasil keluar, mereka menyaksikan kehancuran yang ditinggalkan banjir.
Pegunungan di atas telah melepaskan air bah dahsyat yang menerjang sejauh 100 km (62 mil) ke arah hilir.
Bencana alam terburuk yang melanda Nepal dalam beberapa tahun terakhir itu menewaskan ratusan orang dan mengubur seluruh permukiman.
Arus air bah bercampur lumpur, beton, dan puing-puing merangsek masuk ke dalam terowongan ratusan meter dari pintu keluar.
Di antara korban hilang, terdapat lebih dari 900 pekerja PLTA yang tertimbun di gugusan pegunungan Himalaya.
Sebanyak 279 pekerja berhasil dievakuasi keluar, namun ratusan lainnya masih terjebak.
Menteri Energi Nepal Biraj Bhakta Shrestha menegaskan bahwa operasi penyelamatan pekerja PLTA kini menjadi prioritas tertinggi.
Di proyek Trishuli 3A, tim penyelamat membuat lubang darurat guna memompa udara dan menurunkan makanan bagi korban terjebak.
Penyintas lainnya, Madan Singh Budha menceritakan momen mengerikan saat memanjat bukit tebing berbatu untuk lolos dari maut.
"Ketika saya melihat ke luar, yang tampak hanya air, jadi saya mulai berlari mendaki bukit," ujar Madan Singh Budha dikutip dari CNN pada Senin (31/8/2026).
Sebagian besar pekerja yang selamat kehilangan kerabat dekat dan terpaksa menggunakan pakaian pinjaman dari warga sekitar.
Seorang pemandu wisata lokal, Amar Bista mengaku tak tidur empat hari demi membantu evakuasi dan pencarian sanak keluarganya.
Kini para pekerja selamat diangkut menggunakan armada helikopter menuju Kathmandu sebelum dipulangkan ke kampung halaman.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Viory
https://www.viory.video/en/videos/a3025_31082026/road-to-recovery-engineering-rescue-team-battles-to-reopen-vital-route-to-gyirong-port
Program: Hot Topic
Editor Video: Difa Isnaeni Azizah
#viory
Tribunnews ๋ค๋ฅธ ์์
Tim Penyelamat dan Anjing Pelacak Sisir Lumpur Cari 546 Orang Hilang di Perbatasan China Nepal
์กฐํ์ 8,059
China Pulihkan Jalan G216 di Perbatasan Nepal, Ratusan Orang Masih Hilang Usai Bencana Himalaya
์กฐํ์ 10,161
Potensi Independensi Politik PBNU Goyah Usai Presiden Prabowo Terima Kartu Anggota NU Seumur Hidup
์กฐํ์ 9,002
Iran Ngaku Serang Markas Tentara AS di UEA, Abu Dhabi Bantah Sebut Drone Terbang di Atas Perairan
์กฐํ์ 40,623
Rafale Mesir Kalah 7-1 dari J-16 China? Begini Klaim Latihan Perang yang Viral
์กฐํ์ 19,428
Aurel Hermansyah Takut Gendut saat Hamil, Aaliyah Massaid Ungkap Suka Banget Momen Mengandung
์กฐํ์ 10,323
Isu Selingkuh Menerpa, Siti Badriah-Krisjiana Akhirnya Klarifikasi, Keluarga Ikut Memastikan Kondisi
์กฐํ์ 4,955
Kisah Haru Kepala Sekolah di Nepal, Berhasil Selamatkan 900 Muridnya dari Banjir Bandang Dahsyat
์กฐํ์ 4,222