[FULL] Pamitan Singkat ala Purbaya seusai Dicopot, Pengamat: Pidatonya di Sertijab Sinyal Kesal
지금 보고 있는 영상
[FULL] Pamitan Singkat ala Purbaya seusai Dicopot, Pengamat: Pidatonya di Sertijab Sinyal Kesal
Tribunnews
영상 설명 · 눌러서 펼치기
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa oleh Presiden Prabowo Subianto menuai banyak sorotan.
Pengamat politik dan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago, menanggapi soal fenomena ini, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, jabatan Menteri Keuangan bukan sekadar posisi teknokrat, melainkan juga bagian dari jabatan politik.
Rifqi menyoroti gaya komunikasi Purbaya yang blak-blakan dan ceplas-ceplos selama menjabat.
"Pola pendekatan Pak Purbaya terlalu keras, dan ini menjadi resisten bagi sebagian kalangan-kalangan di Kemenkeu," ujar Rifqi.
Ia menilai gaya tersebut membuat sebagian jajaran internal Kementerian Keuangan menganggap Purbaya sulit diajak bekerja sama.
Rifqi bahkan menyebut, sosok Purbaya sebenarnya lebih cocok mengisi posisi lain di luar Kementerian Keuangan.
"Mungkin saja Pak Purbaya nggak cocok jadi Menteri Keuangan, mungkin jadi Ketua KPK atau mungkin Kepala Bea Cukai," kata Rifqi.
Ia menjelaskan, karakter Purbaya yang gemar "membongkar" berbagai persoalan lebih relevan untuk posisi penegakan hukum, bukan sebagai bendahara negara.
Selain itu, Rifqi juga menyoroti pidato singkat Purbaya yang kurang dari satu menit saat acara serah terima jabatan.
Menurutnya, sikap itu bukan tanpa alasan.
"Sepertinya Pak Purbaya di waktu itu masih kesal, dan saya rasa bahwa tugas untuk membangun optimisme pasar bukan lagi tugas dia, tapi tugas dari Menteri Baru," ujar Rifqi.
Ia menduga, lewat pidato yang dipersingkat itu, Purbaya sengaja melempar tanggung jawab sepenuhnya kepada Suahasil Nazara selaku Menteri Keuangan yang baru.
Meski begitu, Rifqi menilai sikap Purbaya yang akhirnya menerima keputusan Presiden merupakan langkah yang tepat.
Ia menyebut sikap tersebut tetap membuka peluang bagi Purbaya untuk kembali menempati posisi strategis di pemerintahan pada masa mendatang.
(Tribun-Video.com)
Program: Tribunnews On Focus
Host: Nurma Aisyah
Editor Video: Dedhi Ajib Ramadhani
Uploader: bagus gema praditiya sukirman
==============
TRIBUN-VIDEO.COM - Pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa oleh Presiden Prabowo Subianto menuai banyak sorotan.
Pengamat politik dan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago, menanggapi soal fenomena ini, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, jabatan Menteri Keuangan bukan sekadar posisi teknokrat, melainkan juga bagian dari jabatan politik.
Rifqi menyoroti gaya komunikasi Purbaya yang blak-blakan dan ceplas-ceplos selama menjabat.
"Pola pendekatan Pak Purbaya terlalu keras, dan ini menjadi resisten bagi sebagian kalangan-kalangan di Kemenkeu," ujar Rifqi.
Ia menilai gaya tersebut membuat sebagian jajaran internal Kementerian Keuangan menganggap Purbaya sulit diajak bekerja sama.
Rifqi bahkan menyebut, sosok Purbaya sebenarnya lebih cocok mengisi posisi lain di luar Kementerian Keuangan.
"Mungkin saja Pak Purbaya nggak cocok jadi Menteri Keuangan, mungkin jadi Ketua KPK atau mungkin Kepala Bea Cukai," kata Rifqi.
Ia menjelaskan, karakter Purbaya yang gemar "membongkar" berbagai persoalan lebih relevan untuk posisi penegakan hukum, bukan sebagai bendahara negara.
Selain itu, Rifqi juga menyoroti pidato singkat Purbaya yang kurang dari satu menit saat acara serah terima jabatan.
Menurutnya, sikap itu bukan tanpa alasan.
"Sepertinya Pak Purbaya di waktu itu masih kesal, dan saya rasa bahwa tugas untuk membangun optimisme pasar bukan lagi tugas dia, tapi tugas dari Menteri Baru," ujar Rifqi.
Ia menduga, lewat pidato yang dipersingkat itu, Purbaya sengaja melempar tanggung jawab sepenuhnya kepada Suahasil Nazara selaku Menteri Keuangan yang baru.
Meski begitu, Rifqi menilai sikap Purbaya yang akhirnya menerima keputusan Presiden merupakan langkah yang tepat.
Ia menyebut sikap tersebut tetap membuka peluang bagi Purbaya untuk kembali menempati posisi strategis di pemerintahan pada masa mendatang.
(Tribun-Video.com)
Program: Tribunnews On Focus
Host: Nurma Aisyah
Editor Video: Dedhi Ajib Ramadhani
Uploader: bagus gema praditiya sukirman
==============
Tribunnews 다른 영상
Pelapor Bongkar Kejadian di Private Room Betrand Peto, Soroti Alasan Menangis karena Dilecehkan Kini
조회수 8
Rajin Olahraga Boleh Makan Gula? Ini Penjelasan Dokter
조회수 1
Perang Iran Bikin Pete Hegseth Terancam, Menhan AS Disebut di Ambang Pemakzulan
조회수 9
Kangen Band Batal Bubar, Andika Ungkap Alasan Para Personel Tetap Dianggap sebagai Saudara yang Baik
조회수 54
Sempat Disandera, Sopir Lajuran di Jayawijaya Ditemukan Tewas Ditembak KKB dan Jasad Dibakar
조회수 154
Momen Terakhir Aris Sanda Sebelum Tewas Ditembak KKB, Dipaksa Akui Papua Merdeka Sambil Diancam
KPK Dalami Dugaan Rp106 Miliar Suap ATRBPN Danai Muktamar NU, Nama Nusron Wahid Terseret
조회수 1,765
Benarkah Houthi Serang Mekkah dan Madinah? Ini Fakta Sebenarnya di Balik Klaim Arab Saudi
조회수 1,515