Maskapai Internasional Kena Sanksi AS, Bagaimana Cara Delegasi Iran Bisa Pulang dari PBB?
지금 보고 있는 영상
Maskapai Internasional Kena Sanksi AS, Bagaimana Cara Delegasi Iran Bisa Pulang dari PBB?
조회수 23,006
영상 설명 · 눌러서 펼치기
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mempertanyakan bagaimana delegasi Iran yang menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York akan kembali ke negaranya.
Pertanyaan Bessent muncul setelah Presiden Donald Trump baru-baru ini melarang seluruh maskapai Iran beroperasi di AS, sebagai bagian dari sanksi baru yang menargetkan Teheran.
Dalam wawancara bersama Fox News pada Rabu (23/9/2026), Bessent menyebut sekitar 80 hingga 90 persen penerbangan internasional dari Iran telah dihentikan.
Hal itu terjadi setelah AS mengancam perusahaan asing yang menyediakan layanan penerbangan bagi maskapai Iran dengan sanksi sekunder.
"Saya tidak yakin bagaimana perwakilan Iran di PBB akan pulang," kata Bessent.
Selain sanksi di sektor penerbangan, Bessent juga mengancam akan menargetkan kegiatan operasional lembaga keuangan, perusahaan, dan pelaku usaha asing yang masih berhubungan dengan Iran.
Ia menggambarkan strategi AS tersebut sebagai perpaduan antara operasi militer, blokade laut, dan tekanan finansial.
Bessent mengatakan rangkaian sanksi dan tekanan dari Washington itu dapat berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.
Adapun delegasi Iran yang mengikuti Sidang Umum PBB di antaranya Presiden Masoud Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Pezeshkian tiba di New York pada Selasa (22/9/2026) dan mendapat kesempatan berpidato sehari setelahnya.
Hingga saat ini, delegasi Iran masih berada di AS karena rangkaian acara PBB berlangsung hingga 28 September 2026.
Sementara itu, data pelacakan penerbangan menunjukkan tidak seluruh penerbangan internasional dari Iran berhenti beroperasi.
Sejumlah pesawat masih terpantau berangkat menuju Bangkok, Shanghai, hingga Kabul setelah pembatasan AS berlaku pada Rabu (23/9/2026).
China sebelumnya menentang sanksi AS tersebut dan menyebutnya ilegal. (Tribun-Video.com)
Program: Tribunnews Update
Host: Agung Tri Laksono
Editor Video: Ni'amu Shoim Assari Alfani
Uploader: Panji Anggoro Putro
TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mempertanyakan bagaimana delegasi Iran yang menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York akan kembali ke negaranya.
Pertanyaan Bessent muncul setelah Presiden Donald Trump baru-baru ini melarang seluruh maskapai Iran beroperasi di AS, sebagai bagian dari sanksi baru yang menargetkan Teheran.
Dalam wawancara bersama Fox News pada Rabu (23/9/2026), Bessent menyebut sekitar 80 hingga 90 persen penerbangan internasional dari Iran telah dihentikan.
Hal itu terjadi setelah AS mengancam perusahaan asing yang menyediakan layanan penerbangan bagi maskapai Iran dengan sanksi sekunder.
"Saya tidak yakin bagaimana perwakilan Iran di PBB akan pulang," kata Bessent.
Selain sanksi di sektor penerbangan, Bessent juga mengancam akan menargetkan kegiatan operasional lembaga keuangan, perusahaan, dan pelaku usaha asing yang masih berhubungan dengan Iran.
Ia menggambarkan strategi AS tersebut sebagai perpaduan antara operasi militer, blokade laut, dan tekanan finansial.
Bessent mengatakan rangkaian sanksi dan tekanan dari Washington itu dapat berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.
Adapun delegasi Iran yang mengikuti Sidang Umum PBB di antaranya Presiden Masoud Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Pezeshkian tiba di New York pada Selasa (22/9/2026) dan mendapat kesempatan berpidato sehari setelahnya.
Hingga saat ini, delegasi Iran masih berada di AS karena rangkaian acara PBB berlangsung hingga 28 September 2026.
Sementara itu, data pelacakan penerbangan menunjukkan tidak seluruh penerbangan internasional dari Iran berhenti beroperasi.
Sejumlah pesawat masih terpantau berangkat menuju Bangkok, Shanghai, hingga Kabul setelah pembatasan AS berlaku pada Rabu (23/9/2026).
China sebelumnya menentang sanksi AS tersebut dan menyebutnya ilegal. (Tribun-Video.com)
Program: Tribunnews Update
Host: Agung Tri Laksono
Editor Video: Ni'amu Shoim Assari Alfani
Uploader: Panji Anggoro Putro
Tribunnews 다른 영상
Detik-detik Ambulans Mengular Diduga Bawa Korban Keracunan MBG di Kabupaten Batang, Ada Balita
조회수 5,649
Yakin 100% Ijazah Jokowi Palsu, Gus Nur: Yang Bisa Datangkan Asli ke Pengadilan, Saya Cium Kakinya
조회수 13,193
Disebut Calon Presiden oleh Media Inggris, Dedi Mulyadi: Terima Kasih, Saya Banyak Kurangnya
조회수 1,168
Bela Roy Suryo, Gus Nur: Yang Bisa Datangkan Ijazah Asli Jokowi di Pengadilan, Saya Cium Kakinya
조회수 3,337
Disorot Media Inggris soal Popularitas dan Peluang Jadi Calon Presiden, Begini Respons Dedi Mulyadi
조회수 12,663
Ombudsman Kaget Sidak Lapas Cibinong Malah Temukan Kamar Mewah Bak Apartemen & Miras di Kulkas
조회수 8,702
Maskapai Internasional Iran Diboikot, AS Bingung Delegasi Teheran Pulang dari PBB Naik Apa
조회수 4,396
Kalahkan China, Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026 dari Tim Putra Bulu Tangkis
조회수 2,904