allsnsrank
회원가입

Mencari Jurnalis Hilang: Kisah Vicky Basarnas Hadapi Ketakutan di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Tribunnews
구독자 1,560만명
조회수 665회 · 좋아요 7 · 2026-09-19 📊 채널 정보 보기 ▶ 유튜브

지금 보고 있는 영상

Mencari Jurnalis Hilang: Kisah Vicky Basarnas Hadapi Ketakutan di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau
조회수 665
영상 설명 · 눌러서 펼치기
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Kisah pengabdian datang dari anggota Basarnas Banten yang selama delapan hari harus meninggalkan keluarga demi menjalankan tugas kemanusiaan.

Dia adalah Vicky Meidy Pribadi (30), warga Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang, Banten.

Vicky merupakan salah satu anggota Basarnas Banten yang terlibat langsung dalam operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru Speedboat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Sejak bergabung dengan Basarnas Banten pada 2020, Vicky mengaku telah memahami bahwa tugas sebagai rescuer menuntut dirinya untuk selalu siap ketika dibutuhkan.

Baginya, meninggalkan keluarga untuk sementara waktu merupakan bagian dari pengabdian demi menjalankan tugas negara dan misi kemanusiaan.

"Mengabdikan diri kepada negara, dan sudah dikontrak untuk melakukan proses pencarian pertolongan," ujar Vicky di Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Selasa (15/9/2026).

Selama delapan hari berada di lapangan, Vicky bersama tim SAR gabungan terus menyisir sejumlah wilayah perairan Selat Sunda untuk mencari keberadaan para korban.

Ia mengatakan kondisi cuaca selama proses pencarian relatif cerah, tetapi tim masih menghadapi kendala berupa kabut tebal akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

"Memang kondisinya Alhamdulillah cerah, namun kabut dari erupsi itu lebih proper masuk ke Gunung Anak Krakatau," katanya.

Menurut Vicky, metode pencarian juga disesuaikan dengan kondisi dan medan yang ditemukan tim di lapangan.

Jika terdapat titik yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban, tim dapat melakukan pencarian dengan berenang maupun penyelaman.

"Kalau nyebur tergantung medannya, kalau misalnya sudah ada titik di situ berenang atau penyelaman kita lakukan," ucapnya.

Selama operasi berlangsung, Vicky bersama rekan-rekannya memilih menginap di Posko SAR Gabungan Marina Carita, Kabupaten Pandeglang.

Ia menyebut keputusan untuk tidak pulang ke rumah dilakukan agar seluruh personel dapat fokus menjalankan operasi pencarian.

"Nginep di sini. Selagi kita operasi seperti ini yang di rumah harus ditinggalkan dulu, khawatir tidak fokus," tuturnya.

Dalam menjalankan operasi di tengah laut, Vicky mengatakan setiap rescuer harus mempersiapkan berbagai perlengkapan keselamatan.

Di antaranya helm, masker, kacamata, sarung tangan, pelampung, hingga peralatan daya apung.

Tak hanya perlengkapan keselamatan, tim juga membawa perbekalan logistik untuk beberapa hari sebagai langkah antisipasi apabila operasi pencarian berlangsung lebih lama dari perkiraan.

"Kita bawa bekal, jangan sampai enggak. Minimal tiga atau empat hari perbekalan kita siapkan," katanya.

Vicky mengaku rasa takut tetap muncul ketika berada di tengah laut, terlebih saat menghadapi kondisi alam yang tidak menentu.

Namun, rasa takut tersebut berusaha dikesampingkan ketika dirinya mendapat tugas untuk membantu menyelamatkan nyawa orang lain.

"Rasa takut ada. Baik takut kondisi-kondisi alam yang emergensi. Tapi kita yakin kepada Allah SWT, bahwa kita bekerja ini tulus demi kemanusiaan," jelasnya.

Bagi Vicky, salah satu kebanggaan terbesar seorang rescuer adalah ketika berhasil menemukan korban dalam kondisi selamat.

Namun, dalam operasi SAR, ia juga harus siap menghadapi kemungkinan terburuk ketika korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Kalau ada korban ditemukan betul-betul dengan kondisi selamat, itu jadi kebanggaan bagi kita. Tapi kalau yang meninggal banyak," ujarnya.

Di tengah tugas yang masih berlangsung, Vicky turut menyampaikan pesan kepada keluarganya yang berada di rumah.

Ia meminta keluarganya tetap menjaga diri dan keselamatan selama dirinya masih menjalankan operasi pencarian di perairan Selat Sunda.

"Tentunya tetap jaga diri, dan yang ada di rumah tetap safety," pungkasnya. (*)


Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com dengan judul Kisah Vicky Basarnas, 8 Hari Tinggalkan Keluarga Cari 5 Jurnalis dan 3 Kru Hilang di Selat Sunda, https://banten.tribunnews.com/pandeglang/158646/kisah-vicky-basarnas-8-hari-tinggalkan-keluarga-cari-5-jurnalis-dan-3-kru-hilang-di-selat-sunda?page=all.


Program: Saksi Kata
Sumber: Tribun Banten
Editor:Akmal Khoirul Habib


#Basarnas #TimSAR #Rescuer #OperasiSAR #SelatSunda #GunungAnakKrakatau #PencarianKorban #VickyMeidyPribadi #Carita #Pandeglang #SaksiKata