Lansia Tak Punya HP dan Sakit Terindikasi Judol, Bansos Dihentikan hingga Data Dipertanyakan
지금 보고 있는 영상
Lansia Tak Punya HP dan Sakit Terindikasi Judol, Bansos Dihentikan hingga Data Dipertanyakan
조회수 4,328
영상 설명 · 눌러서 펼치기
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Pemerintah melalui Kementerian Sosial menangguhkan dan menyetop penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi keluarga penerima manfaat yang terindikasi terlibat transaksi judi online (judol).
Bantuan dari penerima yang melanggar akan dihentikan permanen dan dialihkan kepada warga lain yang lebih berhak.
Namun, kebijakan tersebut belum sepenuhnya efektif.
Pasalnya, dalam beberapa kasus, pihak yang terindikasi terlibat judol dinilai tidak masuk akal.
Seperti kejadian di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, lansia yang tinggal seorang diri terindikasi melakukan judol.
Mengutip TribunSolo.com, lansia itu tercatat dalam kartu keluarga (KK) seorang diri. Ia juga dalam kondisi sakit.
Ketua Tim Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Wonogiri Indah Yuli Sukaisih mengaku heran dengan temuan tersebut.
"Ada temuan, lansia KK sendiri, kondisi sakit tapi juga terindikasi judol. Kan tidak mungkin, apalagi KK tunggal, sakit lagi. Kok bisa terindikasi judol, yang menggunakan identitasnya siapa?" katanya, Jumat (28/8/2026).
Petugas belum dapat memastikan pihak yang melakukan transaksi judol.
Sebab, data yang muncul baru menunjukkan adanya indikasi pada identitas dalam kartu keluarga.
Indah mengatakan bansos dapat dihentikan jika terdapat anggota keluarga dalam satu KK terbukti melakukan aktivitas judol.
Namun, lanjut dia, pemerintah tidak mengambil keputusan tersebut secara langsung hanya berdasarkan data indikasi.
Penerima bansos terlebih dahulu akan dipanggil dan dimintai klarifikasi melalui proses penelusuran di tingkat desa atau kelurahan.
"Nanti dipanggil di tingkat desa, kita tetap asas praduga tak bersalah. Ini kan juga aib, kita tidak tahu ini benar apa tidak," ujarnya.
Menurutn dia, proses verifikasi juga diperlukan agar penyaluran bansos tetap tepat sasaran.
Kasus serupa juga terjadi di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Darmi (63), lansia asal Dukuh Kayunan Barat, Desa Kayugritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, tidak lagi mendapatkan bansos karena terindikasi judol.
Ia tinggal bersama suaminya, Dayat (77) dan seorang anak perempuan yang mengalami gangguan jiwa.
Sebelumnya, Darmi mendapat bantuan melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Namun, sosok Darmi yang terindikasi judol terasa janggal. Sebab, dirinya tidak bisa membaca dan menulis, serta tak memiliki ponsel.
"Sudah lama saya lupa (tidak dapat bantuan). Saya ini tidak sekolah, baca tulis saja saya tidak bisa, ponsel juga tidak punya," katanya, Jumat, dilansir Kompas.com.
Sebelumnya, Darmi menerima BPNT sebesar Rp200.000 per bulan.
Bantuan itu dicairkan tiga bulan sekali, sehingga setiap pencairan ia menerima Rp600.000.
"Kalau dapat Rp 600.000 itu bisa buat beli beras," ujarnya.
Kini bantuan itu sudah tidak lagi diterimanya.
Darmi mengatakan penghentian bantuan itu sudah berlangsung cukup lama dan tidak mengetahui penyebabnya.
Kondisi ekonomi keluarga Darmi tergolong serba terbatas.
Untuk mendapatkan penghasilan, Darmi mengerjakan pekerjaan rumahan seperti memotong benang sisa jahitan atau mengobras benang pada pakaian dan celana.
Uang tersebut kemudian digunakan untuk membeli beras.
Sementara suaminya sudah tidak memiliki penghasilan tetap.
Sejak bansos mandek, Darmi lebih banyak mengandalkan bantuan dari orang-orang sekitarnya.
"Biasanya dibantu tetangga kanan kiri. Pak lurah juga ngasih. Kadang ya ngutang ke sana ke sini," ujarnya.
Operator Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Desa Kayugritan Neli Setyoningsih membenarkan Darmi merupakan warga yang tercatat sebagai penerima bantuan.
Menurut Neli, Darmi tercatat dalam desil satu, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Namun, bantuan BPNT yang diterima atas nama Darmi dihentikan pada awal 2026 setelah sistem mendeteksi adanya indikasi aktivitas judol.
"Mbah Darmi dan suaminya itu baca tulis tidak bisa, tidak sekolah, ponsel tidak punya. Kami sedang lakukan sanggahan penonaktifan bantuannya."
"ATM atas nama Darmi. Terindikasi judi online, tidak digunakan seperti peruntukannya," ujarnya.
Neli mengatakan KTP Darmi sempat dipinjam oleh seorang tetangga yang masih berusia muda pada akhir 2025 lalu.
"Dia dikasih upah Rp 25.000, dipinjam kemungkinan akhir 2025, dipinjam oleh tetangganya, dia remaja," kata Neli.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kisah Lansia Terindikasi Judol, padahal Sedang Sakit hingga Tak Punya Ponsel, Bansos Disetop, https://www.tribunnews.com/regional/7875086/kisah-lansia-terindikasi-judol-padahal-sedang-sakit-hingga-tak-punya-ponsel-bansos-disetop?page=all&s=paging_new.
Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Febri Prasetyo
Program: Tribunnews Update
Editor Video: Anggraini Puspasari
#Bansos #BantuanSosial #JudiOnline #Judol #Kemensos #KementerianSosial #PKH #BPNT #Lansia #PenerimaBansos #BansosDihentikan #CekDataBansos #VerifikasiBansos #KesejahteraanSos
TRIBUN-VIDEO.COM - Pemerintah melalui Kementerian Sosial menangguhkan dan menyetop penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi keluarga penerima manfaat yang terindikasi terlibat transaksi judi online (judol).
Bantuan dari penerima yang melanggar akan dihentikan permanen dan dialihkan kepada warga lain yang lebih berhak.
Namun, kebijakan tersebut belum sepenuhnya efektif.
Pasalnya, dalam beberapa kasus, pihak yang terindikasi terlibat judol dinilai tidak masuk akal.
Seperti kejadian di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, lansia yang tinggal seorang diri terindikasi melakukan judol.
Mengutip TribunSolo.com, lansia itu tercatat dalam kartu keluarga (KK) seorang diri. Ia juga dalam kondisi sakit.
Ketua Tim Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Wonogiri Indah Yuli Sukaisih mengaku heran dengan temuan tersebut.
"Ada temuan, lansia KK sendiri, kondisi sakit tapi juga terindikasi judol. Kan tidak mungkin, apalagi KK tunggal, sakit lagi. Kok bisa terindikasi judol, yang menggunakan identitasnya siapa?" katanya, Jumat (28/8/2026).
Petugas belum dapat memastikan pihak yang melakukan transaksi judol.
Sebab, data yang muncul baru menunjukkan adanya indikasi pada identitas dalam kartu keluarga.
Indah mengatakan bansos dapat dihentikan jika terdapat anggota keluarga dalam satu KK terbukti melakukan aktivitas judol.
Namun, lanjut dia, pemerintah tidak mengambil keputusan tersebut secara langsung hanya berdasarkan data indikasi.
Penerima bansos terlebih dahulu akan dipanggil dan dimintai klarifikasi melalui proses penelusuran di tingkat desa atau kelurahan.
"Nanti dipanggil di tingkat desa, kita tetap asas praduga tak bersalah. Ini kan juga aib, kita tidak tahu ini benar apa tidak," ujarnya.
Menurutn dia, proses verifikasi juga diperlukan agar penyaluran bansos tetap tepat sasaran.
Kasus serupa juga terjadi di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Darmi (63), lansia asal Dukuh Kayunan Barat, Desa Kayugritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, tidak lagi mendapatkan bansos karena terindikasi judol.
Ia tinggal bersama suaminya, Dayat (77) dan seorang anak perempuan yang mengalami gangguan jiwa.
Sebelumnya, Darmi mendapat bantuan melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Namun, sosok Darmi yang terindikasi judol terasa janggal. Sebab, dirinya tidak bisa membaca dan menulis, serta tak memiliki ponsel.
"Sudah lama saya lupa (tidak dapat bantuan). Saya ini tidak sekolah, baca tulis saja saya tidak bisa, ponsel juga tidak punya," katanya, Jumat, dilansir Kompas.com.
Sebelumnya, Darmi menerima BPNT sebesar Rp200.000 per bulan.
Bantuan itu dicairkan tiga bulan sekali, sehingga setiap pencairan ia menerima Rp600.000.
"Kalau dapat Rp 600.000 itu bisa buat beli beras," ujarnya.
Kini bantuan itu sudah tidak lagi diterimanya.
Darmi mengatakan penghentian bantuan itu sudah berlangsung cukup lama dan tidak mengetahui penyebabnya.
Kondisi ekonomi keluarga Darmi tergolong serba terbatas.
Untuk mendapatkan penghasilan, Darmi mengerjakan pekerjaan rumahan seperti memotong benang sisa jahitan atau mengobras benang pada pakaian dan celana.
Uang tersebut kemudian digunakan untuk membeli beras.
Sementara suaminya sudah tidak memiliki penghasilan tetap.
Sejak bansos mandek, Darmi lebih banyak mengandalkan bantuan dari orang-orang sekitarnya.
"Biasanya dibantu tetangga kanan kiri. Pak lurah juga ngasih. Kadang ya ngutang ke sana ke sini," ujarnya.
Operator Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Desa Kayugritan Neli Setyoningsih membenarkan Darmi merupakan warga yang tercatat sebagai penerima bantuan.
Menurut Neli, Darmi tercatat dalam desil satu, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Namun, bantuan BPNT yang diterima atas nama Darmi dihentikan pada awal 2026 setelah sistem mendeteksi adanya indikasi aktivitas judol.
"Mbah Darmi dan suaminya itu baca tulis tidak bisa, tidak sekolah, ponsel tidak punya. Kami sedang lakukan sanggahan penonaktifan bantuannya."
"ATM atas nama Darmi. Terindikasi judi online, tidak digunakan seperti peruntukannya," ujarnya.
Neli mengatakan KTP Darmi sempat dipinjam oleh seorang tetangga yang masih berusia muda pada akhir 2025 lalu.
"Dia dikasih upah Rp 25.000, dipinjam kemungkinan akhir 2025, dipinjam oleh tetangganya, dia remaja," kata Neli.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kisah Lansia Terindikasi Judol, padahal Sedang Sakit hingga Tak Punya Ponsel, Bansos Disetop, https://www.tribunnews.com/regional/7875086/kisah-lansia-terindikasi-judol-padahal-sedang-sakit-hingga-tak-punya-ponsel-bansos-disetop?page=all&s=paging_new.
Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Febri Prasetyo
Program: Tribunnews Update
Editor Video: Anggraini Puspasari
#Bansos #BantuanSosial #JudiOnline #Judol #Kemensos #KementerianSosial #PKH #BPNT #Lansia #PenerimaBansos #BansosDihentikan #CekDataBansos #VerifikasiBansos #KesejahteraanSos
Tribunnews 다른 영상
🔴Korban Banjir Nepal Selamat Setelah Terkubur Berhari-hari, Ungkap Air Bah Datang dalam 5 Menit
Anggun Langsung Iya Saat Ditawari Main di Reacher, Ngefans Sejak Season 1: “Apa Pun Role-nya”
조회수 115
Jadi Ibu, Aaliyah Massaid Ungkap Cara Jaga Quality Time dengan Thariq, Rutin Makan Bersama di Rumah
조회수 840
Mojtaba Khamenei Kirim Surat ke Negara Teluk, Serukan Muslim Bersatu Lawan Musuh Singgung Palestina
조회수 292
Banser, Pagar Nusa, dan SIGAP Siaga di GSG PP Tambakberas, Pengamanan Muktamar Ke-35 NU Diperketat
조회수 4,548
Penampakan Kotak Suara AHWA, Tiba di Muktamar NU Jombang dengan Pengawalan Ketat Petugas
조회수 10,057
Uang Rp1,3 Miliar Milik Selebgram Vilmei Dicuri, Karyawan dan Pacar Resmi Ditahan Polisi
조회수 7,636
Ketakutan Dihabisi Iran, Putra Bungsu Netanyahu Diungsikan dari Florida Tanpa Bawa Barang-Barang
조회수 566