Viral Ucapan Adik Prabowo Dipelintir Sebut Tukang Pijat hingga Cukur Bakal Dipungut Pajak demi MBG
지금 보고 있는 영상
Viral Ucapan Adik Prabowo Dipelintir Sebut Tukang Pijat hingga Cukur Bakal Dipungut Pajak demi MBG
조회수 835
영상 설명 · 눌러서 펼치기
TRIBUN-VIDEO.COM - Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan besarnya potensi penerimaan negara dari aktivitas ekonomi yang belum tercatat.
Ia menyebut, sekitar 30 hingga 40 persen aktivitas ekonomi Indonesia belum masuk dalam pencatatan, dengan nilai mencapai Rp 10.000 triliun.
Hal itu disampaikan Hashim dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Hashim menjelaskan, aktivitas ekonomi yang belum tercatat tersebut antara lain berasal dari transaksi tunai dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mencontohkan jasa tukang cukur yang rutin datang ke apartemennya setiap bulan tanpa memberikan kuitansi, serta jasa pijat yang digunakan keluarganya.
“Artinya apa? Ternyata ada jutaan transaksi, kali ratusan juta, sebagian mungkin termasuk mungkin warung Tegal, beauty salon, tidak ada (pajak) semua transaksi itu berupa tunai. Itu kurang lebih menurut Bank Dunia Rp 10.000 triliun,” ujarnya.
Menurut Hashim, besarnya aktivitas ekonomi yang belum tercatat tersebut turut memengaruhi rendahnya rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto (PDB).
Ia menyebut rasio penerimaan negara, yang mencakup pajak, cukai, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP), masih berada di kisaran 12 persen.
Di sisi lain, Hashim menilai Indonesia merupakan negara yang sangat kaya dan memiliki kemampuan membiayai berbagai program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
Namun, pernyataannya mengenai transaksi tunai, termasuk jasa tukang cukur dan tukang pijat, belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Sejumlah warganet menafsirkan ucapan tersebut sebagai sinyal bahwa pemerintah akan menarik pajak dari pekerja jasa informal untuk membiayai program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
Padahal, dalam konteks pernyataannya, Hashim sedang menyoroti besarnya aktivitas ekonomi yang belum tercatat dan potensi penerimaan negara yang belum tergarap, bukan mengumumkan kebijakan khusus untuk memajaki tukang cukur maupun tukang pijat.
(Tribun-Video.com)
Program: Tribunnews Update
Host: Agung Tri Laksono
Editor Video: titis tiara
Uploader: Tri Hantoro
Reporter:
Ia menyebut, sekitar 30 hingga 40 persen aktivitas ekonomi Indonesia belum masuk dalam pencatatan, dengan nilai mencapai Rp 10.000 triliun.
Hal itu disampaikan Hashim dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Hashim menjelaskan, aktivitas ekonomi yang belum tercatat tersebut antara lain berasal dari transaksi tunai dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mencontohkan jasa tukang cukur yang rutin datang ke apartemennya setiap bulan tanpa memberikan kuitansi, serta jasa pijat yang digunakan keluarganya.
“Artinya apa? Ternyata ada jutaan transaksi, kali ratusan juta, sebagian mungkin termasuk mungkin warung Tegal, beauty salon, tidak ada (pajak) semua transaksi itu berupa tunai. Itu kurang lebih menurut Bank Dunia Rp 10.000 triliun,” ujarnya.
Menurut Hashim, besarnya aktivitas ekonomi yang belum tercatat tersebut turut memengaruhi rendahnya rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto (PDB).
Ia menyebut rasio penerimaan negara, yang mencakup pajak, cukai, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP), masih berada di kisaran 12 persen.
Di sisi lain, Hashim menilai Indonesia merupakan negara yang sangat kaya dan memiliki kemampuan membiayai berbagai program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
Namun, pernyataannya mengenai transaksi tunai, termasuk jasa tukang cukur dan tukang pijat, belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Sejumlah warganet menafsirkan ucapan tersebut sebagai sinyal bahwa pemerintah akan menarik pajak dari pekerja jasa informal untuk membiayai program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
Padahal, dalam konteks pernyataannya, Hashim sedang menyoroti besarnya aktivitas ekonomi yang belum tercatat dan potensi penerimaan negara yang belum tergarap, bukan mengumumkan kebijakan khusus untuk memajaki tukang cukur maupun tukang pijat.
(Tribun-Video.com)
Program: Tribunnews Update
Host: Agung Tri Laksono
Editor Video: titis tiara
Uploader: Tri Hantoro
Reporter:
Tribunnews 다른 영상
Makin Kritis seusai Mundur dari Polri, AKBP Netty Dukung Demo Mahasiswi hingga Sentil Raffi Ahmad
조회수 703
Penjualan Mobil Komersial Sepanjang 2026 Melonjak 64 Persen, Ini Merek yang Paling Laris
조회수 43
Mengapa Pemerintah Tak Khawatir meski Inflasi Oktober Capai 3,23 Persen?
조회수 68
Viral Aksi Warga Bantu Warga, UMKM yang Mundur dari RANS Carnival Kini Banjir Orderan
조회수 2,456
Perbandingan Video RANS Carnival Unggahan Raffi Ahmad vs Warganet 1 November, Suasananya Kontras
조회수 4,159
Bagaimana Nasib AKBP Andhika dan 3 Personel usai Dicopot Buntut Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo?
조회수 4,859
Dokter Jaga Puskesmas Bantarujeg Minta Maaf, Sebut Ada Kesalahpahaman: Tak Niat Menolak Pasien
조회수 813
Mundur dari Polri, AKBP Netty Rosdiana Dukung Mahasiswi Ikut Demo hingga Serukan Boikot Raffi Ahmad
조회수 5,096