Berawal dari Suapan MBG, Siswi di Karo Alami Keracunan hingga Hilang Ingatan
지금 보고 있는 영상
Berawal dari Suapan MBG, Siswi di Karo Alami Keracunan hingga Hilang Ingatan
조회수 68
영상 설명 · 눌러서 펼치기
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Febi Yona br Purba, siswi SMK Bersama Berastagi, kembali menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, Medan, Selasa (8/9/2026).
Kedatangan gadis berusia 16 tahun itu merupakan kali ketiga dirinya menjalani rawat jalan setelah mengalami keracunan yang diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Saat ditemui di rumah sakit, kondisi Febi tampak memprihatinkan dan ia disebut mengalami trauma cukup parah hingga tidak ingin direkam oleh awak media.
Usai menjalani pemeriksaan dan mendengarkan penjelasan dokter, Febi terus didampingi sang ibu, Elvinus Lusiana br Sitanggang, yang berusaha menenangkan putrinya.
Setelah dari poli, Febi dibawa ke mobil untuk beristirahat sebelum kembali ke kediamannya di Kabupaten Karo.
Kedatangan Febi dan ibunya ke rumah sakit turut didampingi pihak Badan Gizi Nasional (BGN) yang membantu mendorong kursi roda.
Elvinus kemudian menceritakan kondisi putrinya yang mengalami penurunan daya ingat setelah keracunan pada 13 Agustus 2026.
"Awal mulanya, waktu dia keracunan dia kan pulang ke rumah. Tapi waktu di sekolah juga dia sudah enggak pusing sebelum pulang ke rumah. Tapi sampai rumah dia bilang, 'Mak, aku pusing. Terus, badanku juga gatal-gatal,'" ujar Elvinus.
Saat itu, Elvinus mengajak Febi ke rumah sakit, tetapi putrinya memilih tidur karena merasa kondisinya belum terlalu parah.
Elvinus kemudian memberikan susu kepada Febi setelah melihat sejumlah guru membagikan susu kepada siswa yang terdampak keracunan.
"Karena kulihat guru-guru SMA negeri bagikan susu. Anakku ini kan sekolah di SMK Bersama. Jadi itulah kukasih susu, baru sedikit diminumnya langsung muntah dia. Lalu kubawa ke Rumah Sakit Umum," katanya.
Setelah muntah, Febi dibawa ke RSUD Kabanjahe untuk mendapatkan pemeriksaan dan menjalani perawatan selama tiga hari sebelum diperbolehkan pulang.
Namun, setibanya di rumah, kondisi Febi justru memburuk hingga mengalami kejang.
"Sampai di rumah langsung kejang dia. Dari situ awal mulanya dia kejang," ucap Elvinus.
Sejak saat itu, Febi disebut semakin sering mengalami kejang hingga kondisi kesehatannya menurun dan daya ingatnya terganggu.
"Hilang ingatannya, yang terdekat saja dulu, ya. Adiknya, kakaknya, itu kan satu rumah, itu enggak diingatnya," katanya.
Penurunan daya ingat Febi semakin terlihat saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji.
Setelah keluar dari ruang ICU RS Haji, Febi disebut sudah tidak mampu mengenali sejumlah anggota keluarganya.
"Waktu di Rumah Sakit Haji, datang adiknya, ya sudah, 'Adik,' kami bilang, 'ya adiklah itu,' gitu saja. Sejak dia keluar dari ruang ICU," ungkapnya.
Keluarga kemudian berusaha membantu mengembalikan ingatan Febi dengan menanyakan identitas orang-orang terdekat yang datang menjenguk.
Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena Febi juga tidak lagi mengenali bibinya yang selama ini rutin ditemui setiap pekan.
Keluarga bahkan kembali mencoba menanyakan mengenai anak dari sang bibi, tetapi Febi tetap tidak mampu mengingat orang-orang terdekatnya. (*)
Program: Saksi Kata
Sumber: Tribun Medan
Editor: Akmal Khoirul Habib
#FebiYona #Karo #Berastagi #KeracunanMBG #MBG #MakanBergiziGratis #RSUPAdamMalik #KeracunanMakanan #Kesehatan #SaksiKata
TRIBUN-VIDEO.COM - Febi Yona br Purba, siswi SMK Bersama Berastagi, kembali menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, Medan, Selasa (8/9/2026).
Kedatangan gadis berusia 16 tahun itu merupakan kali ketiga dirinya menjalani rawat jalan setelah mengalami keracunan yang diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Saat ditemui di rumah sakit, kondisi Febi tampak memprihatinkan dan ia disebut mengalami trauma cukup parah hingga tidak ingin direkam oleh awak media.
Usai menjalani pemeriksaan dan mendengarkan penjelasan dokter, Febi terus didampingi sang ibu, Elvinus Lusiana br Sitanggang, yang berusaha menenangkan putrinya.
Setelah dari poli, Febi dibawa ke mobil untuk beristirahat sebelum kembali ke kediamannya di Kabupaten Karo.
Kedatangan Febi dan ibunya ke rumah sakit turut didampingi pihak Badan Gizi Nasional (BGN) yang membantu mendorong kursi roda.
Elvinus kemudian menceritakan kondisi putrinya yang mengalami penurunan daya ingat setelah keracunan pada 13 Agustus 2026.
"Awal mulanya, waktu dia keracunan dia kan pulang ke rumah. Tapi waktu di sekolah juga dia sudah enggak pusing sebelum pulang ke rumah. Tapi sampai rumah dia bilang, 'Mak, aku pusing. Terus, badanku juga gatal-gatal,'" ujar Elvinus.
Saat itu, Elvinus mengajak Febi ke rumah sakit, tetapi putrinya memilih tidur karena merasa kondisinya belum terlalu parah.
Elvinus kemudian memberikan susu kepada Febi setelah melihat sejumlah guru membagikan susu kepada siswa yang terdampak keracunan.
"Karena kulihat guru-guru SMA negeri bagikan susu. Anakku ini kan sekolah di SMK Bersama. Jadi itulah kukasih susu, baru sedikit diminumnya langsung muntah dia. Lalu kubawa ke Rumah Sakit Umum," katanya.
Setelah muntah, Febi dibawa ke RSUD Kabanjahe untuk mendapatkan pemeriksaan dan menjalani perawatan selama tiga hari sebelum diperbolehkan pulang.
Namun, setibanya di rumah, kondisi Febi justru memburuk hingga mengalami kejang.
"Sampai di rumah langsung kejang dia. Dari situ awal mulanya dia kejang," ucap Elvinus.
Sejak saat itu, Febi disebut semakin sering mengalami kejang hingga kondisi kesehatannya menurun dan daya ingatnya terganggu.
"Hilang ingatannya, yang terdekat saja dulu, ya. Adiknya, kakaknya, itu kan satu rumah, itu enggak diingatnya," katanya.
Penurunan daya ingat Febi semakin terlihat saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji.
Setelah keluar dari ruang ICU RS Haji, Febi disebut sudah tidak mampu mengenali sejumlah anggota keluarganya.
"Waktu di Rumah Sakit Haji, datang adiknya, ya sudah, 'Adik,' kami bilang, 'ya adiklah itu,' gitu saja. Sejak dia keluar dari ruang ICU," ungkapnya.
Keluarga kemudian berusaha membantu mengembalikan ingatan Febi dengan menanyakan identitas orang-orang terdekat yang datang menjenguk.
Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena Febi juga tidak lagi mengenali bibinya yang selama ini rutin ditemui setiap pekan.
Keluarga bahkan kembali mencoba menanyakan mengenai anak dari sang bibi, tetapi Febi tetap tidak mampu mengingat orang-orang terdekatnya. (*)
Program: Saksi Kata
Sumber: Tribun Medan
Editor: Akmal Khoirul Habib
#FebiYona #Karo #Berastagi #KeracunanMBG #MBG #MakanBergiziGratis #RSUPAdamMalik #KeracunanMakanan #Kesehatan #SaksiKata
Tribunnews 다른 영상
3 Korporasi Divonis Bayar Rp 364,2 M terkait Kasus Korupsi TaniHub, Terdakwa & Jaksa Pikir Banding
조회수 12
Addie MS Pernah Ditawari Jabatan: “Saya Takut. Saya Mau Tetap Jadi Musisi” | Ngocak Febby
조회수 8
Malam-Malam di Kamar Mayat Eks RS Kadipolo, Penghuni Ungkap Banyak Kejadian Aneh
조회수 19
Keluarga Korban Keracunan MBG di Karo Sumut Tempuh Jalur Hukum, Polisikan BGN, SPPG hingga Guru
조회수 96
Alasan AMPB Kerahkan 200 Orang untuk Demo di Depan Bank Mandiri Pati, Soal Rekening Diblokir
조회수 724
Nelayan Akui Sempat Larang Kapten Kapal Rombongan Jurnalis Balik ke Carita sebelum Hilang Kontak
조회수 566
2 Kapal KRI TNI AL Bantu Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Speedboat Hilang di Sekitar Anak Krakatau
조회수 190
Helikopter dan 11 Kapal Bantu Pencarian 5 Jurnalis & 3 Kru Speedboat Hilang di Area Anak Krakatau
조회수 201