Muktamar ke-35 NU: Begini Mekanisme Pemilihan AHWA untuk Menentukan Rais 'Aam PBNU 2026-2031
지금 보고 있는 영상
Muktamar ke-35 NU: Begini Mekanisme Pemilihan AHWA untuk Menentukan Rais 'Aam PBNU 2026-2031
조회수 73
영상 설명 · 눌러서 펼치기
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM- Hasil Pleno III Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memutuskan mengubah mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Keputusan tersebut diambil melalui voting atau pemungutan suara para muktamirin.
Voting berlangsung hingga Minggu (30/8/2026) dini hari dan berakhir sekitar pukul 00.50 WIB.
Hasilnya, dalam voting yang diikuti utusan PCNU, PCINU, dan PWNU tersebut, sebanyak 401 peserta menyetujui perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU.
Sementara 150 peserta memilih mempertahankan mekanisme lama dan satu suara dinyatakan tidak sah.
Penasihat Panitia Muktamar ke-35 NU, Muhammad Romahurmuziy, menjelaskan pemilihan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 NU, di Jombang, Jawa Timur.
Sedianya, nama calon AHWA akan diusulkan oleh para muktamirin.
Sembilan nama akan disetorkan muktamirin untuk menjadi calon AHWA.
Selanjutnya ditabulasi sembilan nama teratas untuk disahkan muktamar sebagai AHWA.
Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) adalah mekanisme pemilihan kepemimpinan yang menyerahkan keputusan kepada sekelompok orang yang dianggap memiliki kapasitas, pengetahuan, integritas, dan otoritas keagamaan tertentu.
Dengan keputusan tersebut, mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU tidak lagi menggunakan sistem one man one vote.
Nuh menjelaskan dalam mekanisme baru, setiap cabang dan wilayah dapat mengusulkan maksimal lima nama bakal calon Ketua Umum PBNU.
Nama-nama yang diusulkan kemudian ditabulasi untuk mendapatkan lima nama dengan perolehan dukungan terbanyak.
Lima nama yang masuk dalam daftar tersebut selanjutnya harus mendapatkan persetujuan tertulis dari Rais Aam terpilih.
Para calon juga diwajibkan mengikat janji integritas sebelum proses selanjutnya dilakukan melalui sidang AHWA.
Menurut Nuh, proses pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU akan dilakukan dalam satu rangkaian persidangan.
Rais Aam akan dipilih terlebih dahulu. Setelah Rais Aam terpilih, proses pencalonan Ketua Umum PBNU dilanjutkan dengan sidang AHWA bersama Rais Aam terpilih.
Nuh menegaskan perubahan mekanisme tersebut langsung berlaku dalam Muktamar ke-35 NU yang tengah berlangsung di Tambakberas, Jombang.
Sementara itu, terkait sembilan kiai yang akan menjadi anggota AHWA, proses penetapan dilakukan berdasarkan perolehan nama yang dihimpun dari peserta muktamar.
Nama-nama tersebut akan direkapitulasi dan ditabulasi berdasarkan jumlah dukungan.
Sembilan nama dengan perolehan dukungan terbanyak akan ditetapkan sebagai anggota AHWA.
Pemilihan Ketua Umum PBNU dijadwalkan berlangsung hari ini, Minggu (30/8/2026), dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Namun, mekanismenya sudah berubah. Muktamar melalui voting pada dini hari tadi memutuskan pemilihan Ketum PBNU menggunakan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), bukan one man one vote.
Dengan keputusan tersebut, mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU tidak lagi menggunakan sistem one man one vote.
Sementara itu, Gus Rommy menyampaikan, nama calon AHWA sudah disampaikan dalam amplop tertutup oleh seluruh utusan PC, PCI dan PW pada saat registrasi.
Setelah malam ini muktamirin selesai voting memutuskan cara memilih, baru dilanjutkan dengan pembukaan amplop nama-nama AHWA
Gus Rommy memperkirakan, penghitungan suara untuk penentuan AHWA akan dilakukan Minggu (30/8/2026).
Pasalnya, kata dia, jumlah muktamirin terlampau banyak.
(Tribun-Video.com/TribunJatim.com)
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Hasil Voting Pleno III Muktamar NU, Opsi AHWA Menang Mutlak 401 Suara untuk Pemilihan Ketum PBNU, https://jatim.tribunnews.com/jombang/557857/hasil-voting-pleno-iii-muktamar-nu-opsi-ahwa-menang-mutlak-401-suara-untuk-pemilihan-ketum-pbnu.
Penulis: Isya Anshori | Editor: Sudarma Adi
Program: Tribunnews Update
Host: Yustina Kartika Gati
Editor Video: Untung Sofa Maulana
#muktamarnu #pemilihanketuaumum #ahwa #sidangpleno #jombang #pbnu #raisaam
TRIBUN-VIDEO.COM- Hasil Pleno III Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memutuskan mengubah mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Keputusan tersebut diambil melalui voting atau pemungutan suara para muktamirin.
Voting berlangsung hingga Minggu (30/8/2026) dini hari dan berakhir sekitar pukul 00.50 WIB.
Hasilnya, dalam voting yang diikuti utusan PCNU, PCINU, dan PWNU tersebut, sebanyak 401 peserta menyetujui perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU.
Sementara 150 peserta memilih mempertahankan mekanisme lama dan satu suara dinyatakan tidak sah.
Penasihat Panitia Muktamar ke-35 NU, Muhammad Romahurmuziy, menjelaskan pemilihan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 NU, di Jombang, Jawa Timur.
Sedianya, nama calon AHWA akan diusulkan oleh para muktamirin.
Sembilan nama akan disetorkan muktamirin untuk menjadi calon AHWA.
Selanjutnya ditabulasi sembilan nama teratas untuk disahkan muktamar sebagai AHWA.
Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) adalah mekanisme pemilihan kepemimpinan yang menyerahkan keputusan kepada sekelompok orang yang dianggap memiliki kapasitas, pengetahuan, integritas, dan otoritas keagamaan tertentu.
Dengan keputusan tersebut, mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU tidak lagi menggunakan sistem one man one vote.
Nuh menjelaskan dalam mekanisme baru, setiap cabang dan wilayah dapat mengusulkan maksimal lima nama bakal calon Ketua Umum PBNU.
Nama-nama yang diusulkan kemudian ditabulasi untuk mendapatkan lima nama dengan perolehan dukungan terbanyak.
Lima nama yang masuk dalam daftar tersebut selanjutnya harus mendapatkan persetujuan tertulis dari Rais Aam terpilih.
Para calon juga diwajibkan mengikat janji integritas sebelum proses selanjutnya dilakukan melalui sidang AHWA.
Menurut Nuh, proses pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU akan dilakukan dalam satu rangkaian persidangan.
Rais Aam akan dipilih terlebih dahulu. Setelah Rais Aam terpilih, proses pencalonan Ketua Umum PBNU dilanjutkan dengan sidang AHWA bersama Rais Aam terpilih.
Nuh menegaskan perubahan mekanisme tersebut langsung berlaku dalam Muktamar ke-35 NU yang tengah berlangsung di Tambakberas, Jombang.
Sementara itu, terkait sembilan kiai yang akan menjadi anggota AHWA, proses penetapan dilakukan berdasarkan perolehan nama yang dihimpun dari peserta muktamar.
Nama-nama tersebut akan direkapitulasi dan ditabulasi berdasarkan jumlah dukungan.
Sembilan nama dengan perolehan dukungan terbanyak akan ditetapkan sebagai anggota AHWA.
Pemilihan Ketua Umum PBNU dijadwalkan berlangsung hari ini, Minggu (30/8/2026), dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Namun, mekanismenya sudah berubah. Muktamar melalui voting pada dini hari tadi memutuskan pemilihan Ketum PBNU menggunakan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), bukan one man one vote.
Dengan keputusan tersebut, mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU tidak lagi menggunakan sistem one man one vote.
Sementara itu, Gus Rommy menyampaikan, nama calon AHWA sudah disampaikan dalam amplop tertutup oleh seluruh utusan PC, PCI dan PW pada saat registrasi.
Setelah malam ini muktamirin selesai voting memutuskan cara memilih, baru dilanjutkan dengan pembukaan amplop nama-nama AHWA
Gus Rommy memperkirakan, penghitungan suara untuk penentuan AHWA akan dilakukan Minggu (30/8/2026).
Pasalnya, kata dia, jumlah muktamirin terlampau banyak.
(Tribun-Video.com/TribunJatim.com)
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Hasil Voting Pleno III Muktamar NU, Opsi AHWA Menang Mutlak 401 Suara untuk Pemilihan Ketum PBNU, https://jatim.tribunnews.com/jombang/557857/hasil-voting-pleno-iii-muktamar-nu-opsi-ahwa-menang-mutlak-401-suara-untuk-pemilihan-ketum-pbnu.
Penulis: Isya Anshori | Editor: Sudarma Adi
Program: Tribunnews Update
Host: Yustina Kartika Gati
Editor Video: Untung Sofa Maulana
#muktamarnu #pemilihanketuaumum #ahwa #sidangpleno #jombang #pbnu #raisaam
Tribunnews 다른 영상
Fakta Hubungan Intim: Vagina Kering Buat Istri Tidak Nyaman
조회수 36
Benarkah Vagina Basah Tanda Wanita Terangsang? Ini Kata Dokter
조회수 11
Fatur Pelajar yang Diseret dan Dikeroyok saat Kericuhan Pejompongan Ternyata Qori Berprestasi
조회수 92
Viral Nasabah Ngaku Dikatain “Kampungan”, Kasus Sempat Memanas Kini Berujung Damai
조회수 1,596
🔴LIVE: Pelajar Diseret & Dikeroyok saat Ricuh Pejompongan, Guru Sekolah: Bayangkan Itu Anak Sendiri!
조회수 210
Buruh Inginkan Batas Maksimal PKWT Hanya Sampai Lima Tahun dalam RUU Perlindungan Ketenagakerjaan
조회수 38
Zelenskyy Naikkan Serangan!, Perintahkan Tentara Ukrainan Luncurkan 1.000 Drone Sehari ke Rusia
조회수 2,096
Strategi Iran Hadapi Tekanan Ekonomi AS, Mojtaba Serukan Kurangi Dolar dan Perkuat Produksi Lokal
조회수 2,009