allsnsrank
회원가입

Kondisi Terkini Gunung Lawu yang Alami Kebakaran, Api Sempat Merembet ke Ngawi

Tribunnews
구독자 1,560만명
조회수 166회 · 좋아요 2 · 2026-09-19 📊 채널 정보 보기 ▶ 유튜브

지금 보고 있는 영상

Kondisi Terkini Gunung Lawu yang Alami Kebakaran, Api Sempat Merembet ke Ngawi
조회수 166
영상 설명 · 눌러서 펼치기
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM, NGAWI - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda lereng Gunung Lawu telah padam pada Sabtu (19/9/2026) sore.

Tim gabungan berhasil memadamkan api sekira pukul 14.00 WIB, setelah melakukan pemadaman secara manual hingga menyisir sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Administratur (Waka) Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Ds, Hermawan, di Posko Induk Penanganan Karhutla Gunung Lawu, Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

"Nah tadi kemarin Magrib naik, jam 22.00 WIB sudah sampai titik pemadaman secara manual sampai jam 04.00 WIB pagi tadi, close," ujar Hermawan.

"Terus teman-teman sisir semua yang bekas-bekas pemadaman yang masih ada asap kecil-kecil dengan jetshooter, pemadaman di titik langsung. Jam 12.00 WIB, jam 14.00 WIB tadi sudah turun dan menyatakan di atas sudah nihil untuk asap," lanjut Hermawan.

Kebakaran tersebut sebelumnya terpantau di wilayah Kabupaten Magetan pada Senin (14/9/2026) pagi. Api kemudian merambat ke Petak 42 yang masuk wilayah Kabupaten Ngawi.

"Ya, jadi awal tanggal 14 September 2026, pukul 07.00 WIB itu asap mulai terlihat di Petak 50 A-4 ini. Jadi ini masuk di Kabupaten Magetan, berbatasan dengan sungai," ujar Hermawan.

"Sungai ini terus pada saat pukul 12.00 WIB api merambat ke Petak 42 yang masuk wilayah Kabupaten Ngawi. Dan ini bertahap terus api bergerak di seputaran sungai ini di Petak 50," lanjut Hermawan.

"Hari Rabu untuk Kabupaten Magetan close, jadi terkendali, khusus yang di Kabupaten Ngawi ini, sampai dia menyebar hari Kamis itu sudah masuk di Gunung Anakan," ungkapnya.

Hermawan mengatakan kondisi medan menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Kawasan lereng Gunung Lawu memiliki medan pegunungan yang sulit dijangkau sehingga pemadaman harus dilakukan secara manual.

Selain itu, faktor angin juga menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran. Kondisi tersebut membuat tim harus mengantisipasi agar api tidak meluas ke kawasan padang savana yang berada di jalur menuju puncak Gunung Lawu.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi, Prila Yuda Putra, mengatakan sejumlah pihak turut membantu dalam upaya pemadaman kebakaran.

"Stakeholder yang terlibat dalam penanganan ini, TNI, Polri, Masyarakat, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), kemudian juga relawan, komunitas-komunitas trail, jadi banyak sekali," ujar pria yang akrab disapa Yuda tersebut.

"Ini tiap harinya ada sekitar 400 orang yang terlibat melakukan pembatasan ilaran (sekat) dan melakukan penyisiran dan pemadaman," lanjut Yuda.

Selain mengerahkan personel, Yuda mengatakan pihaknya juga telah mengajukan bantuan berupa water bombing dan operasi modifikasi cuaca kepada Gubernur Jawa Timur.

"Kita juga mengajukan bantuan waterbombing dan operasi modifikasi cuaca ke Ibu Gubernur, sementara belum dapat dilaksanakan, karena juga banyak tempat lain yang terbakar, hutan-hutan lainnya," jelas Yuda.

Meski kebakaran telah padam, penanganan di kawasan Gunung Lawu masih perlu dilakukan dengan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik api maupun asap yang tersisa.

Yuda juga berpesan kepada masyarakat untuk turut menjaga dan merawat alam agar karhutla tidak terjadi lagi.

"Untuk masyarakat, marilah kita jaga alam kita, kita rawat alam kita, karena kita banyak tergantung dari gunung, terutama sumber atau mata air, warga Kabupaten Ngawi yang di bawah, jauhnya 30 kilometer, supply air kebanyakan dari area Gunung Lawu ini," tutupnya.(*)

Kameraman: Sigit Ariyanto, Akmal Khoirul Habib
Drone Pilot: Akmal Khoirul Habib
Editor: Akmal Khoirul Habib


#karhutla #gununglawu #kebakaranhutan #ngawi #magetan