allsnsrank
회원가입

Beda Rumah Bukan Berarti Beda Pengasuhan: Cara Ayah & Ibu Menjalankan Co-Parenting

Tribunnews
구독자 1,570만명
조회수 12회 · 2026-10-02 📊 채널 정보 보기 ▶ 유튜브

지금 보고 있는 영상

Beda Rumah Bukan Berarti Beda Pengasuhan: Cara Ayah & Ibu Menjalankan Co-Parenting
조회수 12
영상 설명 · 눌러서 펼치기
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM- Host: Ahmad Nur Rosikin
Seperti apa sebenarnya wujud konkret dari co-parenting?

Narasumber: Dr. Heru Mugiarso, Kons
Sederhananya, co-parenting bisa dipahami sebagai sebuah tim dalam pengasuhan anak. Meskipun ayah dan ibu sudah tidak tinggal bersama atau bahkan berada di tempat yang berbeda, keduanya tetap memiliki satu fokus yang sama mendampingi dan membersamai anak agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik hingga dewasa. Lalu, bagaimana cara menerapkannya?. Ada berbagai bentuk yang bisa dilakukan. Misalnya, ayah dan ibu membuat ruang komunikasi bersama, seperti grup WhatsApp yang melibatkan kedua orang tua dan anak. Dengan begitu, informasi mengenai kebutuhan dan perkembangan anak tetap bisa dikomunikasikan bersama. Ayah dan ibu juga dapat membuat kesepakatan mengenai kapan masing-masing orang tua bisa bertemu, mengunjungi, atau menghabiskan waktu bersama anak. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana cara orang tua berkomunikasi dengan anak. Apa pun yang terjadi di antara ayah dan ibu, jangan sampai masalah perceraian justru dibawa ke hadapan anak. Jangan mengungkit kesalahan atau kekurangan masing-masing orang tua di depan anak. Komunikasi yang dilakukan sebaiknya tetap berfokus pada kepentingan dan kebaikan anak. Misalnya, membicarakan perkembangan belajar, kebutuhan anak, uang saku, kesehatan, kegiatan sehari-hari, atau hal-hal lain yang memang berkaitan dengan pengasuhan. Jadi, meskipun hubungan sebagai pasangan sudah berakhir, komunikasi sebagai orang tua tetap harus berjalan. Dan yang perlu dipahami, co-parenting bukan berarti ayah dan ibu harus memberikan kontribusi dengan porsi yang persis sama, misalnya 50 persen dan 50 persen. Yang terpenting adalah masing-masing orang tua memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan dan kondisi mereka, dengan tujuan yang sama memastikan kebutuhan anak tetap terpenuhi dan anak mendapatkan pendampingan yang baik.