"Harga Nyawa Kita Cuma Rp5 Juta" Cerita Paisal Selamat dari Tragedi Kapal Virgo Tenggelam
지금 보고 있는 영상
"Harga Nyawa Kita Cuma Rp5 Juta" Cerita Paisal Selamat dari Tragedi Kapal Virgo Tenggelam
Tribunnews
영상 설명 · 눌러서 펼치기
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Masih teringat jelas detik-detik tenggelamnya KM Virgo Transport di benak Paisal Weskurni.
Paisal Weskurni (26), warga Kampung Parakan Tolok, RT 002 RW 001, Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, merupakan salah satu korban selamat dalam kecelakaan laut tersebut.
Ditemui TribunJabar.id di rumahnya, Rabu (23/9/2026), Paisal menceritakan kembali detik-detik mengerikan saat kapal yang ditumpanginya dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin itu mulai miring hingga akhirnya karam.
Paisal mengatakan, saat kejadian dirinya sedang berada di tempat merokok di dek tiga bersama seorang temannya.
Tiba-tiba, tempat tersebut mulai miring ke sebelah kiri, tetapi ia dan temannya masih sempat bercanda karena belum menyadari situasi yang terjadi.
Tak lama kemudian, Paisal mendengar suara benturan keras dari sisi kiri kapal.
"Saat itu di tempat rokok di dek 3, sedang merokok bersama teman saya, tiba-tiba tempat rokoknya itu miring ke sebelah kiri. Kita masih bercanda," ujar Paisal.
Ia kemudian mendengar suara seperti benturan keras dari sebelah kiri kapal, tetapi tidak mengetahui secara pasti apa yang terjadi.
Paisal mengatakan, saat itu sebagian besar penumpang sedang beristirahat setelah kapal berangkat dari Surabaya.
Menurutnya, kapal seharusnya berangkat pukul 00.05 WIB, tetapi baru berangkat sekitar pukul 09.17 WIB dengan perjalanan menuju Banjarmasin yang diperkirakan memakan waktu sekitar 13 jam.
Saat kapal mulai miring, Paisal langsung berteriak memperingatkan penumpang lainnya.
"Woy, kapal miring! Kapal miring!" teriaknya.
Setelah sampai di bagian belakang kapal, Paisal melihat banyak penumpang mulai panik dan berebut mengambil pelampung.
Ia sempat kembali ke kamar untuk mengambil barang, tetapi akhirnya memilih mengambil jaket pelampung dan menuju bagian belakang kapal.
Paisal mengaku mulai yakin kapal akan tenggelam ketika melihat kemiringan kapal semakin parah ke sebelah kiri.
Yang membuatnya semakin khawatir, tidak terdengar peringatan atau alarm dari kapal saat kejadian.
"Enggak ada suara bocor, enggak ada suara alarm. Biasanya, kan, seharusnya ada alarm untuk membangunkan kita," katanya.
Dalam kondisi panik, Paisal kemudian mengikuti arah kemiringan kapal hingga berada di bagian lambung.
Ia mengatakan tidak sempat masuk ke sekoci dan memilih bertahan di atas lambung kapal selama sekitar lima jam.
Menurut Paisal, diperkirakan ada lebih dari 100 orang yang berada di lokasi saat kapal mulai tenggelam.
Sebelum kapal benar-benar karam, terdengar suara klakson satu kali dan kapal kemudian terbalik sepenuhnya.
Paisal menyaksikan sejumlah penumpang lain terjun ke air, sementara sebagian lainnya berusaha menuju sekoci.
Selama bertahan di atas lambung kapal, Paisal bersama sejumlah korban lain berusaha menenangkan diri dengan mengaji dan melaksanakan salat.
Setelah azan subuh, ombak besar kemudian membawa Paisal hingga terlepas dari kapal dan jatuh ke laut.
Beruntung, ia menemukan sekoci karet dan berhasil naik ke dalamnya bersama sejumlah korban lain.
"Alhamdulillah yang di sekoci itu selamat semua," ujar Paisal.
Tak lama kemudian, kapal tongkang pengangkut batu bara datang dan menjadi kapal pertama yang menyelamatkan para korban.
Paisal mengaku sangat mengapresiasi awak kapal tongkang yang membantu proses penyelamatan, termasuk seorang ABK bernama Jerry dan sang kapten.
Sebelum akhirnya menjadi korban kecelakaan laut, Paisal diketahui hendak berangkat ke Kalimantan untuk mencari pekerjaan.
Ia mendapat informasi pekerjaan dari seorang teman dan berencana bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit maupun sebagai sopir.
Perjalanan menuju Surabaya juga sempat diwarnai sejumlah kendala, termasuk kecelakaan dengan sepeda motor saat dirinya belum sampai Padalarang.
Namun, karena sudah bertekad untuk bekerja di Kalimantan, Paisal tetap melanjutkan perjalanan.
Dalam perjalanan dari Surabaya, kendaraan yang membawa sekitar 16 orang juga sempat mengalami dua kali ban bocor hingga pecah ketika berada di Nganjuk.
Terkait bantuan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM, Paisal mengatakan dirinya belum menerima bantuan tersebut.
"Bantuan dari Pak KDM aku enggak dapat. Yang dapat itu hanya orang Garut sama orang Cianjur," ungkapnya. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul SAKSI KATA: Paisal Ungkap Detik-detik Mencekam Tenggelamnya KM Virgo, Sempat Dengar 'Ngabeledag', https://jabar.tribunnews.com/metro-bandung/1185413/saksi-kata-paisal-ungkap-detik-detik-mencekam-tenggelamnya-km-virgo-sempat-dengar-ngabeledag?page=all.
Program: Saksi Kata
Sumber: Tribun Jabar
Editor: Akmal Khoirul Habib
#KMVirgoTransport #PaisalWeskurni #KapalTenggelam #KorbanSelamat #KecelakaanLaut #Banjarmasin #Surabaya #KisahKorban #Keselamatan #BeritaTerkini
TRIBUN-VIDEO.COM - Masih teringat jelas detik-detik tenggelamnya KM Virgo Transport di benak Paisal Weskurni.
Paisal Weskurni (26), warga Kampung Parakan Tolok, RT 002 RW 001, Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, merupakan salah satu korban selamat dalam kecelakaan laut tersebut.
Ditemui TribunJabar.id di rumahnya, Rabu (23/9/2026), Paisal menceritakan kembali detik-detik mengerikan saat kapal yang ditumpanginya dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin itu mulai miring hingga akhirnya karam.
Paisal mengatakan, saat kejadian dirinya sedang berada di tempat merokok di dek tiga bersama seorang temannya.
Tiba-tiba, tempat tersebut mulai miring ke sebelah kiri, tetapi ia dan temannya masih sempat bercanda karena belum menyadari situasi yang terjadi.
Tak lama kemudian, Paisal mendengar suara benturan keras dari sisi kiri kapal.
"Saat itu di tempat rokok di dek 3, sedang merokok bersama teman saya, tiba-tiba tempat rokoknya itu miring ke sebelah kiri. Kita masih bercanda," ujar Paisal.
Ia kemudian mendengar suara seperti benturan keras dari sebelah kiri kapal, tetapi tidak mengetahui secara pasti apa yang terjadi.
Paisal mengatakan, saat itu sebagian besar penumpang sedang beristirahat setelah kapal berangkat dari Surabaya.
Menurutnya, kapal seharusnya berangkat pukul 00.05 WIB, tetapi baru berangkat sekitar pukul 09.17 WIB dengan perjalanan menuju Banjarmasin yang diperkirakan memakan waktu sekitar 13 jam.
Saat kapal mulai miring, Paisal langsung berteriak memperingatkan penumpang lainnya.
"Woy, kapal miring! Kapal miring!" teriaknya.
Setelah sampai di bagian belakang kapal, Paisal melihat banyak penumpang mulai panik dan berebut mengambil pelampung.
Ia sempat kembali ke kamar untuk mengambil barang, tetapi akhirnya memilih mengambil jaket pelampung dan menuju bagian belakang kapal.
Paisal mengaku mulai yakin kapal akan tenggelam ketika melihat kemiringan kapal semakin parah ke sebelah kiri.
Yang membuatnya semakin khawatir, tidak terdengar peringatan atau alarm dari kapal saat kejadian.
"Enggak ada suara bocor, enggak ada suara alarm. Biasanya, kan, seharusnya ada alarm untuk membangunkan kita," katanya.
Dalam kondisi panik, Paisal kemudian mengikuti arah kemiringan kapal hingga berada di bagian lambung.
Ia mengatakan tidak sempat masuk ke sekoci dan memilih bertahan di atas lambung kapal selama sekitar lima jam.
Menurut Paisal, diperkirakan ada lebih dari 100 orang yang berada di lokasi saat kapal mulai tenggelam.
Sebelum kapal benar-benar karam, terdengar suara klakson satu kali dan kapal kemudian terbalik sepenuhnya.
Paisal menyaksikan sejumlah penumpang lain terjun ke air, sementara sebagian lainnya berusaha menuju sekoci.
Selama bertahan di atas lambung kapal, Paisal bersama sejumlah korban lain berusaha menenangkan diri dengan mengaji dan melaksanakan salat.
Setelah azan subuh, ombak besar kemudian membawa Paisal hingga terlepas dari kapal dan jatuh ke laut.
Beruntung, ia menemukan sekoci karet dan berhasil naik ke dalamnya bersama sejumlah korban lain.
"Alhamdulillah yang di sekoci itu selamat semua," ujar Paisal.
Tak lama kemudian, kapal tongkang pengangkut batu bara datang dan menjadi kapal pertama yang menyelamatkan para korban.
Paisal mengaku sangat mengapresiasi awak kapal tongkang yang membantu proses penyelamatan, termasuk seorang ABK bernama Jerry dan sang kapten.
Sebelum akhirnya menjadi korban kecelakaan laut, Paisal diketahui hendak berangkat ke Kalimantan untuk mencari pekerjaan.
Ia mendapat informasi pekerjaan dari seorang teman dan berencana bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit maupun sebagai sopir.
Perjalanan menuju Surabaya juga sempat diwarnai sejumlah kendala, termasuk kecelakaan dengan sepeda motor saat dirinya belum sampai Padalarang.
Namun, karena sudah bertekad untuk bekerja di Kalimantan, Paisal tetap melanjutkan perjalanan.
Dalam perjalanan dari Surabaya, kendaraan yang membawa sekitar 16 orang juga sempat mengalami dua kali ban bocor hingga pecah ketika berada di Nganjuk.
Terkait bantuan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM, Paisal mengatakan dirinya belum menerima bantuan tersebut.
"Bantuan dari Pak KDM aku enggak dapat. Yang dapat itu hanya orang Garut sama orang Cianjur," ungkapnya. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul SAKSI KATA: Paisal Ungkap Detik-detik Mencekam Tenggelamnya KM Virgo, Sempat Dengar 'Ngabeledag', https://jabar.tribunnews.com/metro-bandung/1185413/saksi-kata-paisal-ungkap-detik-detik-mencekam-tenggelamnya-km-virgo-sempat-dengar-ngabeledag?page=all.
Program: Saksi Kata
Sumber: Tribun Jabar
Editor: Akmal Khoirul Habib
#KMVirgoTransport #PaisalWeskurni #KapalTenggelam #KorbanSelamat #KecelakaanLaut #Banjarmasin #Surabaya #KisahKorban #Keselamatan #BeritaTerkini
Tribunnews 다른 영상
Rocky Gerung Beberkan Tugas Wantimpres: Bukan Kritik Kebijakan, tapi Meluruskan Arahnya
조회수 228
Siapa Sosok Rocky Gerung yang Dikenal Aktivis Kini Masuk Wantimpres?
조회수 825
🔴LIVE: Kebakaran TPA Jatibarang Semarang Belum Padam 3 Hari, Api Membesar hingga Muncul Titik Baru
조회수 201
The Recap: 4 Tersangka Insiden KM Virgo Ditetapkan Polisi! Tato Nama Istri Permudah Identifikasi
🔴LIVE UPDATE | Syahganda Nainggolan Kepala Bakom RI, akan Buat Tim Monitoring Algoritma Dunia Maya
조회수 2,071
🔴LIVE: 3 Anggota DPRD Jawa Timur Ditangkap saat Pesta Narkoba di Hotel, Berasal dari Partai Gerindra
조회수 901
🔴LIVE: Aksi Demo Karhutla di Kantor Gubernur Sumsel Ricuh, Massa Robohkan Pagar & Merangsek Masuk
조회수 164
Nasib Penyidikan Temuan Kalster Mewah di Lapas Cibinong usai Dirjenpas Mundur, DPR Desak Lanjut
조회수 1,293