Tersangka Pembunuhan Madiun Menangis saat Diperiksa, Dikenal Berbakti dan Rela Lepas Gaji Tinggi
지금 보고 있는 영상
Tersangka Pembunuhan Madiun Menangis saat Diperiksa, Dikenal Berbakti dan Rela Lepas Gaji Tinggi
조회수 4,868
영상 설명 · 눌러서 펼치기
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Dwi Bagus Martono (40), tersangka pembunuhan keji di Madiun, Jawa Timur, beberapa kali tak kuasa menahan tangis saat menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Timur.
Bukan karena kesulitan menjawab kronologi pembunuhan, melainkan saat penyidik Unit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim mulai menggali kehidupan pribadi dan masa lalunya.
Selama pemeriksaan, Bagus sebenarnya mampu menjelaskan detail peristiwa secara tenang dan konsisten.
Namun, sikap tenangnya mendadak runtuh ketika pembicaraan menyentuh ranah keluarga, pekerjaan, pendidikan, hingga sosoknya sebelum terjerat kasus pidana tersebut.
Kanit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKP Muhammad Fauzi, mengungkapkan bahwa Bagus merupakan pribadi yang cerdas dan tenang.
Meski begitu, emosinya mudah terguncang saat diingatkan bahwa ia sebenarnya dikenal sebagai orang baik dan anak yang berbakti.
Sebelum terjerat kasus ini, Bagus adalah sosok yang merawat kedua orang tuanya saat sakit hingga ibunya wafat pada 2021 dan ayahnya pada 2023.
Demi mendampingi orang tuanya, Bagus bahkan pernah memilih tidak memperpanjang kontrak pekerjaan berpenghasilan fantastis.
Meski demikian, penyidik menegaskan kebaikan masa lalu tidak menghapus tanggung jawab pidananya.
Kondisi psikologis tersangka membuat penyidik harus ekstra hati-hati dalam mengajukan pertanyaan agar kondisi emosional Bagus tidak semakin tertekan selama penyusunan berita acara pemeriksaan (BAP).
Fauzi membeberkan bahwa Bagus beberapa kali mengaku tidak sanggup saat pemeriksaan mulai menyinggung hal-hal yang mengguncang mentalnya.
Fauzi menegaskan, dari seluruh rangkaian pemeriksaan yang telah berlangsung, tersangka Bagus terlihat sangat menyesali perbuatan keji yang telah dilakukannya.
Program: Tribunnews Update
Editor Video: Reka Alfa
#PembunuhanMadiun #KasusMadiun #TersangkaPembunuhan #BeritaKriminal #KriminalMadiun #Madiun
TRIBUN-VIDEO.COM - Dwi Bagus Martono (40), tersangka pembunuhan keji di Madiun, Jawa Timur, beberapa kali tak kuasa menahan tangis saat menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Timur.
Bukan karena kesulitan menjawab kronologi pembunuhan, melainkan saat penyidik Unit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim mulai menggali kehidupan pribadi dan masa lalunya.
Selama pemeriksaan, Bagus sebenarnya mampu menjelaskan detail peristiwa secara tenang dan konsisten.
Namun, sikap tenangnya mendadak runtuh ketika pembicaraan menyentuh ranah keluarga, pekerjaan, pendidikan, hingga sosoknya sebelum terjerat kasus pidana tersebut.
Kanit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKP Muhammad Fauzi, mengungkapkan bahwa Bagus merupakan pribadi yang cerdas dan tenang.
Meski begitu, emosinya mudah terguncang saat diingatkan bahwa ia sebenarnya dikenal sebagai orang baik dan anak yang berbakti.
Sebelum terjerat kasus ini, Bagus adalah sosok yang merawat kedua orang tuanya saat sakit hingga ibunya wafat pada 2021 dan ayahnya pada 2023.
Demi mendampingi orang tuanya, Bagus bahkan pernah memilih tidak memperpanjang kontrak pekerjaan berpenghasilan fantastis.
Meski demikian, penyidik menegaskan kebaikan masa lalu tidak menghapus tanggung jawab pidananya.
Kondisi psikologis tersangka membuat penyidik harus ekstra hati-hati dalam mengajukan pertanyaan agar kondisi emosional Bagus tidak semakin tertekan selama penyusunan berita acara pemeriksaan (BAP).
Fauzi membeberkan bahwa Bagus beberapa kali mengaku tidak sanggup saat pemeriksaan mulai menyinggung hal-hal yang mengguncang mentalnya.
Fauzi menegaskan, dari seluruh rangkaian pemeriksaan yang telah berlangsung, tersangka Bagus terlihat sangat menyesali perbuatan keji yang telah dilakukannya.
Program: Tribunnews Update
Editor Video: Reka Alfa
#PembunuhanMadiun #KasusMadiun #TersangkaPembunuhan #BeritaKriminal #KriminalMadiun #Madiun
Tribunnews 다른 영상
Agenda RANS Carnival-Cipungland Mendadak Hilang dari Kalender Plaza Asia Tasikmalaya
조회수 4,897
Langkah Presiden Prabowo Mendadak Terhenti saat Diteriaki Warga di Stasiun Halim Jaktim
조회수 2,607
Connie Bakrie Sindir Label 'Hoaks' Mendadak Senyap di Kasus Sumpah Pemuda: Ironinya Sepanas Teh
조회수 2,247
Alasan AKBP Netty Mengundurkan Diri: Memilih Mundur dengan Luka daripada Bertahan Korbankan Prinsip
조회수 7,018
Pelaku Pembunuhan Wanita di Siring Bandar Lampung Ditangkap, Pelarian Berakhir di Way Galih
조회수 5,433
Viral Video Penumpang MRT Adu Mulut dengan Petugas seusai Ditegur Bawa Minuman di Dalam Kereta
조회수 16,887
Siapa Jansen Sitindaon Sebenarnya? Profilnya Dikulik seusai Desak Wapres Gibran Mundur
조회수 23,597
Di Balik Film 'Hamka': Awal Mula (Vol. 3), Vino G Bastian Ungkap Kisah Mualaf Sang Ibunda
조회수 3,792