allsnsrank
ํšŒ์›๊ฐ€์ž…

๐Ÿ”ดPDIP Desak Dalang Aksi Mahasiswa Bayaran Diungkap, Sari Cerita Diminta Polisi Pinjam Almamater

Tribunnews
๊ตฌ๋…์ž 1,570๋งŒ๋ช…
์กฐํšŒ์ˆ˜ 10,606ํšŒ ยท ์ข‹์•„์š” 17 ยท ์ฐธ์—ฌ์œจ 0.16% ยท 2026-10-30 ๐Ÿ“Š ์ฑ„๋„ ์ •๋ณด ๋ณด๊ธฐ โ–ถ ์œ ํŠœ๋ธŒ

์ง€๊ธˆ ๋ณด๊ณ  ์žˆ๋Š” ์˜์ƒ

๐Ÿ”ดPDIP Desak Dalang Aksi Mahasiswa Bayaran Diungkap, Sari Cerita Diminta Polisi Pinjam Almamater
์กฐํšŒ์ˆ˜ 10,606
์˜์ƒ ์„ค๋ช… ยท ๋ˆŒ๋Ÿฌ์„œ ํŽผ์น˜๊ธฐ
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.

TRIBUN-VIDEO.COM - Politisi PDIP, Guntur Romli, menyoroti aksi mahasiswa tandingan yang digelar di Bundaran HI, Jakarta, pada Kamis (29/10/2026).

Ia membandingkan aksi tersebut dengan demonstrasi ribuan mahasiswa sehari sebelumnya, Rabu (28/10/2026), yang menyuarakan kritik dan tuntutan terhadap pemerintah.

Menurut Guntur, mahasiswa yang menggelar aksi pada Rabu datang dengan biaya sendiri, tetapi justru dihadang aparat dan sejumlah peserta dilaporkan ditangkap.

Sementara itu, aksi pada Kamis disebutnya sebagai aksi mahasiswa tandingan yang justru membela pemerintah.

Ia juga menyoroti panggung acara yang dinilai megah, kehadiran Raffi Ahmad dan sejumlah selebriti, serta dugaan adanya fasilitas dari Polda Metro Jaya.

Guntur mempertanyakan identitas salah satu peserta yang mengenakan jaket almamater Universitas Dian Nusantara (UNDIRA), tetapi mengaku berkuliah di BSI.

Ia menyebut pihak kampus telah membantah pengakuan tersebut, sementara peserta yang bersangkutan dalam video klarifikasi mengaku datang atas undangan komunitas dan mendapat bayaran.

"Satu pihak bersuara karena nurani, pihak lain bersuara karena amplop," ujar Guntur.

Ia pun meminta pihak terkait menjelaskan komunitas yang menggalang peserta, pihak yang membayar, besaran uang, hingga sumber anggarannya.

Guntur menilai aksi tersebut mencederai semangat Sumpah Pemuda dan mendesak agar pihak yang menginisiasi serta menggalang kegiatan itu diungkap.

"Maka pertanyaannya wajib dijawab terang-terangan. Komunitas apa yang menggalang mereka? Siapa yang membayar, berapa? Dan dari anggaran mana?" jelasnya.

Sari menjadi salah satu sosok yang tengah dicari-cari publik setelah wajahnya terlihat dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda yang digelar Polda Metro Jaya pada Kamis (29/10).

Pasalnya, seorang pengguna media sosial mengaku mengenali Sari sebagai mantan asisten rumah tangga (ART).

Seorang pengguna media sosial @afiergyosa mengaku mengenali Sari sebagai perempuan yang pernah bekerja sebagai ART.

Dalam komentarnya, akun tersebut menyebut Sari merupakan mantan ART kerabatnya sekitar dua tahun lalu.

Akun tersebut juga mempertanyakan bayaran yang diterima Sari untuk mengikuti acara deklarasi tersebut.

"Eh, Sari, kocakkk baru liat. Lu kan ART budeku 2 tahun yang lalu. Ngadi-ngadi luu, Sari. Dibayar berapa, Sari???" tulis @afiergyosa.

Di sisi lain, sebuah akun media sosial yang mengaku sebagai Sari memberikan klarifikasi terkait tudingan tersebut.

Melalui akun @kimsari_1709, ia mengaku diminta polisi untuk meminjam jas almamater dan membacakan deklarasi.

Namun, akun tersebut kini telah dinonaktifkan setelah Sari menjadi sorotan publik.

"Lah, Mbak, ngapain saya bohong? Saya aja datang nggak bawa almamater, disuruh pinjam sama Pak Pol demi Allah, Mbak. Disuruh baca deklarasi saja," tulis akun tersebut.

Lebih lanjut, beredar pula tangkapan layar status WhatsApp dari kontak bernama 'SARI PUTRI Laundry'.

Dalam unggahan tersebut, terlihat foto dua lembar kertas berisi deklarasi pemuda-pemudi Indonesia serta logo Polda Metro Jaya.

Diketahui sebelumnya, Polda Metro Jaya menggelar acara bertajuk 'Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026'.

Acara tersebut berlangsung di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/10/2026).

Selain dihadiri sejumlah mahasiswa, acara itu juga dihadiri Raffi Ahmad, Willie Salim, serta aparat TNI-Polri.

Hingga saat ini, Raffi Ahmad, Willie Salim hingga Polda Metro belum buka suara terkait dugaan mahasiswa bayaran yang disewa mengikuti deklarasi tersebut. (*)

Program: Hot Topic
Editor Video: Mellinia Pranandari