Struktur Asli vs Bayangan di ATR/BPN, Bagaimana Pola Jaringannya Menurut KPK?
지금 보고 있는 영상
Struktur Asli vs Bayangan di ATR/BPN, Bagaimana Pola Jaringannya Menurut KPK?
조회수 645
영상 설명 · 눌러서 펼치기
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - KPK tengah mengusut dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan PT Summarecon Agung di Kabupaten Bogor.
Namun dalam penyidikan, KPK menemukan dua struktur di Kementerian ATR/BPN: struktur resmi dan struktur bayangan.
Lalu, seperti apa pola jaringan struktur bayangan itu, dan siapa saja yang terlibat?
Temuan ini muncul dari penyidikan kasus dugaan suap pengurusan HGB PT Summarecon Agung di Kabupaten Bogor.
KPK menyebut struktur resmi berisi pejabat dan pegawai ATR/BPN sesuai jabatan formalnya.
Sementara struktur bayangan diisi pihak-pihak di luar struktur resmi yang disebut punya akses langsung ke pejabat ATR/BPN.
KPK membagi struktur bayangan ini menjadi enam konstruksi, mulai dari pihak eksternal hingga layanan pertanahan.
Pertama adalah pihak eksternal, yakni pihak yang punya kepentingan dalam layanan pertanahan, seperti PT Summarecon Agung.
Kedua adalah perantara, yang menghubungkan pihak eksternal dengan pihak internal ATR/BPN, diisi Yaser Alfarisi dan Rizal Pahlevi.
Ketiga adalah orang yang memiliki akses langsung ke pejabat ATR/BPN, dan Erwin disebut mengisi peran ini.
Erwin diduga menjadi penghubung ke Sontang Coin Manurung, Kepala Kantor Pertanahan Bogor I.
Selanjutnya adalah pengelola atau pengepul uang, yang diisi Arif Sugiyanto, mengumpulkan uang dari Erwin dan Muhammad Fakhry.
Sementara Fahd El Fouz disebut menampung uang yang sudah dikumpulkan Arif.
Lapisan kelima adalah pejabat ATR/BPN dalam struktur resmi kementerian, seperti Sontang dan Lampri.
Terakhir adalah layanan itu sendiri, mulai dari pengurusan HGB, pembukaan blokir, hingga pemecahan sertifikat.
Dalam kasus Summarecon, Erwin diduga menerima Rp1,5 miliar dan meneruskan Rp200 juta ke Sontang.
Aliran serupa juga ditemukan di kasus PT Bela Parahyangan, ditambah temuan Rp8 miliar dalam sembilan koper milik Lampri.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul KPK Ungkap Struktur Bayangan di Kementerian ATR/BPN, Begini Pola Jaringannya,
https://www.tribunnews.com/nasional/7883905/kpk-ungkap-struktur-bayangan-di-kementerian-atrbpn-begini-pola-jaringannya?page=all&s=paging_new.
Program: Tribunnews Update
Host: Nurma Aisyah
Editor Video: Pandu Widarwoko
Uploader: Bintang Nur Rahman
TRIBUN-VIDEO.COM - KPK tengah mengusut dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan PT Summarecon Agung di Kabupaten Bogor.
Namun dalam penyidikan, KPK menemukan dua struktur di Kementerian ATR/BPN: struktur resmi dan struktur bayangan.
Lalu, seperti apa pola jaringan struktur bayangan itu, dan siapa saja yang terlibat?
Temuan ini muncul dari penyidikan kasus dugaan suap pengurusan HGB PT Summarecon Agung di Kabupaten Bogor.
KPK menyebut struktur resmi berisi pejabat dan pegawai ATR/BPN sesuai jabatan formalnya.
Sementara struktur bayangan diisi pihak-pihak di luar struktur resmi yang disebut punya akses langsung ke pejabat ATR/BPN.
KPK membagi struktur bayangan ini menjadi enam konstruksi, mulai dari pihak eksternal hingga layanan pertanahan.
Pertama adalah pihak eksternal, yakni pihak yang punya kepentingan dalam layanan pertanahan, seperti PT Summarecon Agung.
Kedua adalah perantara, yang menghubungkan pihak eksternal dengan pihak internal ATR/BPN, diisi Yaser Alfarisi dan Rizal Pahlevi.
Ketiga adalah orang yang memiliki akses langsung ke pejabat ATR/BPN, dan Erwin disebut mengisi peran ini.
Erwin diduga menjadi penghubung ke Sontang Coin Manurung, Kepala Kantor Pertanahan Bogor I.
Selanjutnya adalah pengelola atau pengepul uang, yang diisi Arif Sugiyanto, mengumpulkan uang dari Erwin dan Muhammad Fakhry.
Sementara Fahd El Fouz disebut menampung uang yang sudah dikumpulkan Arif.
Lapisan kelima adalah pejabat ATR/BPN dalam struktur resmi kementerian, seperti Sontang dan Lampri.
Terakhir adalah layanan itu sendiri, mulai dari pengurusan HGB, pembukaan blokir, hingga pemecahan sertifikat.
Dalam kasus Summarecon, Erwin diduga menerima Rp1,5 miliar dan meneruskan Rp200 juta ke Sontang.
Aliran serupa juga ditemukan di kasus PT Bela Parahyangan, ditambah temuan Rp8 miliar dalam sembilan koper milik Lampri.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul KPK Ungkap Struktur Bayangan di Kementerian ATR/BPN, Begini Pola Jaringannya,
https://www.tribunnews.com/nasional/7883905/kpk-ungkap-struktur-bayangan-di-kementerian-atrbpn-begini-pola-jaringannya?page=all&s=paging_new.
Program: Tribunnews Update
Host: Nurma Aisyah
Editor Video: Pandu Widarwoko
Uploader: Bintang Nur Rahman
Tribunnews 다른 영상
Sidang Korupsi Kuota Haji, Jaksa Hadirkan Rizky Fisa Abadi Jadi Saksi di Persidangan
조회수 26
Roy Suryo Klaim Tak Pernah Unggah Konten Ijazah, Tegaskan Tak Akan Mundur dari Kasus Jokowi
조회수 51
Dapat Saweran TikTok saat Jadi Menkeu, Pengamat Minta KPK Panggil Purbaya Beri Klarifikasi
조회수 665
Trump Sesumbar Sebut Iran Hancur Memohon Minta Negosiasi Kesepakatan Damai, Teheran Membantah
조회수 92
Beli Makanan Kemasan? Cek 3 Kandungan Ini di Tabel Nutrisi!
조회수 19
Refly Harun Bongkar Kejanggalan Kasus Ijazah Jokowi, Yakin Roy Suryo dan Dokter Tifa Bebas
조회수 536
PAC Jadi Oase Kebangkitan Atletik Papua,Sukses Poles Atlet Pecah Rekor Nasional
조회수 22
Sudah Tahu Triknya, Kok Masih Gagal? Erii Nata Bongkar Rahasia Sulap | WAWANCARA EKSKLUSIF