Komnas Perempuan Kecam Sikap Polisi, Santriwati Diduga Diintimidasi saat Ponpes Sukoharjo Digeledah
지금 보고 있는 영상
Komnas Perempuan Kecam Sikap Polisi, Santriwati Diduga Diintimidasi saat Ponpes Sukoharjo Digeledah
조회수 1,741
영상 설명 · 눌러서 펼치기
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM- Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengecam dugaan intimidasi oleh aparat kepolisian terhadap santriwati dan guru perempuan saat penggeledahan di Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Komnas Perempuan menilai tindakan aparat tersebut diduga mengabaikan prosedur hukum dan tidak menghormati hak-hak perempuan.
Termasuk anak-anak yang tinggal di lingkungan pesantren.
Hal itu disampaikan Komisioner Komnas Perempuan, Dahlia Madanih, Senin (2/11).
Dahlia mengatakan, menghormati proses penegakan hukum yang dilakukan kepolisian.
Namun, menurutnya, penegakan hukum tidak boleh dilakukan dengan cara yang melanggar hak asasi manusia.
Berdasarkan informasi yang diterima Komnas Perempuan, penggeledahan berlangsung sekitar pukul 03.20 WIB, saat para santriwati masih tertidur.
Sejumlah aparat bersenjata, termasuk personel Brimob, diduga mendobrak pintu asrama.
Para santriwati juga disebut mengalami bentakan, intimidasi, hingga dipaksa keluar tanpa mengenakan jilbab.
Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari penyidikan kasus pembakaran dan perusakan warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Sukoharjo pada 12 September 2026.
Dahlia menegaskan, dugaan keberadaan pelaku di lingkungan pesantren tidak bisa dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan terhadap para penghuni pondok.
Terlebih, santriwati dan ustadzah yang diperiksa disebut berstatus sebagai saksi, bukan tersangka.
Lantas, Komnas Perempuan mengingatkan agar setiap tindakan penggeledahan harus mengikuti prosedur hukum.
Selain itu, tetap menghormati martabat perempuan.
"Meski demikian, Komnas Perempuan menyesalkan dan mengecam dugaan kekerasan serta pengabaian prosedur hukum terhadap santriwati dan ustadzah," kata Dahlia dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).
"Terlebih, para santriwati dan ustadzah yang diperiksa berstatus sebagai saksi, bukan tersangka. Karena itu, mereka semestinya dipanggil secara patut untuk memberikan keterangan, bukan dibawa pada dini hari oleh aparat bersenjata," katanya.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Komnas Perempuan Kecam Dugaan Intimidasi Polisi Terhadap Santriwati saat Geledah Ponpes di Sukoharjo, https://www.tribunnews.com/nasional/7905728/komnas-perempuan-kecam-dugaan-intimidasi-polisi-terhadap-santriwati-saat-geledah-ponpes-di-sukoharjo.
Program: Tribunnews Update
Host: Adila Ulfa Muna Risna
Editor Video: dharma aji yudhaningrat
Uploader: Winda Rahmawati
TRIBUN-VIDEO.COM- Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengecam dugaan intimidasi oleh aparat kepolisian terhadap santriwati dan guru perempuan saat penggeledahan di Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Komnas Perempuan menilai tindakan aparat tersebut diduga mengabaikan prosedur hukum dan tidak menghormati hak-hak perempuan.
Termasuk anak-anak yang tinggal di lingkungan pesantren.
Hal itu disampaikan Komisioner Komnas Perempuan, Dahlia Madanih, Senin (2/11).
Dahlia mengatakan, menghormati proses penegakan hukum yang dilakukan kepolisian.
Namun, menurutnya, penegakan hukum tidak boleh dilakukan dengan cara yang melanggar hak asasi manusia.
Berdasarkan informasi yang diterima Komnas Perempuan, penggeledahan berlangsung sekitar pukul 03.20 WIB, saat para santriwati masih tertidur.
Sejumlah aparat bersenjata, termasuk personel Brimob, diduga mendobrak pintu asrama.
Para santriwati juga disebut mengalami bentakan, intimidasi, hingga dipaksa keluar tanpa mengenakan jilbab.
Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari penyidikan kasus pembakaran dan perusakan warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Sukoharjo pada 12 September 2026.
Dahlia menegaskan, dugaan keberadaan pelaku di lingkungan pesantren tidak bisa dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan terhadap para penghuni pondok.
Terlebih, santriwati dan ustadzah yang diperiksa disebut berstatus sebagai saksi, bukan tersangka.
Lantas, Komnas Perempuan mengingatkan agar setiap tindakan penggeledahan harus mengikuti prosedur hukum.
Selain itu, tetap menghormati martabat perempuan.
"Meski demikian, Komnas Perempuan menyesalkan dan mengecam dugaan kekerasan serta pengabaian prosedur hukum terhadap santriwati dan ustadzah," kata Dahlia dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).
"Terlebih, para santriwati dan ustadzah yang diperiksa berstatus sebagai saksi, bukan tersangka. Karena itu, mereka semestinya dipanggil secara patut untuk memberikan keterangan, bukan dibawa pada dini hari oleh aparat bersenjata," katanya.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Komnas Perempuan Kecam Dugaan Intimidasi Polisi Terhadap Santriwati saat Geledah Ponpes di Sukoharjo, https://www.tribunnews.com/nasional/7905728/komnas-perempuan-kecam-dugaan-intimidasi-polisi-terhadap-santriwati-saat-geledah-ponpes-di-sukoharjo.
Program: Tribunnews Update
Host: Adila Ulfa Muna Risna
Editor Video: dharma aji yudhaningrat
Uploader: Winda Rahmawati
Tribunnews 다른 영상
Mengapa Pemerintah Tak Khawatir meski Inflasi Oktober Capai 3,23 Persen?
조회수 12
Viral Aksi Warga Bantu Warga, UMKM yang Mundur dari RANS Carnival Kini Banjir Orderan
조회수 507
Perbandingan Video RANS Carnival Unggahan Raffi Ahmad vs Warganet 1 November, Suasananya Kontras
조회수 2,625
Bagaimana Nasib AKBP Andhika dan 3 Personel usai Dicopot Buntut Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo?
조회수 3,773
Dokter Jaga Puskesmas Bantarujeg Minta Maaf, Sebut Ada Kesalahpahaman: Tak Niat Menolak Pasien
조회수 616
Viral Ucapan Adik Prabowo Dipelintir Sebut Tukang Pijat hingga Cukur Bakal Dipungut Pajak demi MBG
조회수 791
Mundur dari Polri, AKBP Netty Rosdiana Dukung Mahasiswi Ikut Demo hingga Serukan Boikot Raffi Ahmad
조회수 4,016
Viral Bus Pariwisata Diduga Angkut Penonton RANS Carnival, Warga Boyolali Akui Dibayar Rp 100 Ribu
조회수 1,937