allsnsrank
회원가입

Menteri Perindustrian Sarmuji Minta Industri Pangan Nasional Kurangi Ketergantungan Bahan Baku Impor

Tribunnews
구독자 1,570만명
조회수 1,033회 · 좋아요 2 · 참여율 0.19% · 2026-11-04 📊 채널 정보 보기 ▶ 유튜브

지금 보고 있는 영상

Menteri Perindustrian Sarmuji Minta Industri Pangan Nasional Kurangi Ketergantungan Bahan Baku Impor
조회수 1,033
영상 설명 · 눌러서 펼치기
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri makanan dan minuman (mamin) nasional untuk mengembangkan produk berbasis bahan baku lokal yang memiliki keunggulan khas Indonesia.

Pemanfaatan sumber daya dalam negeri dinilai dapat meningkatkan daya saing produk sekaligus memperkuat keterkaitan industri dari hulu hingga hilir.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan, Indonesia memiliki banyak bahan baku potensial yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi.

Hal tersebut terlihat dari sejumlah inovasi yang dipamerkan dalam ajang Krista Interfood 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, pada 4-7 November 2026.

Salah satu produk yang menarik perhatiannya adalah mi berbahan dasar sagu, singkong dan tempe. Produk tersebut dinilai memiliki keunggulan dari sisi kandungan gizi sekaligus memanfaatkan komoditas lokal.

"Saya tadi juga coba mi berbahan baku singkong dan tempe, dari singkong dan tempe dijadikan satu di blending, punya keunggulan proteinnya menjadi lebih tinggi, seratnya juga lebih tinggi, gluten-free," tutur Sarmuji usai membuka pameran Krista Interfood, Rabu (4/11/2026).

Kemenperin ingin inovasi seperti itu perlu terus dikembangkan agar industri nasional tidak hanya bergantung pada bahan baku impor.

Penguatan pemanfaatan bahan baku lokal juga diharapkan memberikan dampak terhadap sektor hulu, termasuk petani dan pemasok bahan baku.

Selain produk pangan, Sarmuji menyoroti pengembangan produk kesehatan berbasis sumber daya laut. Salah satunya ekstrak alga yang dikembangkan menjadi superfood dan suplemen, serta kolagen yang dihasilkan dari pemanfaatan bagian ikan yang selama ini kurang dimanfaatkan.

Kolagen tersebut diolah dari berbagai bagian ikan, seperti sirip, sisik, kulit, hingga tulang. Menurutnya, pengolahan limbah atau sisa produksi perikanan menjadi bahan bernilai ekonomi merupakan salah satu bentuk inovasi yang perlu didorong.

"Inovasi-inovasi yang seperti ini kita akan dorong terus, Kementerian Perindustrian punya komitmen untuk mendorong supaya pemanfaatan produk-produk dalam negeri terutama bahan baku menjadi lebih maksimal," terangnya.

Sarmuji juga menilai potensi keanekaragaman hayati Indonesia perlu dimanfaatkan lebih luas untuk mendukung industri farmasi. Pasalnya, kebutuhan bahan baku obat nasional masih banyak dipenuhi melalui impor.

Oleh karena itu, dia mendorong peningkatan investasi dalam penelitian dan pengembangan (R&D) agar kekayaan hayati Indonesia dapat diolah menjadi bahan baku obat dengan karakteristik khusus.

"Kita mengimpor bahan baku obat yang sangat besar, kenapa tidak kita mengelola dan memprovestasikan untuk kepentingan R&D kita, penelitian dan pengembangan kita supaya keanekaragaman hayati kita bisa dimanfaatkan secara maksimal baik untuk bahan makanan maupun untuk bahan obat," ucap Menperin.

Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman menyampaikan, Krista Interfood 2026 diikuti lebih dari 1.100 peserta pameran atau exhibitor dari dalam dan luar negeri. Sebagian besar peserta merupakan perusahaan nasional.

"Di ajang pameran ini, industri makanan minuman membangun ekosistem yang sangat luas sekali, termasuk dengan hotel, restoran dan juga dengan ekosistem lainnya pendukung termasuk kemasan, sehingga ini bisa menjadi pameran yang menjadi ikon Indonesia untuk menjadi showcase industri pangan Indonesia di ajang internasional," terang Adhi.

Baca selengkapnya di
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Menperin Sarmuji Minta Industri Pangan Nasional Kurangi Ketergantungan Bahan Baku Impor, https://www.tribunnews.com/bisnis/7906606/menperin-sarmuji-minta-industri-pangan-nasional-kurangi-ketergantungan-bahan-baku-impor?page=2.
Penulis: Lita Febriani
Editor: Seno Tri Sulistiyono

Program: Tribunnews Update
Reporter: Lita Febriani
Editor Video: Ni'amu Shoim Assari Alfani
Uploader: Panji Anggoro Putro