allsnsrank
ํšŒ์›๊ฐ€์ž…

๐Ÿ”ดAnak Buah Listyo Janji Bongkar Kasus Penyadapan Prabowo, Dokter Tifa Kritik JPU Foto Bareng Jokowi

Tribunnews
๊ตฌ๋…์ž 1,570๋งŒ๋ช…
์กฐํšŒ์ˆ˜ 61,038ํšŒ ยท ์ข‹์•„์š” 183 ยท ์ฐธ์—ฌ์œจ 0.30% ยท 2026-11-07 ๐Ÿ“Š ์ฑ„๋„ ์ •๋ณด ๋ณด๊ธฐ โ–ถ ์œ ํŠœ๋ธŒ

์ง€๊ธˆ ๋ณด๊ณ  ์žˆ๋Š” ์˜์ƒ

๐Ÿ”ดAnak Buah Listyo Janji Bongkar Kasus Penyadapan Prabowo, Dokter Tifa Kritik JPU Foto Bareng Jokowi
์กฐํšŒ์ˆ˜ 61,038
์˜์ƒ ์„ค๋ช… ยท ๋ˆŒ๋Ÿฌ์„œ ํŽผ์น˜๊ธฐ
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Anak buah Eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, berjanji akan membongkar dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Janji tersebut dipaparkan oleh Irjen Ahrie Sonta Nasution yang juga tersangka dalam kasus ini.

Pesan Irjen Ahrie Sonta Nasution itu disampaikan melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti pada Jumat (6/11/2026).

Dalam pernyataannya, Krisna Murti memastikan kliennya akan kooperatif dan terbuka dalam mengungkap perkara dugaan penyadapan terhadap Presiden RI Prabowo Subianto.

Krisna mengatakan, pihaknya memastikan proses hukum terhadap Ahrie berjalan sesuai ketentuan KUHAP.

Ia juga menyebut kliennya telah mendapatkan pendampingan hukum sejak awal pemeriksaan sebagai saksi hingga ditetapkan sebagai tersangka.

โ€œKami mendapat pendampingan hukum sejak awal pemeriksaan sebagai saksi hingga menjadi tersangka,โ€ kata Krisna.

Krisna Murti menegaskan, selama proses pemeriksaan tidak ada intimidasi dan proses hukum berjalan transparan.

Ia memastikan Ahrie akan bersikap kooperatif serta terbuka untuk membantu mengungkap perkara tersebut.

โ€œKlien kami akan terbuka untuk membuat terang benderang kasus ini,โ€ ujarnya.

Terkait sangkaan yang dikenakan kepada kliennya, Krisna menyatakan pihaknya akan menyikapinya secara objektif dan mencocokkannya dengan fakta hukum.

Ia juga menegaskan tidak ingin membangun opini yang dapat memengaruhi proses hukum yang masih berjalan.

โ€œKami meyakini penegakan hukum akan berjalan profesional dan tidak mengabaikan hak-hak klien kami,โ€ kata Krisna.

Sementara itu, Dokter Tifa melayangkan kritik keras terhadap sejumlah Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang kedapatan berfoto bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi setelah persidangan.

Kritik tersebut disampaikan Dokter Tifa melalui unggahan di akun media sosial X pada Jumat (6/11/2026).

Dalam unggahannya, Dokter Tifa menilai tindakan sejumlah JPU tersebut tidak pantas dan berpotensi mencederai independensi serta imparsialitas dalam proses peradilan.

Ia bahkan menyebut perilaku para jaksa tersebut sebagai persoalan serius yang menyangkut integritas dan etika profesi.

Dokter Tifa kemudian menyinggung Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kode Perilaku Jaksa.

Menurutnya, aturan tersebut menegaskan tiga nilai utama yang harus dijunjung setiap jaksa, yakni integritas, profesionalitas, dan kebijaksanaan.

Ia menilai kedekatan personal antara jaksa dan pihak yang sedang berperkara dapat memunculkan konflik kepentingan hingga menimbulkan kesan adanya perlakuan khusus.

"Persoalan bergenit-genit berfoto dengan pihak berperkara tentu tidak boleh dianggap sepele," tulis Dokter Tifa.

Ia juga mengingatkan bahwa proses peradilan harus berlangsung secara jujur, objektif, dan bermartabat.

Menurut Dokter Tifa, keadilan bukan hanya harus ditegakkan, tetapi juga harus terlihat ditegakkan.

Ia khawatir perilaku yang menimbulkan pertanyaan publik justru dapat meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan.

Tak berhenti pada kritik, Dokter Tifa bahkan menyebut para JPU yang berfoto bersama Jokowi sebagai JPU Termul.

Ia menilai tindakan tersebut telah mencoreng nama baik institusi Kejaksaan.

Dalam unggahannya, Dokter Tifa juga membawa persoalan tersebut ke ranah politik dengan menyinggung posisi Presiden Prabowo Subianto.

"Mereka, lupa, Tuan mereka kini adalah Presiden Prabowo. Presiden Termul sudah jadi Mantan," tulisnya.

Dokter Tifa bahkan menyinggung kasus dugaan penyadapan yang belakangan menjadi sorotan publik.

Ia kemudian menyatakan akan melaporkan dugaan pelanggaran etika dan integritas tersebut kepada sejumlah lembaga.

Di antaranya Komisi Kejaksaan, Jaksa Agung, Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan, hingga Komisi III DPR RI.

Dokter Tifa juga menyebut akan meneruskan laporan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto. (Tribun-Video.com/Nila Irda)


Program: Hot Topic
Editor Video: Difa Isnaeni Azizah