Bahlil Singgung Sikap Negara Tetangga Saat RI Dilanda Bencana, Singgung Kedaulatan Indonesia
지금 보고 있는 영상
Bahlil Singgung Sikap Negara Tetangga Saat RI Dilanda Bencana, Singgung Kedaulatan Indonesia
조회수 1
영상 설명 · 눌러서 펼치기
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri ESDM sekaligus Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, meminta agar ekspor sumber daya alam Indonesia tidak lagi melewati negara perantara.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Opening Ceremony Minerba Convex 2026, di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Ia menegaskan, pengiriman harus dilakukan langsung ke negara tujuan tanpa transit di negara lain.
Bahlil mencontohkan, jika Indonesia mengekspor komoditas ke China, pengiriman harus dilakukan langsung dari Indonesia ke China.
"Saya gak mau, enggak boleh lagi sumber daya alam kita dari sektor ESDM kalau kita mau kirim barang ke China, ya dari Jakarta langsung China. Tidak boleh dari Jakarta mampir negara yang itu ya, hanya stempel lalu dia bilang ini ekspor dari negara dia, dari mana barang kau? langsung aja langsung aja," kata Bahlil.
Menurutnya, negara transit justru berpotensi mengambil keuntungan, mulai dari penerimaan pajak hingga mengklaim barang ekspor Indonesia sebagai produk negaranya.
Dalam pernyataannya, Bahlil juga menyinggung sikap negara tetangga yang dinilainya terlalu tergopoh-gopoh ketika terjadi bencana di Indonesia.
Ia mengaitkan hal tersebut dengan persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang turut berdampak pada negara sekitar.
Bahlil menegaskan, Indonesia merupakan negara berdaulat dan tidak boleh terus dirugikan dalam hubungan perdagangan dengan negara lain.
Pernyataan ini muncul di tengah hubungan Indonesia dan Singapura yang sempat menjadi sorotan akibat persoalan karhutla dan kabut asap.
Terlebih, Indonesia telah memangkas ekspor gas pipa ke Singapura sebesar 31 MMSCFD sejak 24 Oktober 2026.
Bahlil menyebut, pengurangan pasokan tersebut dilakukan karena adanya pemeliharaan fasilitas dan meningkatnya kebutuhan energi dalam negeri.
Pemerintah juga menegaskan kebijakan itu masih sesuai dengan batas minimum kontrak yang disepakati.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bahlil Minta Ekspor Sumber Daya Alam RI Langsung ke Negara Tujuan: Tak Boleh Mampir ke 'Negara Itu', https://www.tribunnews.com/bisnis/7905611/bahlil-minta-ekspor-sumber-daya-alam-ri-langsung-ke-negara-tujuan-tak-boleh-mampir-ke-negara-itu?page=all&s=paging_new.
Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Seno Tri Sulistiyono
Program: Tribunnews Update
Editor Video: Valencia Frida
Uploader: Tri Hantoro
Reporter: Abdi Ryanda Shakti
TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri ESDM sekaligus Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, meminta agar ekspor sumber daya alam Indonesia tidak lagi melewati negara perantara.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Opening Ceremony Minerba Convex 2026, di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Ia menegaskan, pengiriman harus dilakukan langsung ke negara tujuan tanpa transit di negara lain.
Bahlil mencontohkan, jika Indonesia mengekspor komoditas ke China, pengiriman harus dilakukan langsung dari Indonesia ke China.
"Saya gak mau, enggak boleh lagi sumber daya alam kita dari sektor ESDM kalau kita mau kirim barang ke China, ya dari Jakarta langsung China. Tidak boleh dari Jakarta mampir negara yang itu ya, hanya stempel lalu dia bilang ini ekspor dari negara dia, dari mana barang kau? langsung aja langsung aja," kata Bahlil.
Menurutnya, negara transit justru berpotensi mengambil keuntungan, mulai dari penerimaan pajak hingga mengklaim barang ekspor Indonesia sebagai produk negaranya.
Dalam pernyataannya, Bahlil juga menyinggung sikap negara tetangga yang dinilainya terlalu tergopoh-gopoh ketika terjadi bencana di Indonesia.
Ia mengaitkan hal tersebut dengan persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang turut berdampak pada negara sekitar.
Bahlil menegaskan, Indonesia merupakan negara berdaulat dan tidak boleh terus dirugikan dalam hubungan perdagangan dengan negara lain.
Pernyataan ini muncul di tengah hubungan Indonesia dan Singapura yang sempat menjadi sorotan akibat persoalan karhutla dan kabut asap.
Terlebih, Indonesia telah memangkas ekspor gas pipa ke Singapura sebesar 31 MMSCFD sejak 24 Oktober 2026.
Bahlil menyebut, pengurangan pasokan tersebut dilakukan karena adanya pemeliharaan fasilitas dan meningkatnya kebutuhan energi dalam negeri.
Pemerintah juga menegaskan kebijakan itu masih sesuai dengan batas minimum kontrak yang disepakati.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bahlil Minta Ekspor Sumber Daya Alam RI Langsung ke Negara Tujuan: Tak Boleh Mampir ke 'Negara Itu', https://www.tribunnews.com/bisnis/7905611/bahlil-minta-ekspor-sumber-daya-alam-ri-langsung-ke-negara-tujuan-tak-boleh-mampir-ke-negara-itu?page=all&s=paging_new.
Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Seno Tri Sulistiyono
Program: Tribunnews Update
Editor Video: Valencia Frida
Uploader: Tri Hantoro
Reporter: Abdi Ryanda Shakti
Tribunnews 다른 영상
Ferdinand Sebut Kedudukan Gibran Cacat Hukum, Desak DPR Segera Proses Pemakzulan Wapres
조회수 61
Salah Teknik Sikat Gigi Bisa Bikin Gusi Sakit, Ini Cara yang Tepat!
조회수 12
Polemik Penggeledahan Ponpes Sukoharjo, Santriwati Trauma hingga Kapolda Didesak Mundur
조회수 694
Di Tengah Gelombang Boikot, Raffi Ahmad Repost Pesan soal Pertemanan: Sahabat Tak Selamanya Tulus
조회수 386
Dituntut 10 Tahun Bui, Nasib Putusan Vonis Letjen Widi Prasetijono Ditentukan Kamis 26 November 2026
조회수 90
Pasta Gigi Tertelan Anak, Berbahaya atau Tidak? Dokter Ungkap Risiko Fluorosis!
조회수 13
Manajemen Plaza Asia Tasikmalaya Batalkan RANS Carnival dan Cipungland, Alasannya Kondusivitas
조회수 302
🔴LIVE: Tanggul Krueng Meureudu di Pidie Jaya Jebol, Belasan Desa Diterjang Banjir Lumpur
조회수 144