allsnsrank
ํšŒ์›๊ฐ€์ž…

๐Ÿ”ดNusron Wahid Hilang usai 4 Orang Kepercayaan Kena OTT KPK, Namanya Terseret & Berpeluang Dipanggil

Tribunnews
๊ตฌ๋…์ž 1,560๋งŒ๋ช…
์กฐํšŒ์ˆ˜ 1,136ํšŒ ยท ์ข‹์•„์š” 20 ยท ์ฐธ์—ฌ์œจ 1.76% ยท 2026-09-17 ๐Ÿ“Š ์ฑ„๋„ ์ •๋ณด ๋ณด๊ธฐ โ–ถ ์œ ํŠœ๋ธŒ

์ง€๊ธˆ ๋ณด๊ณ  ์žˆ๋Š” ์˜์ƒ

๐Ÿ”ดNusron Wahid Hilang usai 4 Orang Kepercayaan Kena OTT KPK, Namanya Terseret & Berpeluang Dipanggil
์กฐํšŒ์ˆ˜ 1,136
์˜์ƒ ์„ค๋ช… ยท ๋ˆŒ๋Ÿฌ์„œ ํŽผ์น˜๊ธฐ
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.

TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mendadak jadi sorotan.

Sejak awal pekan, ia tak tampak di sejumlah agenda resmi, tepat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat teras di kementeriannya.

Ketidakhadiran Nusron menimbulkan tanda tanya publik. Pasalnya pada (15-16/9/2026), ia absen dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI dan Badan Legislasi (Baleg) yang seharusnya dihadiri menteri, namun justru diwakili sepenuhnya oleh Wakil Menteri ATR/BPN, Ossy Dermawan.

Menanggapi kabar "menghilang" Nusron ini kemudian ditanggapi oleh Ossy Dermawan.

Dalam keterangannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9), ia menegaskan kehadirannya di lokasi merupakan bentuk penugasan langsung dari sang menteri.

Menurut Ossy, Nusron saat ini tengah menjalankan agenda lain yang sudah terjadwal. Namun, ketika ditanya lokasi pasti Nusron, Ossy mengaku tidak mengetahui.

Spekulasi mengenai absennya Nusron muncul setelah KPK menggelar OTT di Jabodetabek, Senin (14/9/2026).

Dalam operasi itu, penyidik menyita uang tunai Rp106,3 miliar yang disimpan dalam 20 koper dan kardus.

Sebanyak 19 orang diamankan, dengan delapan di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka terdiri dari pejabat ATR/BPN, pihak swasta, serta empat orang yang disebut sebagai orang dekat Nusron Wahid: Fahd El Fouz, Arif Sugiyanto, Erwin, dan Muhammad Fakhry.

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut dugaan kepemilikan uang ratusan miliar rupiah yang menyeret nama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid.

Tim penyidik kini menelusuri dugaan aliran dana haram dari puluhan koper tersebut yang membiayai operasional Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, pada akhir Agustus 2026 lalu.

KPK juga buka peluang soal pemanggilan Nusron Wahid terkait kasus dugaan suap di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

KPK menyebut pemanggilan itu tergantung kebutuhan penyidik.

Pernyataan itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein pada Selasa (15/9/2026).

"Apakah nanti saudara NW (Nusron Wahid) dipanggil? Ya itu tergantung kebutuhan di penyidikan ke depan, apakah dibutuhkan atau tidak, nanti kita lihat update proses penyidikan yang sedang berjalan," ucap Taufik.


(Tribun-Video.com)


Program: Hot Topic
Editor Video: Agilio OktoViasta