allsnsrank
회원가입

Sindiran Gun Romli PDIP seusai MA Putuskan Suket Ijazah SMA Gibran Tak Sah, Singgung Peran Jokowi

Tribunnews
구독자 1,570만명
조회수 27,915회 · 좋아요 496 · 참여율 1.78% · 2026-10-30 📊 채널 정보 보기 ▶ 유튜브

지금 보고 있는 영상

Sindiran Gun Romli PDIP seusai MA Putuskan Suket Ijazah SMA Gibran Tak Sah, Singgung Peran Jokowi
조회수 27,915
영상 설명 · 눌러서 펼치기
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Juru Bicara PDI Perjuangan, Guntur Romli, menyoroti putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyebut surat keterangan penyetaraan ijazah SMA milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak sah.

Guntur menyebut putusan MA tersebut membongkar dugaan konspirasi manipulasi kekuasaan Jokowi yang menurutnya dilakukan demi meloloskan Gibran sebagai calon wakil presiden.

Hal itu disampaikan Guntur Romli melalui video yang diunggah di Instagramnya pada Jumat (30/10).

Dalam pernyataannya, Guntur menyebut setidaknya ada tiga mata rantai yang menurutnya menunjukkan dugaan manipulasi aturan demi Gibran.

Pertama, putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90 Tahun 2023 yang mengubah ketentuan batas usia calon presiden dan wakil presiden.

Guntur menyoroti keterlibatan Anwar Usman yang saat itu menjabat Ketua MK sekaligus merupakan paman Gibran.

Ia juga mengingatkan bahwa Anwar Usman kemudian dinyatakan melakukan pelanggaran etik berat oleh Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi dan dicopot dari jabatan Ketua MK.

Kedua, Guntur menyinggung Pasal 18 huruf e angka 3 PKPU Nomor 19 Tahun 2023.

Menurutnya, ketentuan tersebut memberikan pengecualian terkait bukti kelulusan SMA bagi calon yang menempuh pendidikan di luar negeri dan telah memiliki ijazah perguruan tinggi.

Guntur mempertanyakan proses pembentukan aturan tersebut karena mengklaim ketentuan itu tidak muncul dalam uji publik maupun pembahasan bersama DPR.

Ketiga, Guntur menyoroti putusan MA Nomor 742 K/TUN/2026 terkait surat keterangan penyetaraan ijazah Gibran.

Ia menyebut MA telah menyatakan surat keterangan tersebut tidak sah dan memerintahkan agar dokumen itu dimusnahkan.

Berdasarkan tiga hal tersebut, Guntur menilai terdapat dugaan manipulasi kekuasaan melalui sejumlah peraturan yang saling berkaitan untuk kepentingan pencalonan Gibran.

Ia juga menyinggung peran Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang saat itu masih menjabat sebagai presiden sekaligus ayah Gibran.

Guntur menilai desain kebijakan tersebut mustahil berjalan tanpa adanya restu kekuasaan.

Di akhir pernyataannya, Guntur mendesak agar dugaan tersebut diusut tuntas.

Ia meminta publik mengetahui siapa pihak yang memerintahkan, menyelundupkan aturan, hingga membiarkan persoalan tersebut terjadi.

(Tribun-Video.com)

Program: Tribunnews Update
Host: Maria Nanda Ayu Saputri
Editor Video: Valencia Frida
Uploader: Erwin Joko Prasetyo