MAKI Duga Ada Siasat Nusron Wahid Hindari Panggilan KPK ke-3 Kali, Endus Rencana Terbang ke Jepang
지금 보고 있는 영상
MAKI Duga Ada Siasat Nusron Wahid Hindari Panggilan KPK ke-3 Kali, Endus Rencana Terbang ke Jepang
조회수 46
영상 설명 · 눌러서 펼치기
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) mengungkap dugaan adanya skenario baru yang diduga disiapkan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid untuk menghindari pemeriksaan KPK.
Koordinator MAKI Boyamin Saiman menduga Nusron menyiapkan perjalanan dinas ke Jepang.
Boyamin menyebut upaya ini sebagai alasan apabila KPK kembali melayangkan surat panggilan terkait kasus dugaan korupsi senilai Rp106 miliar di lingkungan kementeriannya.
Nusron sendiri dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK, yakni pada 7 dan 15 Oktober 2026.
Pada pemanggilan kedua, Nusron beralasan sedang melakukan perjalanan dinas ke Malaysia melalui Singapura.
Boyamin mengaku memperoleh informasi rencana perjalanan ke Jepang dari pengajuan anggaran dinas yang dilakukan pada pekan sebelumnya.
Ia menduga rencana perjalanan tersebut berpotensi kembali digunakan sebagai alasan untuk tidak memenuhi panggilan penyidik.
"Saya mengabarkan bahwa Pak Nusron Wahid akan bepergian ke Jepang. Dari mana ini didapat? Karena minggu kemarin sedang diajukan anggaran untuk dinas Pak Nusron Wahid ke Jepang. Nah, saya menduganya bepergian ke luar negeri ini dipakai sebagai cadangan, begitu kalau nanti sewaktu-waktu dipanggil KPK," ungkap Boyamin, Senin (2/11/2026).
Boyamin juga menyoroti alasan perjalanan dinas Nusron ke Johor Bahru, Malaysia, yang bertepatan dengan jadwal pemeriksaan sebelumnya.
Menurutnya, jeda waktu pemanggilan berdasarkan KUHAP justru berpotensi dimanfaatkan untuk menyiapkan alasan ketidakhadiran.
"Maka, potensi beliau akan mangkir lagi dengan alasan sedang dinas ke luar negeri. Sebagaimana dulu mangkir dari panggilan KPK dengan alasan dinas ke Johor Bahru, Malaysia. Meskipun, ya jalannya lucu dari Singapura," tegasnya.
Tak hanya menyoroti Nusron, Boyamin juga mengkritik langkah KPK yang dinilai belum tegas dalam menindaklanjuti dua kali ketidakhadiran sang menteri.
Ia mendesak KPK segera melakukan pemanggilan ulang dan mempertimbangkan langkah penjemputan paksa apabila syarat hukumnya terpenuhi.
Boyamin menilai keterlambatan pemeriksaan Nusron dapat berdampak pada penanganan perkara yang juga menjerat delapan tersangka lain.
Saat ini, delapan tersangka tersebut telah ditahan di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK.
Menurut Boyamin, masa penahanan para tersangka terbatas.
Karena itu, penyidik perlu segera menuntaskan pemeriksaan dan pendalaman perkara sebelum masa penahanan berakhir.
"Yang disayangkan adalah sebenarnya KPK. Dengan tidak tegas memanggil dan tidak memanggil paksa, maka kemudian menjadi berlarut-larut. Sementara masa tahanan tersangka-tersangka yang lain akan makin habis," ujar Boyamin.
Ia menilai keterangan Nusron penting untuk mendalami perkara dugaan korupsi tersebut, terutama karena pemeriksaan terhadap sang menteri belum terlaksana. (Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul MAKI Endus Rencana Nusron Wahid Terbang ke Jepang, Diduga Jadi Siasat Baru Hindari Panggilan KPK,
https://www.tribunnews.com/nasional/7905472/maki-endus-rencana-nusron-wahid-terbang-ke-jepang-diduga-jadi-siasat-baru-hindari-panggilan-kpk?
Program: Tribunnews Update
Host: Nila Irda
Editor Video: Pandu Widarwoko
Uploader: bagus gema praditiya sukirman
TRIBUN-VIDEO.COM - Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) mengungkap dugaan adanya skenario baru yang diduga disiapkan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid untuk menghindari pemeriksaan KPK.
Koordinator MAKI Boyamin Saiman menduga Nusron menyiapkan perjalanan dinas ke Jepang.
Boyamin menyebut upaya ini sebagai alasan apabila KPK kembali melayangkan surat panggilan terkait kasus dugaan korupsi senilai Rp106 miliar di lingkungan kementeriannya.
Nusron sendiri dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK, yakni pada 7 dan 15 Oktober 2026.
Pada pemanggilan kedua, Nusron beralasan sedang melakukan perjalanan dinas ke Malaysia melalui Singapura.
Boyamin mengaku memperoleh informasi rencana perjalanan ke Jepang dari pengajuan anggaran dinas yang dilakukan pada pekan sebelumnya.
Ia menduga rencana perjalanan tersebut berpotensi kembali digunakan sebagai alasan untuk tidak memenuhi panggilan penyidik.
"Saya mengabarkan bahwa Pak Nusron Wahid akan bepergian ke Jepang. Dari mana ini didapat? Karena minggu kemarin sedang diajukan anggaran untuk dinas Pak Nusron Wahid ke Jepang. Nah, saya menduganya bepergian ke luar negeri ini dipakai sebagai cadangan, begitu kalau nanti sewaktu-waktu dipanggil KPK," ungkap Boyamin, Senin (2/11/2026).
Boyamin juga menyoroti alasan perjalanan dinas Nusron ke Johor Bahru, Malaysia, yang bertepatan dengan jadwal pemeriksaan sebelumnya.
Menurutnya, jeda waktu pemanggilan berdasarkan KUHAP justru berpotensi dimanfaatkan untuk menyiapkan alasan ketidakhadiran.
"Maka, potensi beliau akan mangkir lagi dengan alasan sedang dinas ke luar negeri. Sebagaimana dulu mangkir dari panggilan KPK dengan alasan dinas ke Johor Bahru, Malaysia. Meskipun, ya jalannya lucu dari Singapura," tegasnya.
Tak hanya menyoroti Nusron, Boyamin juga mengkritik langkah KPK yang dinilai belum tegas dalam menindaklanjuti dua kali ketidakhadiran sang menteri.
Ia mendesak KPK segera melakukan pemanggilan ulang dan mempertimbangkan langkah penjemputan paksa apabila syarat hukumnya terpenuhi.
Boyamin menilai keterlambatan pemeriksaan Nusron dapat berdampak pada penanganan perkara yang juga menjerat delapan tersangka lain.
Saat ini, delapan tersangka tersebut telah ditahan di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK.
Menurut Boyamin, masa penahanan para tersangka terbatas.
Karena itu, penyidik perlu segera menuntaskan pemeriksaan dan pendalaman perkara sebelum masa penahanan berakhir.
"Yang disayangkan adalah sebenarnya KPK. Dengan tidak tegas memanggil dan tidak memanggil paksa, maka kemudian menjadi berlarut-larut. Sementara masa tahanan tersangka-tersangka yang lain akan makin habis," ujar Boyamin.
Ia menilai keterangan Nusron penting untuk mendalami perkara dugaan korupsi tersebut, terutama karena pemeriksaan terhadap sang menteri belum terlaksana. (Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul MAKI Endus Rencana Nusron Wahid Terbang ke Jepang, Diduga Jadi Siasat Baru Hindari Panggilan KPK,
https://www.tribunnews.com/nasional/7905472/maki-endus-rencana-nusron-wahid-terbang-ke-jepang-diduga-jadi-siasat-baru-hindari-panggilan-kpk?
Program: Tribunnews Update
Host: Nila Irda
Editor Video: Pandu Widarwoko
Uploader: bagus gema praditiya sukirman
Tribunnews 다른 영상
Dulu Makan Telur Bikin Bentol, Kini Tidak Lagi? Ini Penjelasan Medisnya
Pasutri Muda Tega Bunuh Bayi 20 Bulan di Toilet Pasar Kebayoran Lama, Dipicu Masalah Ekonomi
조회수 12
Polisi Israel Paksa Seret Demonstran Ultra-Ortodoks yang Blokade Pangkalan Menolak Wajib Militer
조회수 20
Drainase Tersumbat Sampah, Rumah Warga di Ketangga Lombok Timur Terendam Banjir
조회수 19
Dedi Mulyadi Tegas soal Dugaan Puskesmas Bantarujeg Diduga Tolak Pasien, Minta Dinkaes Audit
조회수 87
Polda Jateng Beber Awal Mula Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo, Komnas HAM Minta Trauma Healing
조회수 371
Said Didu Prediksi Peta Pemakzulan Gibran di DPR: 4 Partai Tegas, Golkar-NasDem Kokoh Bela Gibran
조회수 364
Daftar Nama Artis yang Dukung Raffi Ahmad, Prihatin Dirundung Seruan Boikot Imbas Isu Mahasewa
조회수 565