KAI Jelaskan soal Polisi Naik KRL saat Gerebek Kampung Bahari: Tak Ganggu Perjalanan Reguler
지금 보고 있는 영상
KAI Jelaskan soal Polisi Naik KRL saat Gerebek Kampung Bahari: Tak Ganggu Perjalanan Reguler
조회수 419
영상 설명 · 눌러서 펼치기
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUNVIDEO.COM - PT KAI memberikan penjelasan terkait rangkaian kereta rel listrik (KRL) yang digunakan polisi saat melakukan penggerebekan di Kampung Bahari, Jakarta Utara pada Minggu (1/11/2026) sekira pukul 06.25 WIB.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda menyebut hal tersebut merupakan hasil koordinasi antara KAI maupun Polri.
"Dapat kami sampaikan bahwa perjalanan Commuter Line Jakarta Kota-Tanjungpriok pada hari ini, Minggu (1/11) sekitar pukul 6.25 WIB dengan perjalanan KLB merupakan hasil koordinasi dari pihak Kepolisian kepada KAI Commuter untuk mobilitas hingga ke Tanjungpriok," kata Karina dalam keterangannya, Minggu siang.
"Perjalanan tersebut tidak berdampak pada perjalanan regular Commuter Line menuju Tanjungpriok," ucapnya.
Meski begitu, Karina mewakili KAI meminta maaf atas ketidaknyamanan para pengguna jasa Commuter Line.
"KAI Commuter menyampaikan pemohonan maaf atas ketidaknyamanannya. Terdapat 3 perjalanan Commuter Line Jakarta Kota - Tanjungpriok mengalami keterlambatan 4 - 19 menit yang disebabkan oleh kerumunan warga di rel dalam proses penggerebekan yang dilakukan," ucapnya.
Sebelumnya, Tim gabungan Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri hingga BNN menggerebek Kampung Bahari, Jakarta Utara yang dikenal sebagai sarang narkoba pada Minggu (1/11/2026) pagi.
Dalam penggerebekan, polisi melakukan penggerebekan dengan menumpangi Kereta Rel Listrik (KRL) dari Stasiun Tanjung Priok. Namun, belum diketahui pasti alasannya.
Dari video yang tersebar, terlihat petugas kepolisian yang mayoritas berpakaian berwarna hitam dan sebagian menggunakan rompi dan helm terlihat berada di salah satu gerbong KRL.
Mereka pun turun di Kampung Bahari yang hanya sekitar 5 menit dari Stasiun Tanjung Priok untuk melakukan operasi tersebut.
Nampak anggota polisi juga ada yang membawa tameng saat turun dari KRL.
"Betul (naik KRL), yang jelas kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi, dari berbagai arah ya. Oleh karena itu kita lakukan serempak ya," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso kepada wartawan, Minggu.
Setelah itu, lanjut Bismo, tim langsung bergerak menyisir sejumlah titik yang sudah dipetakan sebagai lokasi peredaran narkoba.
Nampak sejumlah lapak-lapan juga dihancurkan oleh kepolisian dalam penggerebekan tersebut.
Namun, aparat kepolisian sempat mendapatkan perlawanan dari sejumlah warga yang diduga sebagai bentuk pengalihan agar target operasi lepas.
"Perlawanan itu sebagai wujud pengalihan perhatian dari zona yang menjadi target operasi kita, ya. Tapi kita tidak teralihkan terhadap fokus dari target operasi kita," ungkap Bismo.
Dalam hal ini, polisi berhasil menangkap 26 orang yang diduga pengedar hingga pengguna narkoba di Kampung Bahari.
Selain itu, polisi juga menyita barang bukti narkoba berupa sabu, ganja, ribuan butir ekstasi, mesin pencetak ekstasi, senjata api (senpi) hingga senjata tajam (sajam).
Untuk informasi, beberapa waktu belakangan jajaran Polda Metro Jaya juga menggerebek kampung yang menjadi sarang narkoba lain di wilayah Jakarta sesuai arahan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.
Kampung-kampung yang menjadi sasaran yakni Komplek Permata atau Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat; Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta Barat; dan Kampung Berlan, Matraman, Jakarta Timur.
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto seluruh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) untuk memetakan dan penindakan terhadap kampung hingga bandar narkoba di wilayahnya.
Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba yang masih menjadi masalah di Indonesia.
"Saya telah menginstruksikan untuk seluruh Kapolda untuk melakukan mapping terhadap kampung-kampung terutama ya, kampung-kampung narkoba yang ada di wilayahnya. Begitu juga bandar-bandar narkoba yang selama ini melakukan peredaran narkoba di masing-masing wilayah," kata Suyudi usai kegiatan Forum Nasional Pembangunan Hukum di Kementerian Hukum, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Sejauh ini, operasi penggerebekan oleh jajaran Polri sudah dilakukan di seluruh Indonesia. Ia meminta agar tak ada lagi kampung-kampung di seluruh Indonesia yang terindikasi menjadi titik peredaran narkoba.
"Jadi sudah mulai para Kapolda melakukan penindakan di kampung-kampung yang ada di wilayahnya masing-masing. Termasuk Kampung Ambon, Kampung Bahari, dan lain-lain, seperti itu," tuturnya.
Editor: Lendy Ramadhan
Link Berita: https://www.tribunnews.com/metropolitan/7905271/kai-jelaskan-soal-polisi-naik-krl-saat-gerebek-kampung-bahari-tak-ganggu-perjalanan-reguler
TRIBUNVIDEO.COM - PT KAI memberikan penjelasan terkait rangkaian kereta rel listrik (KRL) yang digunakan polisi saat melakukan penggerebekan di Kampung Bahari, Jakarta Utara pada Minggu (1/11/2026) sekira pukul 06.25 WIB.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda menyebut hal tersebut merupakan hasil koordinasi antara KAI maupun Polri.
"Dapat kami sampaikan bahwa perjalanan Commuter Line Jakarta Kota-Tanjungpriok pada hari ini, Minggu (1/11) sekitar pukul 6.25 WIB dengan perjalanan KLB merupakan hasil koordinasi dari pihak Kepolisian kepada KAI Commuter untuk mobilitas hingga ke Tanjungpriok," kata Karina dalam keterangannya, Minggu siang.
"Perjalanan tersebut tidak berdampak pada perjalanan regular Commuter Line menuju Tanjungpriok," ucapnya.
Meski begitu, Karina mewakili KAI meminta maaf atas ketidaknyamanan para pengguna jasa Commuter Line.
"KAI Commuter menyampaikan pemohonan maaf atas ketidaknyamanannya. Terdapat 3 perjalanan Commuter Line Jakarta Kota - Tanjungpriok mengalami keterlambatan 4 - 19 menit yang disebabkan oleh kerumunan warga di rel dalam proses penggerebekan yang dilakukan," ucapnya.
Sebelumnya, Tim gabungan Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri hingga BNN menggerebek Kampung Bahari, Jakarta Utara yang dikenal sebagai sarang narkoba pada Minggu (1/11/2026) pagi.
Dalam penggerebekan, polisi melakukan penggerebekan dengan menumpangi Kereta Rel Listrik (KRL) dari Stasiun Tanjung Priok. Namun, belum diketahui pasti alasannya.
Dari video yang tersebar, terlihat petugas kepolisian yang mayoritas berpakaian berwarna hitam dan sebagian menggunakan rompi dan helm terlihat berada di salah satu gerbong KRL.
Mereka pun turun di Kampung Bahari yang hanya sekitar 5 menit dari Stasiun Tanjung Priok untuk melakukan operasi tersebut.
Nampak anggota polisi juga ada yang membawa tameng saat turun dari KRL.
"Betul (naik KRL), yang jelas kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi, dari berbagai arah ya. Oleh karena itu kita lakukan serempak ya," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso kepada wartawan, Minggu.
Setelah itu, lanjut Bismo, tim langsung bergerak menyisir sejumlah titik yang sudah dipetakan sebagai lokasi peredaran narkoba.
Nampak sejumlah lapak-lapan juga dihancurkan oleh kepolisian dalam penggerebekan tersebut.
Namun, aparat kepolisian sempat mendapatkan perlawanan dari sejumlah warga yang diduga sebagai bentuk pengalihan agar target operasi lepas.
"Perlawanan itu sebagai wujud pengalihan perhatian dari zona yang menjadi target operasi kita, ya. Tapi kita tidak teralihkan terhadap fokus dari target operasi kita," ungkap Bismo.
Dalam hal ini, polisi berhasil menangkap 26 orang yang diduga pengedar hingga pengguna narkoba di Kampung Bahari.
Selain itu, polisi juga menyita barang bukti narkoba berupa sabu, ganja, ribuan butir ekstasi, mesin pencetak ekstasi, senjata api (senpi) hingga senjata tajam (sajam).
Untuk informasi, beberapa waktu belakangan jajaran Polda Metro Jaya juga menggerebek kampung yang menjadi sarang narkoba lain di wilayah Jakarta sesuai arahan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.
Kampung-kampung yang menjadi sasaran yakni Komplek Permata atau Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat; Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta Barat; dan Kampung Berlan, Matraman, Jakarta Timur.
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto seluruh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) untuk memetakan dan penindakan terhadap kampung hingga bandar narkoba di wilayahnya.
Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba yang masih menjadi masalah di Indonesia.
"Saya telah menginstruksikan untuk seluruh Kapolda untuk melakukan mapping terhadap kampung-kampung terutama ya, kampung-kampung narkoba yang ada di wilayahnya. Begitu juga bandar-bandar narkoba yang selama ini melakukan peredaran narkoba di masing-masing wilayah," kata Suyudi usai kegiatan Forum Nasional Pembangunan Hukum di Kementerian Hukum, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Sejauh ini, operasi penggerebekan oleh jajaran Polri sudah dilakukan di seluruh Indonesia. Ia meminta agar tak ada lagi kampung-kampung di seluruh Indonesia yang terindikasi menjadi titik peredaran narkoba.
"Jadi sudah mulai para Kapolda melakukan penindakan di kampung-kampung yang ada di wilayahnya masing-masing. Termasuk Kampung Ambon, Kampung Bahari, dan lain-lain, seperti itu," tuturnya.
Editor: Lendy Ramadhan
Link Berita: https://www.tribunnews.com/metropolitan/7905271/kai-jelaskan-soal-polisi-naik-krl-saat-gerebek-kampung-bahari-tak-ganggu-perjalanan-reguler
Tribunnews 다른 영상
Demo Biaya Hidup di Perancis Memanas saat Halloween: 500+ Orang Ditangkap, Polisi Diserang Molotov
조회수 36
Langkah Prabowo Mendadak Terhenti Gegara Dengar Pria Lantang Teriak 'Berdaulat Pak Presiden!'
조회수 839
Terungkap Lagi Sosok Wanita Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI Bukan Mahasiswa & Dibayar
조회수 3,288
Raffi Ahmad & Willie Salim Kompak Mengaku Tak Tahu Apa-apa Soal Acara di Bundaran HI
조회수 1,162
Gun Romli Desak Polisi Bongkar Gulung Sindikat Mahasiswa Gadungan: Rakyat Disuguhi Keterangan Palsu
조회수 1,557
Yurike Prastika Ungkap Ketegaran Hadapi Kanker Stadium 4, Rela Payudaranya Diangkat Demi Kesembuhan
조회수 660
Protes Tertahan Rombongan Prabowo, Pengendara Ramai-ramai Bunyikan Klakson Panjang
조회수 4,207
Ferdinand Respons Putusan MA soal Suket Wapres: Jadi Bukti Kuat Gibran Layak Jadi Tersangka
조회수 3,924