allsnsrank
회원가입

Terungkap Lagi Sosok Wanita Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI Bukan Mahasiswa & Dibayar

Tribunnews
구독자 1,570만명
조회수 13,479회 · 좋아요 206 · 참여율 1.53% · 2026-11-01 📊 채널 정보 보기 ▶ 유튜브

지금 보고 있는 영상

Terungkap Lagi Sosok Wanita Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI Bukan Mahasiswa & Dibayar
조회수 13,479
영상 설명 · 눌러서 펼치기
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Sosok wanita yang belakangan menjadi sorotan publik akibat mengenakan almamater Universitas Terbuka (UT) pada acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Jakarta Pusat, akhirnya memberikan klarifikasi resmi.

Wanita bernama Vrisma Nurhalizah tersebut mengakui secara terbuka bahwa dirinya bukanlah mahasiswa dari Universitas Terbuka.

Kehadiran Vrisma dalam kegiatan yang digelar oleh Polda Metro Jaya pada Kamis (29/10/2026) dan turut dihadiri utusan khusus presiden Raffi Ahmad itu ternyata didasari atas motif pekerjaan berbayar.

Klarifikasi serta permohonan maaf disampaikan Vrisma melalui tayangan video yang diunggah oleh akun Instagram resmi Keluarga Mahasiswa Universitas Terbuka Jakarta (@keluargamahasiswautjkt).

Dalam tayangan video tersebut, Vrisma menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh civitas akademika, mahasiswa, serta pihak manajemen kampus UT atas kegaduhan dan polemik yang timbul akibat penggunaan atribut almamater kampus.

Penjelasan tersebut disampaikan Vrisma saat bertemu langsung dengan perwakilan Keluarga Mahasiswa Universitas Terbuka Jakarta pada Sabtu (31/10/2026).

Dalam pertemuannya, ia membeberkan alasan utama di balik aksinya pada perayaan Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI.

Vrisma mengungkapkan bahwa almamater kuning khas UT yang dikenakannya merupakan barang pinjaman karena adanya syarat ketentuan kostum atau pakaian untuk mengikuti kegiatan berbayar tersebut.

Melalui unggahan di media sosial, perwakilan Keluarga Mahasiswa UT Jakarta mengimbau kepada seluruh mahasiswa dan institusi kampus untuk dapat bersedia menerima permohonan maaf dari Vrisma.

Mereka menilai bahwa Vrisma dalam konteks ini juga merupakan korban dari situasi sosial, khususnya terkait sulitnya masyarakat dalam memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak saat ini.

Lebih lanjut, organisasi mahasiswa tersebut menyoroti isu kesejahteraan sosial dan kewajiban negara.

Mereka mengaitkan fenomena ini dengan tanggung jawab pemerintah dalam menjamin hak warga negara untuk mendapatkan pekerjaan serta penghidupan yang layak, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 27 Ayat 2 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Keluarga Mahasiswa UT Jakarta secara tegas mengingatkan masyarakat luas serta warganet agar tidak menjadikan Vrisma sebagai sasaran persekusi maupun rundungan (cyberbullying).

Baik pihak Vrisma maupun Keluarga Mahasiswa UT Jakarta berharap klarifikasi terbuka ini dapat menyelesaikan kesalahpahaman dan meluruskan polemik penggunaan almamater Universitas Terbuka di ruang publik.

Program: Tribunnews Update
Editor Video: Reka Alfa

#SumpahPemuda #BundaranHI #DeklarasiSumpahPemuda #WanitaBundaranHI #PesertaBayaran