Klarifikasi Kapolresta Sleman soal Pesan Berantai Cari Massa Bayaran ke Rans Carnival yang Diboikot
지금 보고 있는 영상
Klarifikasi Kapolresta Sleman soal Pesan Berantai Cari Massa Bayaran ke Rans Carnival yang Diboikot
조회수 13,140
영상 설명 · 눌러서 펼치기
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Viral pesan berantai yang mencatut nama Kapolresta Sleman AKBP Dhimas Prasetyo terkait dugaan pengerahan massa.
Warga dijanjikan uang untuk meramaikan acara Rans Carnival di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.
Dalam pesan tersebut, para lurah dan dukuh diminta mengerahkan 100 warga dari wilayah masing-masing.
Mereka diperintah menghadiri acara yang digelar Rans Entertainment pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.
Warga yang datang juga dijanjikan voucher belanja senilai Rp50.000 per orang.
Pesan itu turut menyebut pengambilan uang dilakukan di Stadion Maguwoharjo dengan membawa KTP untuk keperluan pendataan.
Informasi tersebut beredar di media sosial di tengah polemik Rans Carnival yang menuai seruan boikot.
Sejumlah musisi hingga pelaku UMKM sebelumnya memutuskan mundur dari acara tersebut.
Beberapa di antaranya adalah Om Wawes, Tipe-X, dan Guyon Waton.
Menanggapi pesan berantai tersebut, Kapolresta Sleman AKBP Dhimas Prasetyo memberikan klarifikasi.
Ia membantah adanya pengerahan massa maupun pembagian uang untuk mendatangkan warga ke lokasi acara.
"Saya tegaskan, kami dari kepolisian hanya mengamankan lokasi kegiatan, bukan seperti yang dimaksud pengerahan massa untuk datang ke lokasi," jelas Dhimas saat dikonfirmasi, Sabtu (31/10/2026).
Dhimas menegaskan, personel kepolisian yang berada di lokasi merupakan petugas pengamanan resmi atas permohonan penyelenggara.
Senada, Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro juga membantah keterlibatan kepolisian dalam skema pengerahan warga maupun pembagian uang tunai.
"Perlu kami tegaskan, Polresta Sleman tidak pernah melakukan pengerahan massa. Yang dilakukan adalah pengerahan personel untuk pengamanan kegiatan masyarakat," kata Argo.
Argo menyebut kehadiran polisi dalam setiap kegiatan masyarakat merupakan bagian dari pelayanan untuk menjaga keamanan dan ketertiban. (Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Buntut Polemik Rans Carnival, Ini Penjelasan Kapolresta Sleman Soal Pesan WA yang Beredar di Medsos,
https://jogja.tribunnews.com/diy/1226833/buntut-polemik-rans-carnival-ini-penjelasan-kapolresta-sleman-soal-pesan-wa-yang-beredar-di-medsos?
Program: Tribunnews Update
Host: Nila Irda
Editor Video: Dedhi Ajib Ramadhani
Uploader: bagus gema praditiya sukirman
TRIBUN-VIDEO.COM - Viral pesan berantai yang mencatut nama Kapolresta Sleman AKBP Dhimas Prasetyo terkait dugaan pengerahan massa.
Warga dijanjikan uang untuk meramaikan acara Rans Carnival di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.
Dalam pesan tersebut, para lurah dan dukuh diminta mengerahkan 100 warga dari wilayah masing-masing.
Mereka diperintah menghadiri acara yang digelar Rans Entertainment pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.
Warga yang datang juga dijanjikan voucher belanja senilai Rp50.000 per orang.
Pesan itu turut menyebut pengambilan uang dilakukan di Stadion Maguwoharjo dengan membawa KTP untuk keperluan pendataan.
Informasi tersebut beredar di media sosial di tengah polemik Rans Carnival yang menuai seruan boikot.
Sejumlah musisi hingga pelaku UMKM sebelumnya memutuskan mundur dari acara tersebut.
Beberapa di antaranya adalah Om Wawes, Tipe-X, dan Guyon Waton.
Menanggapi pesan berantai tersebut, Kapolresta Sleman AKBP Dhimas Prasetyo memberikan klarifikasi.
Ia membantah adanya pengerahan massa maupun pembagian uang untuk mendatangkan warga ke lokasi acara.
"Saya tegaskan, kami dari kepolisian hanya mengamankan lokasi kegiatan, bukan seperti yang dimaksud pengerahan massa untuk datang ke lokasi," jelas Dhimas saat dikonfirmasi, Sabtu (31/10/2026).
Dhimas menegaskan, personel kepolisian yang berada di lokasi merupakan petugas pengamanan resmi atas permohonan penyelenggara.
Senada, Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro juga membantah keterlibatan kepolisian dalam skema pengerahan warga maupun pembagian uang tunai.
"Perlu kami tegaskan, Polresta Sleman tidak pernah melakukan pengerahan massa. Yang dilakukan adalah pengerahan personel untuk pengamanan kegiatan masyarakat," kata Argo.
Argo menyebut kehadiran polisi dalam setiap kegiatan masyarakat merupakan bagian dari pelayanan untuk menjaga keamanan dan ketertiban. (Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Buntut Polemik Rans Carnival, Ini Penjelasan Kapolresta Sleman Soal Pesan WA yang Beredar di Medsos,
https://jogja.tribunnews.com/diy/1226833/buntut-polemik-rans-carnival-ini-penjelasan-kapolresta-sleman-soal-pesan-wa-yang-beredar-di-medsos?
Program: Tribunnews Update
Host: Nila Irda
Editor Video: Dedhi Ajib Ramadhani
Uploader: bagus gema praditiya sukirman
Tribunnews 다른 영상
Demo Biaya Hidup di Perancis Memanas saat Halloween: 500+ Orang Ditangkap, Polisi Diserang Molotov
조회수 36
Langkah Prabowo Mendadak Terhenti Gegara Dengar Pria Lantang Teriak 'Berdaulat Pak Presiden!'
조회수 839
Terungkap Lagi Sosok Wanita Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI Bukan Mahasiswa & Dibayar
조회수 3,288
Raffi Ahmad & Willie Salim Kompak Mengaku Tak Tahu Apa-apa Soal Acara di Bundaran HI
조회수 1,162
Gun Romli Desak Polisi Bongkar Gulung Sindikat Mahasiswa Gadungan: Rakyat Disuguhi Keterangan Palsu
조회수 1,557
Yurike Prastika Ungkap Ketegaran Hadapi Kanker Stadium 4, Rela Payudaranya Diangkat Demi Kesembuhan
조회수 660
Protes Tertahan Rombongan Prabowo, Pengendara Ramai-ramai Bunyikan Klakson Panjang
조회수 4,207
Ferdinand Respons Putusan MA soal Suket Wapres: Jadi Bukti Kuat Gibran Layak Jadi Tersangka
조회수 3,924