Pezeshkian Ungkap Kesepahaman Baru dengan Oman soal Selat Hormuz, Peringatkan Risiko Salah Langkah
지금 보고 있는 영상
Pezeshkian Ungkap Kesepahaman Baru dengan Oman soal Selat Hormuz, Peringatkan Risiko Salah Langkah
조회수 133
영상 설명 · 눌러서 펼치기
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkapkan bahwa Teheran telah mencapai kesepahaman dengan Oman mengenai jalur pelayaran melalui Selat Hormuz.
Namun, Iran menegaskan pembukaan kembali jalur strategis tersebut bergantung pada kesediaan Amerika Serikat memenuhi sejumlah komitmen dalam kesepakatan yang dicapai pada Juni.
Pezeshkian mengatakan pada Jumat bahwa Washington harus terlebih dahulu mencabut sanksi terhadap Iran dan menghentikan blokade laut, mencairkan aset-aset Iran yang dibekukan, serta memungkinkan kembali masuknya investasi ke negara tersebut.
Selain itu, Amerika Serikat juga diminta memenuhi komitmen yang berkaitan dengan penghentian perang di Lebanon.
Jika seluruh persyaratan tersebut dipenuhi, Pezeshkian mengatakan Iran siap membuka kembali Selat Hormuz berdasarkan kerangka kesepakatan yang telah dicapai bersama Oman.
Pezeshkian juga menekankan bahwa penyelesaian konflik membutuhkan kompromi dari kedua belah pihak.
Ia memperingatkan agar proses negosiasi tidak diperlakukan sebagai situasi menang atau kalah.
"Kita tidak boleh melihat ini sebagai situasi semua atau tidak sama sekali, di mana satu kesalahan langsung mengakhiri kesepakatan," kata Pezeshkian.
Menurutnya, dialog tetap dapat dilakukan karena baik Iran maupun Amerika Serikat tidak mungkin mendapatkan seluruh tuntutan mereka.
"100 persen dari apa yang saya inginkan tidak akan terjadi, dan 100 persen dari apa yang mereka inginkan juga tidak akan terjadi," ujarnya.
Presiden Iran tersebut juga mengatakan kesepakatan singkat yang dicapai pada Juni sempat mengurangi tekanan terhadap perdagangan minyak Iran.
Menurut Pezeshkian, dalam periode tersebut Iran berhasil menjual sekitar 90 juta barel minyak sebelum kesepakatan akhirnya runtuh.
Setelah itu, sanksi Amerika Serikat dan blokade laut kembali membatasi aktivitas perdagangan Iran.
Teheran dan Washington kemudian saling menuduh telah melanggar ketentuan dalam memorandum yang sebelumnya disepakati.
Dalam kesempatan yang sama, Pezeshkian menyerukan peningkatan kerja sama dengan negara-negara Muslim di kawasan.
Ia menilai keamanan regional seharusnya dibangun melalui dialog, komunikasi langsung, dan tindakan bersama, bukan melalui konfrontasi.
Menurutnya, semakin kuat persatuan Iran dengan negara-negara tetangga serta penghormatan terhadap kesepakatan sebelumnya dapat membantu menciptakan stabilitas yang lebih besar di Timur Tengah.
Pernyataan Pezeshkian disampaikan ketika upaya diplomatik untuk menghidupkan kembali perundingan antara Teheran dan Washington masih mengalami kebuntuan.
Iran dan Amerika Serikat sebelumnya menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Islamabad pada Juni setelah proses mediasi yang dipimpin Pakistan dengan dukungan Qatar dan sejumlah negara kawasan.
Kesepakatan tersebut menghentikan permusuhan besar dan membentuk kerangka untuk memulihkan pelayaran komersial melalui Selat Hormuz sembari kedua negara merundingkan penyelesaian akhir.
Dalam kesepakatan itu, Washington dan Teheran memiliki waktu hingga 60 hari untuk mencapai perjanjian final.
Periode tersebut masih dapat diperpanjang apabila kedua pihak menyetujuinya.
Namun, batas waktu tersebut berakhir pada Agustus tanpa tercapainya kesepakatan.
Iran dan Amerika Serikat kemudian saling menuduh melakukan pelanggaran serta berselisih mengenai sanksi, blokade AS, dan pengendalian lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Hingga kini, negara-negara mediator seperti Oman, Qatar, dan Pakistan masih berupaya mencari jalan agar Iran dan Amerika Serikat kembali ke meja perundingan.
https://www.viory.video/en/videos/a3103_28082026/strait-talking-pezeshkian-unveils-fresh-oman-understanding-on-hormuz-warns-against-single-misstep-
Program: Tribunnews Update
Editor Video: Anggraini Puspasari
Sumber: Viory
#MasoudPezeshkian #Pezeshkian #Iran #Oman #SelatHormuz #Hormuz #IranAS #AmerikaSerikat #KonflikIranAS #SanksiIran #BlokadeLaut #Diplomasi #NegosiasiIranAS #MoUIslamabad #Qatar #Pakistan #TimurTengah #Geopolitik
TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkapkan bahwa Teheran telah mencapai kesepahaman dengan Oman mengenai jalur pelayaran melalui Selat Hormuz.
Namun, Iran menegaskan pembukaan kembali jalur strategis tersebut bergantung pada kesediaan Amerika Serikat memenuhi sejumlah komitmen dalam kesepakatan yang dicapai pada Juni.
Pezeshkian mengatakan pada Jumat bahwa Washington harus terlebih dahulu mencabut sanksi terhadap Iran dan menghentikan blokade laut, mencairkan aset-aset Iran yang dibekukan, serta memungkinkan kembali masuknya investasi ke negara tersebut.
Selain itu, Amerika Serikat juga diminta memenuhi komitmen yang berkaitan dengan penghentian perang di Lebanon.
Jika seluruh persyaratan tersebut dipenuhi, Pezeshkian mengatakan Iran siap membuka kembali Selat Hormuz berdasarkan kerangka kesepakatan yang telah dicapai bersama Oman.
Pezeshkian juga menekankan bahwa penyelesaian konflik membutuhkan kompromi dari kedua belah pihak.
Ia memperingatkan agar proses negosiasi tidak diperlakukan sebagai situasi menang atau kalah.
"Kita tidak boleh melihat ini sebagai situasi semua atau tidak sama sekali, di mana satu kesalahan langsung mengakhiri kesepakatan," kata Pezeshkian.
Menurutnya, dialog tetap dapat dilakukan karena baik Iran maupun Amerika Serikat tidak mungkin mendapatkan seluruh tuntutan mereka.
"100 persen dari apa yang saya inginkan tidak akan terjadi, dan 100 persen dari apa yang mereka inginkan juga tidak akan terjadi," ujarnya.
Presiden Iran tersebut juga mengatakan kesepakatan singkat yang dicapai pada Juni sempat mengurangi tekanan terhadap perdagangan minyak Iran.
Menurut Pezeshkian, dalam periode tersebut Iran berhasil menjual sekitar 90 juta barel minyak sebelum kesepakatan akhirnya runtuh.
Setelah itu, sanksi Amerika Serikat dan blokade laut kembali membatasi aktivitas perdagangan Iran.
Teheran dan Washington kemudian saling menuduh telah melanggar ketentuan dalam memorandum yang sebelumnya disepakati.
Dalam kesempatan yang sama, Pezeshkian menyerukan peningkatan kerja sama dengan negara-negara Muslim di kawasan.
Ia menilai keamanan regional seharusnya dibangun melalui dialog, komunikasi langsung, dan tindakan bersama, bukan melalui konfrontasi.
Menurutnya, semakin kuat persatuan Iran dengan negara-negara tetangga serta penghormatan terhadap kesepakatan sebelumnya dapat membantu menciptakan stabilitas yang lebih besar di Timur Tengah.
Pernyataan Pezeshkian disampaikan ketika upaya diplomatik untuk menghidupkan kembali perundingan antara Teheran dan Washington masih mengalami kebuntuan.
Iran dan Amerika Serikat sebelumnya menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Islamabad pada Juni setelah proses mediasi yang dipimpin Pakistan dengan dukungan Qatar dan sejumlah negara kawasan.
Kesepakatan tersebut menghentikan permusuhan besar dan membentuk kerangka untuk memulihkan pelayaran komersial melalui Selat Hormuz sembari kedua negara merundingkan penyelesaian akhir.
Dalam kesepakatan itu, Washington dan Teheran memiliki waktu hingga 60 hari untuk mencapai perjanjian final.
Periode tersebut masih dapat diperpanjang apabila kedua pihak menyetujuinya.
Namun, batas waktu tersebut berakhir pada Agustus tanpa tercapainya kesepakatan.
Iran dan Amerika Serikat kemudian saling menuduh melakukan pelanggaran serta berselisih mengenai sanksi, blokade AS, dan pengendalian lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Hingga kini, negara-negara mediator seperti Oman, Qatar, dan Pakistan masih berupaya mencari jalan agar Iran dan Amerika Serikat kembali ke meja perundingan.
https://www.viory.video/en/videos/a3103_28082026/strait-talking-pezeshkian-unveils-fresh-oman-understanding-on-hormuz-warns-against-single-misstep-
Program: Tribunnews Update
Editor Video: Anggraini Puspasari
Sumber: Viory
#MasoudPezeshkian #Pezeshkian #Iran #Oman #SelatHormuz #Hormuz #IranAS #AmerikaSerikat #KonflikIranAS #SanksiIran #BlokadeLaut #Diplomasi #NegosiasiIranAS #MoUIslamabad #Qatar #Pakistan #TimurTengah #Geopolitik
Tribunnews 다른 영상
Mojtaba Khamenei Serukan Iran Kurangi Ketergantungan Dolar di Tengah Krisis, Perkuat Ekonomi Lokal
조회수 21
Ledakan Dahsyat Guncang Gudang Amunisi di Kiev, 37 Orang Tewas dan Ratusan Warga Dievakuasi
조회수 164
Jadi Tersangka, Ruben Onsu Diingatkan Kuasa Hukum agar Tak Buat Perjanjian Bisnis Tanpa Pendampingan
조회수 4,870
Edukasi Hubungan Intim: Sebab Hubungan Seksual Tidak Dapat Dijadwalkan
조회수 241
Khamenei Keluarkan Seruan Keras! Iran Harus Kurangi Ketergantungan pada Dolar
조회수 421
Posisi Bercinta Pasangan: Penyebab Pria Ejakulasi terlalu Cepat dan Singkat
조회수 1,371
400 Kapal Terjebak! 6 000 Pelaut Terdampar di Teluk akibat Perang Timur Tengah
조회수 151
Kunci Orgasme Wanita: Posisi dan Titik Rangsang yang Wajib Pria Tahu
조회수 344