Ubah Limbah Tali Plastik Jadi Kerajinan Bernilai Jual, Ari Berdayakan 20 Petani di Rejang Lebong
지금 보고 있는 영상
Ubah Limbah Tali Plastik Jadi Kerajinan Bernilai Jual, Ari Berdayakan 20 Petani di Rejang Lebong
조회수 4
영상 설명 · 눌러서 펼치기
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Tumpukan kerajinan berwarna hijau dan putih tampak memenuhi bagian depan rumah Ari Fahifmi di Desa Seguring, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong.
Bronang dan bakul dengan beragam pola anyaman tersusun di sejumlah sudut, mulai dari wadah berukuran besar hingga kerajinan berukuran lebih kecil.
Di antara kerajinan tersebut, terlihat pula lembaran-lembaran tali plastik berwarna hijau dan putih yang belum dianyam.
Tali-tali itu sebelumnya hanya dipandang sebagai limbah yang tidak memiliki nilai guna.
Namun, di tangan Ari, tali plastik bekas atau tali PET tersebut disulap menjadi bahan baku kerajinan yang menghasilkan rupiah.
Saat ditemui di rumahnya, Ari tampak duduk mengerjakan anyaman dengan merangkai tali plastik satu demi satu hingga membentuk pola tertentu.
Di sekelilingnya, terdapat bahan baku tali plastik yang siap digunakan serta sejumlah kerajinan yang telah selesai dibuat.
Dari tempat sederhana tersebut, Ari mengembangkan usaha anyaman yang kini melibatkan sekitar 20 perajin dari Desa Seguring.
Menariknya, sebagian besar perajin tersebut merupakan petani yang menganyam saat memiliki waktu luang, terutama setelah menyelesaikan aktivitas di kebun atau ladang.
Melihat Limbah di Kota Bengkulu, Ari Bawa Idenya Pulang Kampung
Ide memanfaatkan tali plastik sebagai bahan kerajinan muncul ketika Ari masih bekerja di Kota Bengkulu.
Saat itu, ia melihat banyak tali plastik bekas yang sudah tidak digunakan dan dibuang begitu saja.
Berangkat dari kondisi tersebut, Ari mencoba memanfaatkan tali plastik sebagai bahan baku pembuatan kerajinan.
Produk pertama yang dibuatnya adalah bronang, perlengkapan yang cukup dekat dengan aktivitas masyarakat, terutama para petani.
Selama ini, bronang umumnya dibuat menggunakan bahan seperti bambu atau rotan.
Namun, Ari mencoba menggunakan tali plastik sebagai bahan alternatif.
Percobaannya ternyata mendapat respons positif dari masyarakat.
Peminat mulai bermunculan sehingga Ari melihat peluang untuk mengembangkan kerajinan tersebut menjadi sebuah usaha.
Pada 2023, Ari memutuskan kembali ke Desa Seguring dan fokus mengembangkan usaha anyaman tersebut.
"Jadi awalnya kita iseng saja, ternyata banyak peminatnya, karena itulah usaha ini terus bertahan hingga sekarang," jelas Ari.
Dari Tali Bekas Menjadi Anyaman
Di rumah Ari, tali plastik yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna kini disulap menjadi berbagai produk kerajinan.
Tali-tali tersebut dianyam secara manual hingga menghasilkan bronang, bakul, dan beragam bentuk kerajinan lainnya.
Warna hijau dan putih mendominasi sejumlah produk yang telah selesai dibuat.
Pola anyamannya tersusun rapat sehingga membentuk permukaan wadah yang kokoh.
Dalam mengembangkan usahanya, Ari tidak mengerjakan seluruh proses produksi seorang diri, melainkan mulai melibatkan warga sekitar sebagai perajin.
Kini Libatkan 20 Perajin, Mayoritas Petani
Ari menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 20 warga yang terlibat sebagai perajin.
Sebagian besar dari mereka merupakan petani yang tetap menjadikan aktivitas di kebun atau ladang sebagai pekerjaan utama.
Sementara itu, kegiatan menganyam dilakukan ketika memiliki waktu luang, terutama pada sore hari atau setelah menyelesaikan pekerjaan di ladang.
Para perajin mengerjakan anyaman di rumah masing-masing sehingga tetap bisa menjalankan aktivitas bertani sekaligus memperoleh penghasilan tambahan.
"Untuk sekarang, kita bisa memproduksi 20-an kerajinan setiap harinya. Pekerjanya sekarang sudah ada 20 orang, rata-rata mereka petani," ungkap Ari.
Artikel ini telah tayang di Tribunbengkulu.com dengan judul Dari Limbah Jadi Rupiah, Warga Seguring Rejang Lebong Sulap Tali Plastik Bekas Jadi Kerajinan, https://bengkulu.tribunnews.com/rejang-lebong/104871/dari-limbah-jadi-rupiah-warga-seguring-rejang-lebong-sulap-tali-plastik-bekas-jadi-kerajinan?page=all.
Program: Local Experience
Editor: Aisyah (Magang)
#KerajinanTangan #LimbahPlastik #DaurUlang #UMKMIndonesia #RejangLebong #Bengkulu #InspirasiUsaha #EkonomiKreatif #Petani #KerajinanLokal
TRIBUN-VIDEO.COM - Tumpukan kerajinan berwarna hijau dan putih tampak memenuhi bagian depan rumah Ari Fahifmi di Desa Seguring, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong.
Bronang dan bakul dengan beragam pola anyaman tersusun di sejumlah sudut, mulai dari wadah berukuran besar hingga kerajinan berukuran lebih kecil.
Di antara kerajinan tersebut, terlihat pula lembaran-lembaran tali plastik berwarna hijau dan putih yang belum dianyam.
Tali-tali itu sebelumnya hanya dipandang sebagai limbah yang tidak memiliki nilai guna.
Namun, di tangan Ari, tali plastik bekas atau tali PET tersebut disulap menjadi bahan baku kerajinan yang menghasilkan rupiah.
Saat ditemui di rumahnya, Ari tampak duduk mengerjakan anyaman dengan merangkai tali plastik satu demi satu hingga membentuk pola tertentu.
Di sekelilingnya, terdapat bahan baku tali plastik yang siap digunakan serta sejumlah kerajinan yang telah selesai dibuat.
Dari tempat sederhana tersebut, Ari mengembangkan usaha anyaman yang kini melibatkan sekitar 20 perajin dari Desa Seguring.
Menariknya, sebagian besar perajin tersebut merupakan petani yang menganyam saat memiliki waktu luang, terutama setelah menyelesaikan aktivitas di kebun atau ladang.
Melihat Limbah di Kota Bengkulu, Ari Bawa Idenya Pulang Kampung
Ide memanfaatkan tali plastik sebagai bahan kerajinan muncul ketika Ari masih bekerja di Kota Bengkulu.
Saat itu, ia melihat banyak tali plastik bekas yang sudah tidak digunakan dan dibuang begitu saja.
Berangkat dari kondisi tersebut, Ari mencoba memanfaatkan tali plastik sebagai bahan baku pembuatan kerajinan.
Produk pertama yang dibuatnya adalah bronang, perlengkapan yang cukup dekat dengan aktivitas masyarakat, terutama para petani.
Selama ini, bronang umumnya dibuat menggunakan bahan seperti bambu atau rotan.
Namun, Ari mencoba menggunakan tali plastik sebagai bahan alternatif.
Percobaannya ternyata mendapat respons positif dari masyarakat.
Peminat mulai bermunculan sehingga Ari melihat peluang untuk mengembangkan kerajinan tersebut menjadi sebuah usaha.
Pada 2023, Ari memutuskan kembali ke Desa Seguring dan fokus mengembangkan usaha anyaman tersebut.
"Jadi awalnya kita iseng saja, ternyata banyak peminatnya, karena itulah usaha ini terus bertahan hingga sekarang," jelas Ari.
Dari Tali Bekas Menjadi Anyaman
Di rumah Ari, tali plastik yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna kini disulap menjadi berbagai produk kerajinan.
Tali-tali tersebut dianyam secara manual hingga menghasilkan bronang, bakul, dan beragam bentuk kerajinan lainnya.
Warna hijau dan putih mendominasi sejumlah produk yang telah selesai dibuat.
Pola anyamannya tersusun rapat sehingga membentuk permukaan wadah yang kokoh.
Dalam mengembangkan usahanya, Ari tidak mengerjakan seluruh proses produksi seorang diri, melainkan mulai melibatkan warga sekitar sebagai perajin.
Kini Libatkan 20 Perajin, Mayoritas Petani
Ari menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 20 warga yang terlibat sebagai perajin.
Sebagian besar dari mereka merupakan petani yang tetap menjadikan aktivitas di kebun atau ladang sebagai pekerjaan utama.
Sementara itu, kegiatan menganyam dilakukan ketika memiliki waktu luang, terutama pada sore hari atau setelah menyelesaikan pekerjaan di ladang.
Para perajin mengerjakan anyaman di rumah masing-masing sehingga tetap bisa menjalankan aktivitas bertani sekaligus memperoleh penghasilan tambahan.
"Untuk sekarang, kita bisa memproduksi 20-an kerajinan setiap harinya. Pekerjanya sekarang sudah ada 20 orang, rata-rata mereka petani," ungkap Ari.
Artikel ini telah tayang di Tribunbengkulu.com dengan judul Dari Limbah Jadi Rupiah, Warga Seguring Rejang Lebong Sulap Tali Plastik Bekas Jadi Kerajinan, https://bengkulu.tribunnews.com/rejang-lebong/104871/dari-limbah-jadi-rupiah-warga-seguring-rejang-lebong-sulap-tali-plastik-bekas-jadi-kerajinan?page=all.
Program: Local Experience
Editor: Aisyah (Magang)
#KerajinanTangan #LimbahPlastik #DaurUlang #UMKMIndonesia #RejangLebong #Bengkulu #InspirasiUsaha #EkonomiKreatif #Petani #KerajinanLokal
Tribunnews 다른 영상
Operasi Besar-besaran di Kampung Bahari! Polisi Serbu Peredaran Narkoba, Dikepung Kendaraan Taktis
조회수 140
🔴KACAMATA HUKUM: Ketika Demonstrasi Diwarnai Kekerasan dan Penangkapan
Viral Video Pengendara Ramai-ramai Klakson Rombongan Presiden, Diadang Polisi Demi Tunggu RI 1 Lewat
조회수 3,263
Ina Liem Sentil Mahfud MD soal Suket Gibran, Singgung Kasus Denny Indrayana: Kok Tak Sama Tegas Pak?
조회수 2,379
MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Petinggi Golkar: Suka Tidak Suka Harus Kita Terima
조회수 3,744
Jerman Membara! Demo GenZ Berujung Ricuh & Molotov Dimana-mana, Toko Senjata Dijarah Polisi Diserang
조회수 3,205
🔴The Recap: Putusan MA Disebut 'Telanjangi' Status Ijazah Gibran, Kubu Wapres Pamer Bukti Pendidikan
조회수 1,432
3 Tips Penting agar Jemaah Tetap Sehat dan Bugar Selama Ibadah Haji
조회수 80