๐ด Dwi Bagus Martono Menangis saat Diperiksa, Polisi Ungkap Sisi Lain Tersangka Pembunuhan di Madiun
์ง๊ธ ๋ณด๊ณ ์๋ ์์
๐ด Dwi Bagus Martono Menangis saat Diperiksa, Polisi Ungkap Sisi Lain Tersangka Pembunuhan di Madiun
์กฐํ์ 402
์์ ์ค๋ช ยท ๋๋ฌ์ ํผ์น๊ธฐ
TRIBUN-VIDEO.COM - Tersangka pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Dwi Bagus Martono (40), disebut beberapa kali menangis saat menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Timur.
Tangisan tersebut muncul ketika penyidik mulai menanyakan kehidupan pribadinya, mulai dari latar belakang pendidikan, pekerjaan, hingga hubungan dengan keluarga.
Namun, saat dimintai keterangan mengenai kronologi dan motif pembunuhan, Bagus justru mampu menjawab dengan tenang dan terperinci.
Kanit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKP Muhammad Fauzi, mengungkapkan bahwa Bagus memiliki sikap tenang dan konsisten selama pemeriksaan.
Meski demikian, emosinya berubah ketika penyidik membahas kehidupan keluarganya. Bagus bahkan beberapa kali tak kuasa menahan tangis saat diingatkan mengenai sosoknya yang dikenal baik dan berbakti kepada orang tua.
Menurut Fauzi, sebelum tersandung kasus pembunuhan, Bagus dikenal memiliki hubungan dekat dengan kedua orang tuanya. Ia menjadi satu-satunya anak yang merawat ayah dan ibunya ketika sakit.
Sang ibu meninggal dunia pada 2021, disusul ayahnya pada 2023. Bagus bahkan disebut pernah rela tidak memperpanjang kontrak pekerjaan dengan gaji besar demi merawat kedua orang tuanya.
Melihat kondisi tersebut, penyidik berupaya menyesuaikan pendekatan pemeriksaan agar kondisi psikologis tersangka tetap terjaga.
Polisi juga memberikan kesempatan kepada Bagus untuk bertemu dengan istri sahnya, MA, setelah prarekonstruksi di rumah tersangka pada Selasa (27/10/2026).
Dalam pertemuan itu, Fauzi meminta MA membantu menguatkan mental suaminya selama menjalani proses hukum.
MA pun meminta Bagus bersikap kooperatif dan menerima konsekuensi hukum atas perbuatannya.
Selain melibatkan keluarga, penyidik turut menggandeng tim psikiater untuk memeriksa kondisi kejiwaan Bagus.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan hak-hak tersangka tetap terpenuhi serta kondisi mentalnya terjaga selama proses penyidikan berlangsung. Polisi berharap pemeriksaan dapat berjalan objektif sehingga keterangan yang dibutuhkan bisa diperoleh secara maksimal.
(Tribun-Video.com/Tribunjatim.com)
Editor : Daniel Dwi Y
Tangisan tersebut muncul ketika penyidik mulai menanyakan kehidupan pribadinya, mulai dari latar belakang pendidikan, pekerjaan, hingga hubungan dengan keluarga.
Namun, saat dimintai keterangan mengenai kronologi dan motif pembunuhan, Bagus justru mampu menjawab dengan tenang dan terperinci.
Kanit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKP Muhammad Fauzi, mengungkapkan bahwa Bagus memiliki sikap tenang dan konsisten selama pemeriksaan.
Meski demikian, emosinya berubah ketika penyidik membahas kehidupan keluarganya. Bagus bahkan beberapa kali tak kuasa menahan tangis saat diingatkan mengenai sosoknya yang dikenal baik dan berbakti kepada orang tua.
Menurut Fauzi, sebelum tersandung kasus pembunuhan, Bagus dikenal memiliki hubungan dekat dengan kedua orang tuanya. Ia menjadi satu-satunya anak yang merawat ayah dan ibunya ketika sakit.
Sang ibu meninggal dunia pada 2021, disusul ayahnya pada 2023. Bagus bahkan disebut pernah rela tidak memperpanjang kontrak pekerjaan dengan gaji besar demi merawat kedua orang tuanya.
Melihat kondisi tersebut, penyidik berupaya menyesuaikan pendekatan pemeriksaan agar kondisi psikologis tersangka tetap terjaga.
Polisi juga memberikan kesempatan kepada Bagus untuk bertemu dengan istri sahnya, MA, setelah prarekonstruksi di rumah tersangka pada Selasa (27/10/2026).
Dalam pertemuan itu, Fauzi meminta MA membantu menguatkan mental suaminya selama menjalani proses hukum.
MA pun meminta Bagus bersikap kooperatif dan menerima konsekuensi hukum atas perbuatannya.
Selain melibatkan keluarga, penyidik turut menggandeng tim psikiater untuk memeriksa kondisi kejiwaan Bagus.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan hak-hak tersangka tetap terpenuhi serta kondisi mentalnya terjaga selama proses penyidikan berlangsung. Polisi berharap pemeriksaan dapat berjalan objektif sehingga keterangan yang dibutuhkan bisa diperoleh secara maksimal.
(Tribun-Video.com/Tribunjatim.com)
Editor : Daniel Dwi Y
Tribunnews ๋ค๋ฅธ ์์
Komnas Perempuan Kecam Sikap Polisi, Santriwati Diduga Diintimidasi saat Ponpes Sukoharjo Digeledah
Ultimatum Subhan Palal: Jika Tidak Pergi dari Istana 60 Hari, Saya akan Minta Gibran Pulang ke Solo
KPK Tegaskan Tak Bisa Cekal Nusron Wahid Bepergian ke Luar Negeri, Akui Terganjal Aturan KUHAP
์กฐํ์ 3
Singapura Nego Harga Ekspor Listrik Indonesia, Bahlil: Danantara Jangan Mau Dilobi-lobi
์กฐํ์ 56
Menkeu Suahasil Irit Bicara Ditanya Rencana Pemerintah Pungut Pajak Digital: Menko akan Menerangkan
์กฐํ์ 206
Ustaz Felix Kecam Keras Aksi Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo: Polisi Biadab, Harus Diusut Tuntas!
์กฐํ์ 820
Denny Indrayana Sebut Pemakzulan Wapres Gibran Tak Jatuhkan Presiden Prabowo karena Beda Rezim
์กฐํ์ 275
DJP Klarifikasi Pernyataan Hashim Adik Prabowo soal Pajak Digital, Transfer Uang Tak Kena PPN
์กฐํ์ 1,082