๐ดRaffi Ahmad Minta Maaf soal Deklarasi Sumpah Pemuda, Guntur PDIP Sebut Tak Cukup: Kapan Diperiksa?
์ง๊ธ ๋ณด๊ณ ์๋ ์์
๐ดRaffi Ahmad Minta Maaf soal Deklarasi Sumpah Pemuda, Guntur PDIP Sebut Tak Cukup: Kapan Diperiksa?
์กฐํ์ 13,069
์์ ์ค๋ช ยท ๋๋ฌ์ ํผ์น๊ธฐ
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul setelah kehadirannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026.
Acara tersebut berlangsung di depan Pos Polisi (Pospol) Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/10/2026).
Melalui video yang diunggah di akun Instagram @ukp_mudaseni_raffiahmad, Minggu (1/11/2026), Raffi mengaku memahami bahwa kehadirannya telah menimbulkan berbagai tanggapan dari masyarakat.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan lebih berhati-hati sebelum menghadiri suatu kegiatan.
"Saya mohon maaf dari hati saya atas kegaduhan yang timbul dari kehadiran saya. Saya sangat memahami bahwa niat baik tetap perlu disertai ketelitian pada setiap kegiatan yang akan dihadiri," ujar Raffi.
Raffi menjelaskan, kehadirannya dalam acara tersebut hanya untuk memenuhi undangan dari penyelenggara.
Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk merendahkan ataupun mencederai semangat perjuangan generasi muda.
"Saya datang dengan niat yang tulus dan iktikad yang baik, tanpa niat merendahkan, apalagi mencederai semangat perjuangan generasi muda," katanya.
Sementara itu, Politikus PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, menanggapi permintaan maaf Raffi Ahmad dan Willie Salim terkait polemik kehadiran mereka dalam Deklarasi Sumpah Pemuda di Jakarta.
Guntur menilai permintaan maaf keduanya tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan yang muncul setelah acara tersebut.
Guntur juga menyinggung dampak polemik tersebut terhadap RANS Carnival yang digelar di Sleman, Yogyakarta.
Sejumlah musisi dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM memutuskan mundur dari acara tersebut.
Beberapa musisi yang batal tampil di antaranya Tipe-X, Guyon Waton, OM Wawes, dan Masdddho.
Guntur pun menyampaikan apresiasi kepada para musisi dan pelaku UMKM yang memilih menarik diri dari acara tersebut.
"Hormat untuk UMKM dan musisi yang mundur. Itulah hukuman sosial bagi siapapun yang meminjamkan wajahnya untuk panggung sandiwara palsu," kata Guntur di akun Instagram-nya, Minggu (1/11/2026).
Namun, Guntur menilai persoalan deklarasi Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti pada permintaan maaf Raffi Ahmad dan Willie Salim maupun peserta yang diduga menggunakan identitas mahasiswa.
Ia menyoroti pengakuan Bayu Setiadi alias Dino yang menyebut dirinya bukan mahasiswa Universitas Dian Nusantara dan menerima bayaran untuk menghadiri acara tersebut.
Guntur juga menyebut Sari Putri telah mengklarifikasi bahwa dirinya bukan mahasiswi Universitas Bina Sarana Informatika.
Menurut Guntur, pengakuan dan permintaan maaf kedua peserta tersebut tidak lantas menghilangkan perlunya pemeriksaan lebih lanjut.
"Cukup? Tidak. Maaf bukan penghapus pidana. Mereka harus diperiksa," tegas Guntur.
Ia pun mendesak polisi mengusut pihak yang merekrut dan membayar peserta, termasuk pihak yang menyediakan atribut almamater kampus dalam acara tersebut.
"Dan yang terpenting, siapa yang membayar mereka? Siapa yang membagikan jas almamater?" ujar Guntur.
(Tribun-Video.com)
Baca Selengkapnya: https://wow.tribunnews.com/news/411420/raffi-ahmad-minta-maaf-usai-gaduh-deklarasi-sumpah-pemuda-ngaku-cuma-undangan
Program: Hot Topic
Editor Video: Difa Isnaeni Azizah
TRIBUN-VIDEO.COM - Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul setelah kehadirannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026.
Acara tersebut berlangsung di depan Pos Polisi (Pospol) Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/10/2026).
Melalui video yang diunggah di akun Instagram @ukp_mudaseni_raffiahmad, Minggu (1/11/2026), Raffi mengaku memahami bahwa kehadirannya telah menimbulkan berbagai tanggapan dari masyarakat.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan lebih berhati-hati sebelum menghadiri suatu kegiatan.
"Saya mohon maaf dari hati saya atas kegaduhan yang timbul dari kehadiran saya. Saya sangat memahami bahwa niat baik tetap perlu disertai ketelitian pada setiap kegiatan yang akan dihadiri," ujar Raffi.
Raffi menjelaskan, kehadirannya dalam acara tersebut hanya untuk memenuhi undangan dari penyelenggara.
Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk merendahkan ataupun mencederai semangat perjuangan generasi muda.
"Saya datang dengan niat yang tulus dan iktikad yang baik, tanpa niat merendahkan, apalagi mencederai semangat perjuangan generasi muda," katanya.
Sementara itu, Politikus PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, menanggapi permintaan maaf Raffi Ahmad dan Willie Salim terkait polemik kehadiran mereka dalam Deklarasi Sumpah Pemuda di Jakarta.
Guntur menilai permintaan maaf keduanya tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan yang muncul setelah acara tersebut.
Guntur juga menyinggung dampak polemik tersebut terhadap RANS Carnival yang digelar di Sleman, Yogyakarta.
Sejumlah musisi dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM memutuskan mundur dari acara tersebut.
Beberapa musisi yang batal tampil di antaranya Tipe-X, Guyon Waton, OM Wawes, dan Masdddho.
Guntur pun menyampaikan apresiasi kepada para musisi dan pelaku UMKM yang memilih menarik diri dari acara tersebut.
"Hormat untuk UMKM dan musisi yang mundur. Itulah hukuman sosial bagi siapapun yang meminjamkan wajahnya untuk panggung sandiwara palsu," kata Guntur di akun Instagram-nya, Minggu (1/11/2026).
Namun, Guntur menilai persoalan deklarasi Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti pada permintaan maaf Raffi Ahmad dan Willie Salim maupun peserta yang diduga menggunakan identitas mahasiswa.
Ia menyoroti pengakuan Bayu Setiadi alias Dino yang menyebut dirinya bukan mahasiswa Universitas Dian Nusantara dan menerima bayaran untuk menghadiri acara tersebut.
Guntur juga menyebut Sari Putri telah mengklarifikasi bahwa dirinya bukan mahasiswi Universitas Bina Sarana Informatika.
Menurut Guntur, pengakuan dan permintaan maaf kedua peserta tersebut tidak lantas menghilangkan perlunya pemeriksaan lebih lanjut.
"Cukup? Tidak. Maaf bukan penghapus pidana. Mereka harus diperiksa," tegas Guntur.
Ia pun mendesak polisi mengusut pihak yang merekrut dan membayar peserta, termasuk pihak yang menyediakan atribut almamater kampus dalam acara tersebut.
"Dan yang terpenting, siapa yang membayar mereka? Siapa yang membagikan jas almamater?" ujar Guntur.
(Tribun-Video.com)
Baca Selengkapnya: https://wow.tribunnews.com/news/411420/raffi-ahmad-minta-maaf-usai-gaduh-deklarasi-sumpah-pemuda-ngaku-cuma-undangan
Program: Hot Topic
Editor Video: Difa Isnaeni Azizah
Tribunnews ๋ค๋ฅธ ์์
Jerman Membara! Demo GenZ Berujung Ricuh & Molotov Dimana-mana, Toko Senjata Dijarah Polisi Diserang
์กฐํ์ 878
๐ดThe Recap: Putusan MA Disebut 'Telanjangi' Status Ijazah Gibran, Kubu Wapres Pamer Bukti Pendidikan
3 Tips Penting agar Jemaah Tetap Sehat dan Bugar Selama Ibadah Haji
์กฐํ์ 28
Konsumsi Herbal saat Ibadah Haji, Aman atau Justru Berisiko?
์กฐํ์ 23
Besok, Letjen Widi Akan Bacakan Nota Pembelaan Kasus Dugaan Korupsi Lahan BUMD Cilacap
์กฐํ์ 95
Berat Badan Berlebih Bisa Hambat Ibadah Haji? Ini Penjelasan Dokter
์กฐํ์ 20
Klarifikasi Kapolresta Sleman soal Pesan Berantai Cari Massa Bayaran ke Rans Carnival yang Diboikot
์กฐํ์ 4,366
Berapa Liter Air Putih yang Dibutuhkan Orang Dewasa Sehari? Ini Penjelasan Dokter!
์กฐํ์ 40